
Waktu fajar sudah menjelang. Adzan subuh pun sudah terdengar. Pagi ini terasa sangat dingin, tidak seperti biasanya setelah solat Yusuf langsung ganti dengan setelan olahraga untuk lari di taman terdekat. Pagi ini ia langsung menarik selimut lagi setelah kembali memasuki kamarnya.
"Ayy…" panggil Nissa sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Yusuf.
Yusuf langsung membuka matanya. "Kenapa sayang?"
"Ehm… dingin ya?"
"Iya" jawab Yusuf singkat dan ingin menarik selimut lagi namun di tahan oleh Nissa. "Kenapa sayang?" tanya Yusuf penasaran dengan gelagat sang istri.
"Nggak lari pagi?" tanya Nissa pelan.
"Dingin sayang. Sini peluk" ucap Yusuf yang langsung menarik tangan Nissa yang sedang berdiri membuatnya langsung duduk di tepi ranjang.
"Ehm… ayy"
"Kamu pengen sesuatu?" tanya Yusuf yang langsung di anggukkan Nissa dengan cepat dan penuh semangat. "Mau apa sayang?" tanya Yusuf yang langsung duduk dan membelai rambut Nissa penuh kasih.
"Aku pengen liat Ayy olah raga. Ayy kalau keringetan jadi kelihatan hot" ucap Nissa dengan menahan malu dan membuat wajahnya memerah.
"Kamu lagi pengen?" tanya yusuf dengan senyum penuh arti. Nissa langsung menganggukkan kepalanya yang tengah menunduk.
Yusuf langsung berdiri dan turun dari ranjang lalu ia pun langsung membuka baju muslimnya dan sarungnya lalu menghampiri Nissa. "Ayo…" ajak Yusuf yang langsung merebahkan tubuh Nissa. Dasarnya Yusuf otaknya selalu salah paham dengan makna 'pengen'.
Nissa mengernyitkan dahinya. "Ayo? Ayy kan belum pake baju" ucap Nissa.
"Ngapain pake baju? Katanya pengen liat aku keringetan biar hot" ucap Yusuf heran. Pikirannya memang selalu yang berkeringat dan hot ya hanya olahraga ranjang, apa lagi coba kalau bukan masalah ranjang.
Nissa memukul dada Yusuf cukup keras. Ia kesal dengan pikiran suaminya yang tak jauh dari urusan ranjang. Meskipun ia tak dapat memungkiri ia juga suka dengan hal itu. Namun saat ini bukan itu yang ia mau. "Ayy… kok ranjang terus sih pikirannya" ucap Nissa yang langsung mendorong Yusuf agar ia bisa bangun dan kembali duduk.
"Terus apa dong kalau bukan begituan?" tanya Yusuf sambil mengusap dadanya yang di pukul Nissa.
"Aku pengen banget liat Ayy lari keliling taman, hot banget kalau Ayy keringetan abis olahraga. Terus aku yang usap keringatnya pake handuk" cap Nissa sambil membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti. "Uhhh… pasti romantis deh ayy" tambah Nissa.
"Nggak bisa di pause dulu pengennya sayang. Dingin" ucap yusuf sambil mendekap dirinya sendiri.
"Aku mau nya sekarang" ucap Nissa yang mulai memanyunkan bibirnya.
"Kasih aku ciuman dulu biar semangat cari keringatnya"
Halah modus. mungkin Yusuf definisi dari makin tua makin jadi. Jadi modusan.
.
.
.
Sesampainya di taman banyak Ibu-ibu yang juga tengah jalan-jalan mengitari taman begitu pula Bapak-bapak yang sedang lari mengitari taman. Dan banyak pula muda mudi yang olahraga disana. Sebelum menuruti keinginan Nissa, Yusuf memulai pemanasan dulu sebelum mengelilingi taman.
"Nissa" panggil seseorang dari belakangnya.
Nissa langsung menoleh ke belakang. "Arya…" mereka pun saling berjabat tangan.
"Apa kabar?" tanya Arya dengan wajah bahagia dan senyum merekah karena bertemu Nissa.
"Aku baik Alhamdulillah. Kamu apa kabar?" tanya Nissa.
"Aku juga baik. Boleh ikut duduk?" tanya Arya. Nissa langsung menggeser posisi duduknya. Mereka duduk di kursi yang sama dengan jarak satu meter. "Kamu sendiri atau sama suami?" tanya Arya. Sedikit ia berharap Nissa disini sendirian agar ia bisa sedikit leluasa dan lama mengobrol dengan Nissa.
"Aku sama suami ku" jawab nissa. "Kamu sama siapa?"
"Aku sama seseorang juga. Ngomong-ngomong rumah kamu daerah sini?" tanya Arya.
"Iya, kamu juga?"
Arya menggelengkan kepalanya. "Aku kesini ke rumah temen"
"Pacar?" tanya Nissa sedang Arya hanya tersenyum.
"Sudah delapan bulan" jawab Nissa sambil membelai perut buncitnya.
"Kamu makin cantik Nissa" batin Arya menatap Nissa. Mereka pun terus mengobrol sampai akhirnya sepasang mata yang sejak tadi mengintai keduanya menghampiri mereka dengan raut wajah kesal.
"Sayang" panggil Yusuf.
Spontan Nissa dan Arya langsung berdiri. Nissa tersenyum senang melihat suaminya datang dengan peluh yang sudah ia nantikan sejak tadi. Nissa langsung mengusap wajah Yusuf dengan handuk sedang Yusuf menatap Nissa dengan mesra dan merengkuh pinggang Nissa seolah menunjukkan dan memperjelas pada Arya bahwa Nissa miliknya. Nissa yang lupa akan adanya Arya menghambur ke pelukan Yusuf sambil mencium aroma tubuh Yusuf setelah olahraga.
"Wangi Ayy" ucap Nissa sambil menenggelamkan wajahnya di dada Yusuf. mohon maklum ibu hamil memang aneh-aneh keinginannya dan kesukaannya.
Tiba-tiba Nissa sadar dan langsung menghentikan perbuatannya. "Maaf Ayy… aku tadi ngobrol sama Arya. Arya maaf ya…"
Arya yang sejak tadi memalingkan wajahnya karena enggan melihat kemesraan pasangan halal itu pun langsung menatap Nissa dan Yusuf. "Nggak apa-apa santai aja Nissa. Apa kabar Mas?" tanya Arya yang langsung mengulurkan tangannya.
"Baik" jawab Yusuf singkat dan menjabat tangan Arya. Namun Yusuf masih terus menatap Arya tajam.
"Arya… ayo pulang" ajakkan seorang perempuan yang baru saja menghampiri mereka bertiga.
"Iya sebentar, Nissa… Mas… kenalin ini Vina pacar aku" ucap Arya melingkarkan tangannya di leher Vina.
"Ehm… Vina" ucapnya yang mengulurkan tangannya.
"Nissa" ia membalas uluran tangan Vina.
Vina langsung mengulurkan tangannya kearah Yusuf. namun Yusuf tak membalas uluran tangan Vina. Beruntung Vina paham jadi ia tidak merasa tersinggung.
"Yusuf"
"Ehm… Mas, Nissa kita duluan ya" ucap Arya.
"Iya… Arya kita tunggu undangannya ya" ucap Nissa yang hanya di balas dengan senyuman. Lalu ia membawa Vina pergi.
"Jadi dia perempuan itu?" tanya Vina yang hanya di anggukkan Arya. "Pantesan kamu naksir, orang Nissanya imut gitu. Pinter juga dia nyari suami. Aku juga mau model kaya mas Yusuf gitu" ucap Vina kompor gas membuat Arya semakin panas mendengarnya.
"Kamu ini udah tahu panas malah semakin di bakar" ucap Arya kesal.
"Lagian kamu harus berhenti naksir istri orang"
.
.
.
"Ayy…" panggil Nissa karena Yusuf nampak marah padanya. Menurut Nissa. "Aku tadi nggak sengaja ketemu Arya"
"Tadi ngajak aku nyari keringet, taunya malah asik ngobrol sama laki lain" sindir Yusuf pura-pura marah. Padahal ia tengah menahan tawa karena melihat ekspresi Nissa yang terlihat sangat takut jika ia salah paham. "Kamu harus di hukum karena telah membuat ku cemburu sepagi ini" ucap Yusuf menatap Nissa.
"Hu… hukum. Hukuman seperti apa Ayy?" tanya Nissa takut. Ia juga merasa bersalah sebenarnya meskipun ia tak sengaja bertemu Arya.
"Aku mau lima ronde untuk hari ini" bisik Yusuf membuat nissa terkejut. "Bukankah kemarin kata dokter kehamilan mu sudah sangat aman meski melakukannya lebih dari dua?" bisik Yusuf lagi. Jangan lupakan mulut jahilnya yang dengan tak tahu tempat memberi ciuman pada daun telinga Nissa.
"Ayy kemaruk banget sih sumpah. Inget anak om" ucap Nissa kesal.
"Atau mau aku tambah?" tanya Yusuf dengan seringai menyebalkan menurut Nissa.
"Deal" ucap Nissa terpaksa. Sedang yusuf tersenyum penuh kemenangan.
Bersambung...
Selamat pagi dan selamat beraktifitas 🥰 mohon tinggalkan jejak ya 😊
Jangan lupa follow akun author, klik favorit ❤️, like dan komennya juga ditunggu loh😊🥰
Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰