
Yusuf yang melihat Nissa menggunakan baju tidur satin berwarna hitam tak berlengan dan celana pendek di atas lutut pun kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Belum lagi rambut yang tergerai indah dan ter terpa angin malam. Yusuf memang sangat menyukai perempuan berambut panjang seperti milik Nissa.
"Nissa" panggil Yusuf.
"Eh… om" Nissa langsung menatap Yusuf dan mematikan layar ponselnya. Ia tersenyum membuat Yusuf semakin salah fokus.
"Ehm...makan dulu" ucap Yusuf sambil meletakkan nampan di atas meja dan langsung duduk di kursi.
Nissa pun langsung menghampiri Yusuf, memindahkan kursi di hadapan Yusuf. Sengaja Nissa lakukan agar Yusuf dapat melihatnya dengan lebih dekat. Nissa terlalu nekat, padahal jantungnya nggak baik-baik aja.
"Udah gila aku melakukan hal kaya gini. Bagaimana kalau dia menerkam ku" batin Nissa sambil bergidik ngeri membayangkan hal yang itu-itu.
"Kamu ngapain?" heran Yusuf.
"Duduk" ucap Nissa santai dan langsung duduk di kursinya.
"Ngapain harus pindah disini?" Seperti Yusuf nggak nyaman.
"Kan om naro nampannya disini" ucap Nissa sambil menunjuk nampan.
"Kan bisa dia ambil nampannya kenapa harus pindah di depan ku" batin Yusuf. "Ya sudah cepat makan"
"Terima kasih ya om" ucap Nissa menatap Yusuf dan memberikan senyuman yang sangat mengandung gula.
Nissa lalu menaikkan kedua kaki untuk duduk bersila lalu men cepol rambutnya asal sehingga mengekspos leher jenjang dengan kulit putih kemerahan.
Yusuf yang memandangnya pun sampai harus menundukkan pandangannya berusaha menjaga matanya yang liar. Namun karena Yusuf pun adalah laki-laki normal sesekali matanya melihat intens wajah Nissa, leher jenjang, lengan tangan Nissa dan paha yang terekspos karena Nissa duduk bersila sehingga celananya sedikit tertarik ke atas. Tuh kan mubazir kalau gak dipandang.
"Astaghfirullah ini bocah kenapa malah bikin aku panas gini sih" batin Yusuf sambil menarik nafas yang terasa sesak di dada. "kamu nggak kedinginan pake baju kaya gitu Nis?"
Nissa tak menjawab karena sedang menikmati makanannya. Dia hanya menggelengkan kepalanya sehingga Cepol an yang sengaja ia buat kendor pun membuat rambutnya tergerai indah. Berhasil. Tentu saja Nissa bersorak bahagia dalam hati karena ide konyolnya berjalan sesuai rencana. "Duh ganggu aja sih ini rambut" ucap Nissa sok mengeluh sambil berusaha membenamkan rambutnya ke belakang telinga menggunakan lengan tangannya.
"Di ikat dulu Nissa rambutnya"
"Om tolong ikat in rambut ku dong, Nissa males cuci tangan" ucap Nissa sambil menyodorkan tangan kiri nya karena di pergelangan tangan Nissa ada ikat rambut.
Yusuf pun langsung mengambil ikat rambut di tangan Nissa dan berdiri di belakang Nissa. Yusuf mengumpulkan semua rambut panjang Nissa dan langsung mengikat sebisanya. Tubuh Nissa merasa merinding karena sentuhan lembut jemari Yusuf yang menyentuh kulit lehernya itu.
Setelah selesai Yusuf masih tetap berdiri di belakang Nissa tangannya menggenggam erat kursi dan matanya tepat menatap punggung Nissa yang terekspos. Yusuf menelan Saliva nya kasar. Sabar Yusuf sabar.
Nissa pun mendongakkan kepalanya ke belakang menatap Yusuf. Membuat dua pasang netra itu bertemu. "Apa dia sengaja melakukan ini untuk menguji ku?" batin Yusuf sambil terus menatap Nissa.
"Sudah om ngiketnya?" tanya Nissa yang membuyarkan lamunan Yusuf.
"Sudah" ucap Yusuf singkat. Ia langsung melangkah masuk ke kamar.
"Mau kemana om?"
"Mau mandi. Panas" ucap Yusuf sambil menggerakkan tangannya seolah mengipas tubuhnya dan berlalu meninggalkan Nissa.
Nissa pun tersenyum melihat tingkah Yusuf dan sedikit bergidik karena menahan dingin sejak tadi. Secepat kilat ia menghabiskan makanannya karena tidak ingin masuk angin. Dan sesekali menyentuh pipinya yang terasa nyeri.
Setelah selesai membersihkan diri Yusuf langsung keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk melingkar di pinggang dan panjangnya sampai di bawah lutut. Ia sengaja melakukan nya karena ingin membalas Nissa yang tadi telah membuatnya sesak di dada.
Namun sepertinya bukan Nissa yang tergoda melainkan Yusuf yang mendapati Nissa sedang tidur tengkurap sambil membaca buku dan ke dua kakinya bergerak-gerak ke atas dan ke bawah dan menampakkan bentuk tubuh yang seolah melambai mempersilahkan untuk di belai. "Sial" batin Yusuf menarik nafas dalam lalu mengambil pakaian ganti dan langsung beranjak tidur.
"Nissa kalau sudah selesai baca bukunya tolong cepat matikan lampu"
"Siap om"
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰
Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰