
Sesampainya di rumah Yusuf dan Nissa langsung menuju kamar mereka untuk mengganti pakaian. Sedang Reina juga langsung menuju kamarnya sendiri. Ini pertama kalinya bagi reina menginap di rumah ayah dan nda nya.
Setelah selesai mencuci wajah Nissa langsung keluar dari kamar mandi. "Kok belum pakai baju ayy?" tanya Nissa yang langsung melewati Yusuf begitu saja menuju lemari untuk mengambil baju ganti.
"Arya tadi ngobrol apa sama kamu?" tanya Yusuf penuh selidik. Cemburu sudah pastilah.
"Ehm… dia cuma mau minta nomor hp ku ayy" jawab Nissa bohong. Mana mungkin Nissa membicarakan pernyataan cinta lelaki lain pada suaminya. Nissa takut Yusuf salah paham.
"Beneran?" mode nggak mudah untuk dibohongi.
"Iya" ucap Nissa sambil melepas bajunya.
"Aku nggak percaya" ucap Yusuf yang tiba-tiba memeluk Nissa dari belakang.
"Ck. Aku nggak bohong dia cuma minta nomor hp ku ayy" jawab Nissa namun tangan Yusuf sudah mulai menjalar kemana-mana. Memanfaatkan kesempatan itulah yang harus di junjung tinggi oleh Yusuf. "Ayy Rere ada dirumah"
"Memangnya kenapa? Toh Rere nggak akan denger. Kamar ini kedap suara kalau kamu lupa sayang" bisik Yusuf dan langsung mengangkat tubuh Nissa merebahkan di atas ranjang.
"Ayy jangan sok ngelupa deh, tadi kan Rere bilang sampai di rumah mau masak bareng" ucap Nissa saat Yusuf sudah berada di atasnya.
"Kamu jujur atau nggak akan keluar dari kamar sampai besok pagi" ancam Yusuf.
"Aku harus jujur soal apa ayy?" tanya Nissa lembut sambil membelai wajah Yusuf.
"Arya"
"Kan aku tadi udah jawab kalau Arya minta no…" ucapan Nissa terhenti saat Yusuf ******* bi*birnya. Ciuman yang lembut penuh kasih namun lama kelamaan seolah menuntut hal yang lebih. Nissa mengakhiri ciuman saat ada yang mengetuk pintu.
"Nda… nda…" panggil Reina sambil mengetuk pintu.
"Ayy…" ucap Nissa sambil mencoba mendorong Yusuf.
"Pilihannya ada dua sayang" ucap Yusuf sambil membelai wajah Nissa.
"Nda… Rere tunggu di bawah" teriak Reina karena tidak ada jawaban sejak tadi. "Hisss ayah ini udah tau ada aku disini masih aja ngurung nda di kamar" gerutu Reina sambil menghentakkan langkah kakinya.
Arya kira aku ini sugar baby nya suami ku ayy" ucap Nissa mulai menjelaskan.
"Terus?"
"Ya aku bilang kalau aku bukan sugar baby nya suami aku dan saat aku mau bilang kalau aku sudah menikah tapi belum sempat aku beri tahu kalau aku ini sudah bersuami, suami aku nelpon ayy kalau dia udah di depan" ucap Nissa yang hanya di anggukkan Yusuf dan masih meminta Nissa melanjutkan ceritanya. "Tapi aku sangat bersyukur karena anak aku memberitahu Arya kalau Yusuf Dzuhairi Sucipto itu suami aku" ucap Nissa sambil menarik kedua pipi Yusuf.
Cup
Yusuf mengecup bibir Nissa sekilas. "Jangan pernah sembunyikan apapun dari ku"
"Enggak" elak Yusuf.
"Terus kalau nggak cemburu apa dong namanya? Posesif?" tebak Nissa. Masih semangat ia menggoda suaminya.
"Aku nggak posesif Nissa"
"Terus apa dong"
"Aku cuma jaga-jaga biar kamu nggak lari dari aku. Biar bagai mana pun aku sadar kalau aku sudah terlalu tu…" ucapan Yusuf terhenti saat Nissa meletakkan jari telunjuknya di bibir Yusuf. Nissa tersenyum manis.
"Boleh aku keluar sekarang? kasian Rere ayy nunggu aku"
"Ingat ya ucapan ku tadi"
"Iya ayy. Iyaaaa..." ucap Nissa dan Yusuf langsung merebahkan tubuhnya di samping Nissa. Nissa langsung menarik nafas lega dan langsung bangun lalu merapikan pakaian dan rambutnya. "Aku kebawah dulu ayy" ucap Nissa yang langsung keluar dari kamarnya.
"Apa aku terlalu berlebihan? Apa aku terlalu posesif dalam mencintainya" gumam Yusuf sambil memejamkan mata. "Dia terlalu cantik untuk di biarkan saja bukan? Aku berhak melarangnya" gumam Yusuf lagi yang langsung terlelap.
"Nunggu lama ya?" tanya Nissa sambil mengacak-acak rambut Reina yang tengah menonton tv.
"Nda ih lupa ya kalau ada aku disini" kesal Reina.
"Maaf… ya udah ayo mau masak apa kita" ucap Nissa yang langsung menuju dapur dan diikuti Reina.
"Ada ikan apa aja nda?" tanya Reina saat Nissa membuka freezer.
"Ah bi Asih. Hari ini biar aku sama Rere yang masak bibi kerjakan yang lain aja" ucap Nissa.
"Enggeh bu" ucap bi Asih yang langsung menuju ruang setrika.
"Ini ada ikan gurame, tongkol, udang, cumi-cumi, daging sapi, ayam kampung, kepiting, sama apa ini?" ucap Nissa sambil membolak balik kemasan plastik.
"Emmm… buat gurame asam manis sama cumi-cumi campur udang di balado plus pete kayanya enak nda" ucap Reina sambil membasahi bibir dengan lidahnya. "Sayurnya cah kangkung nda" tambahnya.
"Ok eksekusi"
Bersambung...
Mohon untuk tinggalkan jejak ya 😊 kasih like dan komennya 💋
Kunjungi novel terbaru ku ya🥰