
"Om…" pekik Nissa saat Yusuf menarik tangannya dan langsung memeluknya.
"Kamu marah sama aku?"
"Enggak" jawab Nissa sambil mencoba melepaskan diri namun Yusuf semakin erat memeluk Nissa.
"Lalu kenapa sejak tadi kamu memanggil ku om bahkan kamu mendiamkan ku sayang?" protes Yusuf.
"Bukan kah om dan ayy sama aja dengan orang yang sama"
"Tapi be…" ucapan Yusuf terpotong karena mertuanya datang.
"Baru datang bukannya cepat masuk kok malah mesra-mesra an di depan" ledek jaya bapak Nissa sambil terkekeh geli melihat keduanya.
Yusuf langsung melepaskan dekapannya dan langsung menggandeng Nissa mendekati Jaya.
"Assalamualaikum" ucap mereka bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab Jaya sambil menerima salaman dari anak dan mantunya.
Nissa langsung menghambur kepelukan Jaya. "Lah kok masih manja aja sama bapaknya" ucap Jaya sambil menepuk punggung Nissa.
"Kangen lah pak" ucap Nissa sambil melepaskan pelukannya dan langsung masuk kedalam rumah.
"Loh ini suaminya kok di tinggal to nduk" terik Jaya sambil menggeleng kepalanya.
"Nissa sudah terlalu kangen sama bapak dan ibu apa lagi Amira" jelas Yusuf.
"Ya sudah ayo nak Yusuf masuk" ajak Jaya.
Nissa langsung memeluk Jumiasih dari belakang saat sang ibu sedang masak.
"Ya Allah nduk… bikin ibu kaget" ucap Jumiasih yang terkejut mendapat pelukan Nissa secara tiba-tiba.
"Nissa kangen bu"
"Loh ibu kira sudah punya suami nggak bakal kangen ibu bapak lagi" goda Jumiasih.
"Ya tetep kangen lah bu. Ibu masak apa?"
"Ini ibu buat sayur bening bayam sama buat sambel udang"
Nissa hanya menganggukkan kepala sambil melihat ke sana kemari.
"Amira lagi keluar sama mbak Nur beli es krim" ucap jumiasih.
"Ooo… kalau gitu Nissa mandi dulu ya bu" ucap Nissa memberi kecupan di pipi Jumiasih lalu berlari menuju kamar.
"Ya Allah anak perempuan ku. Ternyata manjanya tetep aja" gerutu Jumiasih lalu mematikan kompor.
Setelah selesai membersihkan diri Nissa keluar dari kamar mandi hanya dengan terlilit handuk menutupi tubuh polosnya. "Om" ucap Nissa yang melihat Yusuf duduk di tepi ranjang.
Yusuf melangkah mendekati Nissa dan Nissa yang masih menghindari Yusuf pun langsung masuk ke kamar mandi berniat ingin mengunci diri sendiri. Namun belum sempat terkunci Yusuf dengan cepat mendorong pintu kamar mandi membuat Nissa terdorong hingga punggungnya membentur dinding. Dan Yusuf langsung masuk dan mengunci pintu.
"Awww…" pekik Nissa.
"Maaf Nissa. Aku nggak berniat menyakiti mu"
"Mau apa sih sebenarnya?"
"Ternyata benar dia hanya menyukai tubuh ku" batin Nissa. "Ya sudah ayo kita lakukan disini" ucap Nissa sambil membuka lilitan handuk namun Yusuf lebih dulu menghentikan tangan Nissa yang akan membuka lilitan handuk.
"Aku mau kamu bukan untuk hal itu sayang. Tapi aku mau kamu jelaskan kenapa sejak tadi kamu mendiamkan ku"
"Diam dari mana? Ini buktinya kita lagi ngobrol" elak Nissa.
"Kamu bahkan memanggil ku om. Kenapa?"
Nissa menghela nafas. "Aku hanya ingin. Itu aja" ucap Nissa yang langsung menyingkirkan tubuh Yusuf dan langsung keluar dari kamar mandi.
"Sebenarnya dia tadi telponan dengan siapa sih?" gumam Yusuf.
Karena sudah berada di dalam kamar mandi Yusuf pun langsung membersihkan diri. Baru keluar dari kamar mandi Yusuf mendengar ponsel Nissa berdering. Yusuf yang sejak tadi di dalam kamar mandi berfikir akan melihat ponsel Nissa pun dengan cepat menyambar ponsel yang sedang di charger.
"Luna" gumam Yusuf. Yusuf sengaja tak menerima panggilan dari iparnya itu. Setelah panggilan Luna berakhir Yusuf pun langsung memeriksa daftar panggilan masuk di sekitar jam waktu ia menjemput Nissa. Hanya ada satu panggilan di terima hari ini jadi dengan cepat Yusuf memasukkan nomor tersebut kedalam sebuah pesan.
Yusuf : [periksa nomor ini 0812xxxxxxxx. Secepatnya]
Hendri : [siap bos]
Belum ada satu menit hendri sudah mengirim pesan pada Yusuf lagi.
Hendri : [maaf pak itu kan nomor Maya]
Yusuf yang membaca pesan dari Hendri pun terkejut.
"Mau apa dia menghubungi nissa" gumam Yusuf. Yusuf sudah menganggap Nissa percaya dengan ucapan Maya yang entah itu apa. Ia ingin sekali langsung menjelaskan pada Nissa namun urung di lakukan karena mereka sedang berada di kediaman orang tua Nissa.
Yusuf tidak ingin merusak suasana kebahagiaan yang terpancar dari keluarga ini atas kepulangan Nissa.
Setelah sekitar setengah jam Yusuf keluar dengan menggunakan sarung dan kaos oblong. Ia melihat Nissa dan Amira sedang bergurau.
"Hai sayang… bagaimana kabarnya gadis cantik?" tanya Yusuf yang langsung menggendong Amira.
"Amila baik om"
"Maaf ya sayang om kesini nggak bawakan oleh-oleh buat Amira"
"Mila nggak mau oleh-oleh. Bubun pulang Mila seneng banget"
"Sini Mira sama bubun. Om Yusuf nya biar duduk sama mbah kung di depan" ucap Nissa sambil mengambil Amira dari gendongan Yusuf.
"Nanti malam bun bobok sama Mila ya" pinta Amira sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Nissa.
Nissa dan yusuf saling memandang sejenak. "Tentu dong sayang. Selama disini bun habiskan waktu sama Amira" ucap Nissa lalu mencium pipi Amira dan berlalu meninggalkan Yusuf.
"Mampus aku bakal di anggur in dua hari disini" gumam Yusuf yang langsung melangkah ke depan rumah menyusul Jaya yang sedang duduk di teras.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit dan saling follow yuk
Ikuti juga novel terbaru ku