NISSA

NISSA
BAB 61 CUCU KE DUA



Wati, Adam dan Nissa bergantian masuk ke dalam ruangan persalinan. Berbagai drama sudah terjadi karena Adam membuat heboh melihat Luna kesakitan. Wati terus memberikan pengertian begitu pun dokter menjelaskan hal yang wajar terjadi dan di alami seorang ibu yang akan melahirkan buah hatinya.


Setelah hampir delapan jam menunggu akhirnya tangis bayi yang sejak tadi di nantikan pun akhirnya terdengar membuat semua orang haru bahagia. Setelah bayi di bersihkan Adam langsung mengadzani anak nya. Setelah Luna selesai di bersihkan, bayi nya pun di berikan pada Luna untuk melakukan menyusu dini.


Adam keluar dari ruangan persalinan. Nampak lemas dan ada rona bahagia penuh syukur terbit di wajahnya.


"Bunda" ucap Adam menghambur ke pelukan Wati.ia menangis sesenggukan dalam pelukan bundanya.


"Loh kok nangis" ucap Wati jadi heran sambil menepuk punggung Adam.


"Maafin Adam bun. Selama ini Adam banyak salah sama bunda, Adam nakal susah di atur" tutur Adam mengingat kenakalannya di waktu sekolah. "Ternyata dulu bunda sebegitu sakitnya melahirkan Adam. "Tambahnya lagi sambil terus menangis.


"Kamu nggak salah nak. Itu sudah kewajiban bunda melahirkan anak bunda" ucap Wati menenangkan anaknya yang tengah sesenggukan. "Sudah-sudah, biar bunda gantian yang menjaga Luna di dalam" ucap Wati melepaskan pelukannya. Ia pun langsung masuk menemui anak mantu dan cucu ke duanya.


"Selamat ya sudah resmi jadi papa Adam" ucap Nissa sambil menepuk lengan Adam. Adam hanya tersenyum dan mengangguk.


"Om selamat ya" ucap Reina menghambur ke pelukan Adam.


"Terimakasih Re, Nissa"


Semua orang telah memasuki ruangan perawatan setelah Luna di pindahkan ke ruang rawat. Adam sedang menyuapi Luna, Wati sediri sedang membersihkan diri di kamar mandi. Sedangkan Luna dan Reina sedang video call dengan Yusuf.


"Dapat adik perempuan apa laki-laki sayang?" tanya Yusuf pada Reina.


"Perempuan. Tuh cantik kan yah" ucap Reina sambil mendekatkan kamera ke arah bayi yang tengah di gendong Nissa. "Tapi masih cantik kan Rere banyak-banyak" celetuk Reina yang membuat Adam dan Luna menggelengkan kepala sambil tersenyum mendengar celoteh Reina.


"Alhamdulilah" ucap syukur Yusuf.


"Ayah kapan pulang?" tanya Reina.


"Besok pagi ayah pulang sayang. Kenapa? Mau sesuatu?" tanya Yusuf yang di anggukkan Reina. "Mau apa?"


"Mau adik laki-laki" jawab Reina memasang muka polos. "Makannya ayah cepet pulang biar nda perutnya cepat buncit" tambahnya lagi.


Nissa yang mendengar ucapan Reina pun langsung mencubit perut Reina.


Sedangkan Adam dan Luna hanya tertawa melihat Nissa dan Reina.


Yusuf pun tertawa mendengar permintaan Reina. Tanpa Reina minta pun sebenarnya Yusuf sudah sangat ingin mendengar kabar kehamilan sang istri. Tapi apalah daya jika memang belum di berikan anugrah yang di inginkan.


Hanya mampu bersabar dan terus berusaha. Ya, usaha yang sangat membuat Yusuf bersemangat. Versi Yusuf usaha sama dengan ranjang. Eh.


"Doakan ya anak ayah tersayang, semoga kamu cepat punya adik laki-laki" ucap Yusuf.


Nissa langsung beranjak karena bayi mungil menangis dan langsung memberikan kepada Luna. Ia pun langsung keluar setelah Reina memberikan ponselnya melanjutkan video call dengan Yusuf.


"Kamu sudah sehat sayang?" tanya Yusuf yang melihat wajah lelah Nissa.


Nissa mengangguk. "Ayy kapan pulang?" tanya Nissa manja. Agaknya dia lupa kalau tadi Reina pun menanyakan hal yang sama.


"Mungkin satu bulan lagi" jawab Yusuf menggoda.


Nissa yang mendengar jawaban yusuf pun langsung terkejut. Matanya terlihat sayu, jujur ia sangat rindu dengan suaminya. Apa lagi saat akan tidur tidak ada lagi yang mengusiknya secara tiba-tiba, tidak ada yang memeluknya saat terlelap. "Sekalian saja nggak usah pulang" ucap Nissa kesal.


"Kenapa? Rindu ya? nggak ada yang peluk, cium" ucap Yusuf dengan seringai menggodanya. Wajahnya emang selalu meresahkan kalau sudah berurusan dengan istri kecilnya ini.


"Ih nggak ya ayy. Pasti ayy deh yang kangen aku kan?" todong Nissa.


"Iya. Aku kangen. Kangen banget malah" ucap Yusuf sendu lalu ia tersenyum menatap wajah sang istri ya selalu memenuhi pikirannya setiap waktu.


"Kenapa sih harus senyum manis gitu. Kan jadi pengen cium" gerutu Nissa. semenjak mengeluh masuk angin agaknya kepala Nissa ketularan Yusuf, suka oleng. "Ayy udah dulu ya, aku sama Rere mau pulang dulu"


Bersambung...


lanjut nanti siang ya. jangan lupa kasih like sama komennya ya🥰


Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰