NISSA

NISSA
BAB 17 KECUPAN PERTAMA KALI



Setelah selesai sarapan dan menghabiskan segelas jus jeruk dan segelas air putih Yusuf langsung berdiri mengancingkan jasnya. Nissa yang paham ia pun langsung berdiri dan mengambil tas kerja Yusuf.


"Bun Yusuf ke kantor dulu" pamit Yusuf dan langsung bersalaman.


Nissa mengikuti langkah Yusuf hingga ke teras depan. "Nih om" ucap Nissa sambil memberikan tas. Yusuf pun langsung menerima tas nya. "Aku nggak salah kan"


"Nggak kok, kita lakukan selayaknya pasangan di hadapan bunda saja"


Nissa mengangguk i ucapan Yusuf. Namun ujung mata Yusuf melihat Wati yang tengah memperhatikan mereka.


"Aku berangkat dulu" ucap Yusuf sambil mengulurkan tangannya. Nissa mengernyitkan dahinya sambil menatap Yusuf, sedangkan Yusuf menaik turunkan alisnya. Tanpa berpikir lagi Nissa mencium punggung tangan Yusuf. Yusuf pun langsung menarik tubuh Nissa hingga menabrak dadanya. "Maaf ada bunda yang sedang melihat kita" bisik Yusuf yang langsung mencium kening Nissa.


Nissa masih terpaku di tempat meskipun mobil yang di kendarai Yusuf telah keluar dari gerbang. "Apa-apaan dia melakukan hal semacam ini semaunya sendiri" batin Nissa sambil menyentuh dahinya.


"Nissa" panggil Wati yang membuyarkan lamunan Nissa.


"Iya bun"


"Ikut bunda sebentar, bunda mau ngobrolin sesuatu" Nissa pun mengikuti langkah Wati hingga masuk ke kamar Wati, mereka duduk berhadapan di tepi ranjang.


Wati langsung menceritakan semua drama sehingga Nissa dan Yusuf di jodohkan. Biar bagaimana pun Wati tidak ingin adanya kebohongan atau kebencian yang nantinya akan merusak kepercayaan Nissa dan Yusuf. Dan alasan kenapa Yusuf tidak pernah menikah lagi setelah kepergian ibunda Reina.


"Maaf kan bunda telah membawa mu ke situasi seperti ini. Bunda tau ini menyiksa mu tapi tolong cintai anak bunda, dia orang yang sangat baik"


"Nggak apa-apa bun, Nissa ikhlas. Entah bagaimana nanti kedepannya hubungan Nissa dengan om Yusuf semoga bisa saling membahagiakan semuanya"


"Apa kalian membuat surat perjanjian kontrak pernikahan?" tebak Wati. Sepertinya Wati sudah mulai terkontaminasi author yang gemar membaca cerita kawin kontrak.


"Wah kenapa bunda sampai berfikir sama seperti ku" batin Nissa. Nissa menggelengkan kepala.


"Kalian tidur terpisah?" pertanyaan Wati sontak membuat Nissa terkejut. Wati yang melihat wajak Nissa dapat mengetahui jawaban dari pertanyaannya. "Ikuti saja apa yang di katakana Yusuf selain itu Nissa pun harus membuat Yusuf jatuh cinta pada Nissa. Bunda sangat menikmati pemandangan di depan tadi"


"Bunda tahu kami sedang acting?" tanpa menjawab Wati hanya menganggukkan kepala.


"Ikuti saja alur yang di mainkan Yusuf"


"Tapi bagaimana Nissa bisa mengambil hati om Yusuf bun?"


"Gunakan kecantikan mu dan tubuh mu" Wati mengedipkan satu mata menggoda. "Sekuat apapun iman laki-laki kalau terus saja di goda apa lagi itu istrinya sendiri dan halal untuk di sentuh pasti akan tergoda juga"


Seketika Nissa memaknai kata 'sentuh' membuat nya merinding sendiri. ia menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikiran nakal yang mulai bergelayut di otaknya.


"Caranya bun?"


"Nah kalau itu Nissa pikirkan sendiri. manfaatkan kecantikan dan maaf tubuh kamu dengan benar. Cinta dan nafsu itu beda tipis toh kalian nggak dosa melakukan hal itu" ucapan Wati itu membuat Nissa berfikir. Ia pun bergidik ngeri memikirkan ia dan Yusuf melakukan hubungan tanpa dasar cinta.


"Bunda ceritakan semua tentang Reina"


"Kenapa Reina?" tanya Wati heran.


"Karena Nissa harus mengambil hati keduanya secara bersamaan"


"Bagaimana dengan lahan yang saya bahas kemarin" tanya Yusuf pada Siti.


"Sudah deal pak, dan hari ini sudah mulai penggalian dan semua material sudah mulai di antar ke lokasi pak" ucap Siti membuat Yusuf menganggukkan kepala.


"Apa jadwal saya siang nanti?"


"Siang pukul 13.30 meeting dengan perusahaan xxx untuk menanda tangani perpanjangan kontrak acara serial acara anak. Lalu pukul 16.00 sampai 18.00 meeting via zoom dengan tim redaksi pusat. Setelah itu pukul 19.00 mendapat undangan pesta pernikahan anak rekan kerja dari perusahaan xxx”


Yusuf menghela nafas. "Sepertinya hari ini aku akan pulang malam" batin Yusuf.


Nissa mengetuk pintu kamar Adam dan Luna. Tak lama kemudian Adam membuka kan pintu.


"Eh mbak ipar. Kenapa?"


"Masih mesum aja kalian siang bolong begini" ejek Nissa.


Adam membuka pintu lebar tanda mempersilahkan masuk. "Ya masih mending Luna ku mesum in dari pada mbak ipar ku ini di anggur in" cibir Adam dengan kurang ajarnya.


"Sialan" pekik Nissa sambil menendang kaki Adam.


"Aduh… sakit tau Nissa"


"Bodo… suruh siapa ngejek terus"


Luna yang melihat pertengkaran suami dan sahabatnya itu pun langsung mengulas senyum.


Nissa mendekati Luna dan duduk di tepi ranjang. "Ya Allah… di kamar ini ada drakula nya? Sampek merah semua Luna. Ckckck"


Luna tersipu malu dan berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. "Tunggu pembalasan ku Nissa" ancam Luna.


"Hahahaha… nggak akan mungkin kamu bisa membalas aku. Udah ah kalian istirahat sana jangan gempur terus Dam. Mata kalian udah kaya panda, aku berasa lihat mayat hidup tau nggak" ucap Nissa yang langsung keluar dari kamar Adam.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰


Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰