
Waktu terus berlalu, tanpa terasa begitu banyak hal yang telah terjadi. Begitu banyak kenangan bahagia yang telah di lalui bersama selama beberapa bulan terakhir semenjak tragedi gugurnya bibit unggul yang di nantikan.
Dua bulan yang lalu Nissa, Reina, Adam dan Luna sudah resmi lulus dan mendapatkan gelar S1 nya. Setelah itu Adam dan Reina sudah mulai membantu Yusuf untuk mengurus perusahaan yang ada di Malang dan Yusuf hanya memantau saja. Sedangkan untuk yang di pusat seperti yang sudah berjalan satu tahun lebih terakhir ini, Hendri lah yang mengurus semua. Tugas Yusuf hanya ongkang-ongkang kaki di rumah, tentu tidak.
Sedangkan Nissa dan Luna hanya fokus pada urusan rumah tangga. Ralat karena pekerjaan rumah tangga sudah ada pekerja yang melakukannya, Luna fokus pada baby qia dan suaminya, Adam. sedangkan Nissa hanya menuruti keinginan suaminya. Bersantai ria karena Yusuf hanya memantau pekerjaannya di pusat lewat tablet nya.
"Ayy bangun…" Nissa terus menepuk-nepuk dada Yusuf namun sang empu hanya terus menggeliat saja. "Ayy waktunya solat subuh ih" Nissa mulai kesal.
"Iya sayang" ucap Yusuf yang langsung membuka mata dan menatap sang istri. "Sayang udah mandi?" tanya Yusuf yang melihat Nissa sudah menggunakan baju sedangkan rambutnya masih di bungkus handuk kecil.
"Iya sudah ayy" jawab Nissa sambil menata alat solat. Namun tiba tiba tubuh nissa terasa melayang. "Ayy…" pekik Nissa terkejut karena Yusuf sudah membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Lagi.
"Siapa suruh mandi nggak ngajak aku" ucap Yusuf yang langsung masuk ke dalam bathub berisi air hangat. Nissa tadi yang memang sudah siapkan air hangat untuk suaminya.
Sudah pasti modus terselubung Yusuf kalau sudah seperti ini, karena memang hobby nya. Bukan hanya mandi, sudah pasti Nissa harus meladeni suaminya untuk olah raga penghasil keringat. Itu pun kalau keringatnya kelihatan.
Meskipun keringat tidak akan menampakkan wujudnya karena tubuh mereka yang memang sudah basah kuyup.
.
.
.
"Kalau cemberut kok bikin gemes sih" goda Yusuf sambil menarik hidung Nissa. "Jadi pengen cium" Yusuf mendekatkan wajahnya ke wajah Nissa .
Setelah solat subuh Nissa enggan di ajak Yusuf untuk lari pagi seperti perjanjian mereka berdua sebelum terlelap karena lelah meladeni sang suami.
"Jauh-jauh sana" usir Nissa menjauhkan wajah Yusuf dari wajahnya. "Nggak usah pegang-pegang" rajuk nissa sambil menepis tangan suaminya yang terus memainkan hidungnya.
Hoek… hoek…
Kalau kalian pikir itu suara Nissa jelas salah karena Yusuf langsung menutup mulutnya menggunakan telapak tangan karena rasa mual tiba-tiba sehingga rasanya ia ingin memuntahkan apa yang ada di perutnya. Ia langsung lari memasuki kamar mandi dan memuntahkan apa yang ingin keluar.
Nissa langsung mengikuti Yusuf dan langsung memijat tengkuk sang suami. "Tuh kan pasti jadi masuk angin kelamaan di kamar mandi tadi ayy" ucap Nissa kesal. Jelas lah Nissa kesal karena subuh-subuh dia sudah mandi dua kali dan itu artinya dia ganti baju lagi karena bajunya basah kuyup.
"Biasanya juga kalau kita lebih lama dari tadi nggak pernah kaya gini sayang" bela diri Yusuf seolah mengingatkan Nissa atas hal-hal tabu yang sering mereka lakukan.
"Ih bisa aja jawabnya" kesal Nissa sambil memukul punggung Yusuf. "Udah yuk aku kerokin dulu" ucap Nissa. mereka pun langsung menuju ranjang.
Setelah membuka baju Yusuf langsung tidur tengkurap di atas ranjang menunggu Nissa mengambil minyak kayu putih dan uang koin. masuk angin ya kerokan.
Beberapa menit Nissa selesai mengerik punggung Yusuf. "Nggak merah ayy" ucap Nissa melihat hasil karya nya di punggung sang suami. "Masih mual nggak?" tanya Nissa yang hanya di anggukkan Yusuf.
Nissa pun langsung beranjak menuju kotak penyimpanan obat. "Nih minum tolak angin ayy" Nissa mengulurkan obat yang sudah di buka Nissa dan Yusuf pun langsung meminumnya.
.
.
.
"Makan dulu ayy" ajak Nissa setelah membuka pintu dan membawa makanan di nampan.
"Terus gimana dong?" tanya Nissa bingung. "Aku telponin dokter aja ya ayy" usul Nissa setelah meletakkan nampan di atas meja. Nissa langsung duduk di tepi ranjang menyentuh kaki suaminya. memijit-mijit kaki suaminya pelan.
"Aku pengen sesuatu" ucap Yusuf yang akan mengutarakan keinginannya yang telah ia pikirkan sejak tadi.
"Pengen apa?" tiba-tiba bulu kuduk Nissa merinding karena pikirannya nggak enak.
Yusuf langsung menarik Nissa dan mengunci pergerakan istrinya yang kini berada di bawahnya.
"Aku mau nyu*su pasti sembuh mual ku" ucap Yusuf. Dengan gerakan cepat Yusuf menyibakkan kaos Nissa ke atas.
"Ayy… mesuuummm…" pekik Nissa cempreng.
Satu jam berlalu, kini Nissa dan Yusuf sedang menikmati sarapan mereka yang sudah tertunda akibat adegan panas yang tak sengaja. Yusuf terus saja tersenyum sambil menatap sang istri dan terus mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
Bibir manyun Nissa dengan mulut yang tengah mengunyah malah membuat Yusuf semakin gemas saja.
Sedangkan Nissa terus saja menundukkan wajahnya, ia terus menikmati makanan yang ada di hadapannya dengan rasa kesal dan malu yang hadir secara bersamaan.
Awalnya memang niat Yusuf hanya ingin menjadi bayi-bayian yang sedang kehausan dan menghisap susu murni terbaik di dunia. Namun nissa yang terbuai oleh belain pro dari tangan suaminya yang memang sudah pasti hapal di luar kepala area sensitive istrinya. Akhirnya bukan hanya agenda nyu*su sesuai rencana awal Yusuf, tapi malah berakhir dengan olahraga ples ples karena Nissa yang lebih agresif dan memimpin jalannya pertempuran. Tentu saja Yusuf menerima dan menikmati semua dengan hati riang gembira.
"Terimakasih sayang, mual ku sudah hilang sekarang" goda Yusuf sambil menarik hidung Nissa.
"Udah ya ayy jangan di bahas lagi" kesal Nissa menahan malu.
"Emang aku bahas apa yang? kan aku cuma ucapin terimakasih karena kamu..."
Dengan cepat Nissa menyambar ucapan Yusuf agar suaminya ini tidak membahas lagi. "Ayy... udah ya" pekik Nissa cempreng karena sudah pasti suaminya tidak akan berhenti menggodanya.
"Tapi aku suka, kamu lebih seksi sayang" maju tak gentar menggoda dengan benar. Ucapan Yusuf itu membuat ia menerawang kelakuan agresif Nissa tadi. pokoknya nagih deh.
"Cukup ya ayy jangan di ingat lagi" Nissa semakin kesal karena suaminya tidak ada kebaikan hati untuk berhenti menggodanya.
Yusuf tergelak tawa melihat tingkah Nissa yang semakin kesal saja.
Sedangkan Nissa terus merutuki diri sendiri karena dirinya lebih aktif dari biasanya. "Dasar om-om mesum". Jelas saja Nissa menyalahkan Yusuf, coba tangan pro nya bisa di kondisikan pasti dia tidak akan terbuai. lagian mana mungkin Yusuf merasa cukup hanya dengan skinship menjadi bayi-bayian. Mustahil.
bersambung...
Selamat pagi semua 🥰
Numpung jaringan lagi bersahabat jadi saya cepet cepet revisi bab buat up 😊
Semoga nanti siang dan malam bisa dapet sinyal yang bersahabat biar bisa up sesuai jadwal.
Semangat liburan akhir tahun ❤️❤️❤️
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋
Ikuti juga novel terbaru ku ya 😊