NISSA

NISSA
BAB 47 SUGAR BABY 2



Sesampainya di taman kampus orang itu baru melepaskan cengkraman tangannya.


"Siapa sih kamu" bentak Nissa kesal. Arya langsung membalikkan tubuhnya menghadap Nissa. "Arya"


"Maaf kalau aku menyakiti mu" ucap Arya yang melihat Nissa memegang pergelangan tangannya.


"It's ok!"


"Nissa aku suka sama kamu. Sejak kita bertemu di taman itu, aku tertarik dengan mu Nissa" ucap Arya setelah hening beberapa saat yang membuat Nissa terkejut akan pengakuannya.


"Arya, kamu bahkan belum mengenal ku kita bertemu baru beberapa kali. Aku rasa kamu harus merevisi ucapan mu apalagi perasaan mu" ucap Nissa.


"Putuskan hubungan mu dengannya. Aku akan terima kamu apa adanya Nissa" ucapan Arya pun membuat Nissa bingung.


"Hubungan. Hubungan apa yang harus aku putuskan?"


"Apa kamu menjadi sugar baby?"


"Apa?" pekik Nissa terkejut mendengar pertanyaan Arya. Serasa de javu dengan ucapan Yusuf tadi pagi.


"Aku melihat mu bermesraan waktu itu dan tadi pagi pun aku melihat semua adegan kalian di dalam mobil"


"Ya Allah" ucap Nissa sambil menutup wajahnya karena malu mengingat adegan panas tadi pagi dan di lihat orang.


"Tinggalkan dia Nissa. aku akan menerima mu"


"Tunggu Arya. Yang perlu kamu tahu aku bukan sugar baby. Dia itu su…" ucapan Nissa terhenti saat ponselnya berdering. Dengan cepat Nissa mengambil ponsel di dalam tasnya lalu mengangkat telepon dari suaminya.


"Halo ayy"


"Kamu dimana sayang?"


"Aku di taman. Ayy udah di depan?"


"Iya"


"Ok aku keluar sekarang" ucap Nissa yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Maaf Arya aku sudah di jemput" ucap Nissa yang langsung berlari menuju mobil Yusuf. saat Nissa akan keluar gerbang tangan Nissa kembali di tarik Arya. "Arya apa-apaan sih?"


"Nissa pikirkan lagi ucapan ku" pinta Arya tulus.


"Maaf arya aku nggak bisa memikirkan ucapan mu apa lagi memberi harapan karena aku sudah men…” ucapan Nissa terhenti saat Yusuf menarik pinggang Nissa dan langsung memeluknya.


"Kenapa lama sekali?" tanya Yusuf sambil membelai rambut Nissa dan menatap tajam pada Arya.


"Maaf ayy tadi Arya ngajak aku ngobrol sebentar" ucap Nissa sambil mendorong dada Yusuf agar tubuhnya menjauh namun Yusuf semakin mempererat merengkuh pinggang Nissa.


"Dia bicara apa?"


"Eh… itu…" ucap Nissa terbata. "Nggak mungkinkan aku jujur sama suami ku" batin Nissa.


"Ayah" gumam Arya. Ia melihat Reina lalu ke arah Yusuf yang memeluk Nissa posesif.


"Loh kak Arya disini?" tanya reina heran.


"Iya"


"Oh iya ayah kenalkan ini kak Arya yang dulu nolong rere"


"Oh ini yang namanya Arya yang kamu ceritakan waktu itu. Terimakasih sudah menolong anak ku" ucap Yusuf tulus. "Yusuf" ucap Yusuf memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


"Arya" ucap Arya sambil menjabat tangan Yusuf. Meski tangannya sudah tak berjabatan namun tatapan keduanya seolah menyiratkan permusuhan. Nissa yang menyadarinya pun langsung mencoba mencairkan suasana.


"Oh iya Rere katanya mau ikut kita pulang loh ayy"


"Kita. pulang?" gumam Arya yang hanya di dengar Reina.


Reina yang menyadari tatapan Arya kepada Nissa pun mencoba memperjelas keadaan. "Nissa itu istri ayah aku" bisik Reina pada Arya yang membuatnya terkejut. "Nissa itu nda ku istri ayah ku yang waktu itu mau ku kenalkan ke kakak waktu di kantin tapi ternyata kakak sudah kenal nda" ucap Reina.


Nissa menyungging sedikit senyumnya ke arah Arya. Sedang Yusuf langsung tersenyum penuh kemenangan saat Arya menatapnya. Bangga dong Yusuf melihat musuh kalah sebelum perang.


"Ayy kita pulang sekarang yuk" ajak Nissa.


"Ok sayang. Ayo Re" ajak Yusuf sambil membukakan pintu mobil untuk Nissa.


"Om yusuf ini kenapa sih bersikap kaya gini" batin Nissa yang sedikit risih atas tindakan Yusuf seolah sedang pamer kemesraan pada Arya.


"Ayah nggak bawa sopir?" tanya Reina yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Yusuf dan membuka kan pintu mobil untuk anaknya.


"Isss… jadi bay*gon dong Rere" keluh Reina kesal.


"Itu nasib kamu Re" ucap Yusuf meledek.


"Kak Arya, kita pulang dulu ya"


"Iya" ucap Arya yang membuat Reina langsung masuk kedalam mobil.


Arya hanya bisa menatap nanar pada mobil yang baru saja berlalu di hadapannya.


Huufftt…


Arya menghela nafasnya frustasi. "Apa ini yang namanya kalah sebelum berperang?" gumamnya.


Bersambung..


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya 😊 kasih like dan komennya 🥰


Ikuti juga novel terbaru ku