NISSA

NISSA
BAB 33 MERESAHKAN



Sudah hampir dua minggu yusuf dan nissa tinggal dirumah baru mereka. Lebih tepatnya rumah yusuf karena bagi nissa dia hanya menumpang untuk tinggal dirumah itu. Sesekali Nampak romantic hanya ketika ada asisten rumah tangga. Mereka melakukan itu untuk jaga – jaga jika sewaktu – waktu wati menanyai mereka perkara hubungan tuan rumah mereka.


Malam sudah semakin larut karena jam sudah menunjukkan 01.00 dini hari. Semua orang sudah pasti tertidur kecuali dua insan pasangan suami istri yang berbeda tempat tidur. Yusuf sendiri sudah pasti rindu dengan tindakan nissa yang selalu mengecup pipinya sebelum tidur atau pun sekedar mengucapkan selamat malam.


Nissa pun demikian, ia seperti merasa rindu dengan tingkahnya yang selalu menggoda yusuf agar tertarik padanya. Dia sendiri merasa gila dengan aksinya sendiri, bagaimana mungkin ia menggoda lelaki yang kemungkinan keduanya tidak saling mencintai.


Nissa menghela nafas kasar sambil terus mengulingkan tubuhnya ke kanan dan kekiri. Akhirnya ia memutuskan bangun lalu mencepol rambutnya asal berniat untuk turun ke dapur. Nissa berjalan perlahan melewati yusuf yang ia kira yusuf sudah lelap terbuai mimpi. karena memang pencahayaan yang temaram.


“mau kemana?” tanya yusuf tiba – tiba.


“astagfirullah om ngagetin tau nggak” ucap nissa sambil mengusap dadanya.


“kamu mau kemana?” tanya yusuf lagi yang bangun dan langsung duduk di tepi ranjang.


“aku mau ke dapur om, haus. Om mau ku buat kan susu seperti biasanya?” tawar nissa.


“boleh” ucap yusuf yang langsung menghidupkan lampu balkon dan langsung membuka pintu balkon.


Tak butuh waktu lama nissa membawa segelas susu jahe tak lupa madu, minuman hangat yang di sukai yusuf. “ini om susunya" ucap nissa sambil meletakkan segelas susu.


Kedua mata yusuf terbelalak melihat penampilan nissa yang sungguh seksi menggunakan gaun malam. Meskipun tidak transparan namun gaun itu Nampak pas sehingga menonjolkan bentuk tubuhnya. Belum lagi dua bulatan cocochip yang meresahkan mata lelaki. Yusuf hanya mampu menelan saliva nya. membuat matanya segar bugar karena rasa mengantuk namun tak bisa terlelap itu hanyut terhembus angin malam seketika itu juga.,


Nissa sendiri yang sepertinya lupa kalau dia tidak menggunakan pakaian dalam pun dengan polosnya bersikap biasa saja. “ om kenapa diam?” tanya nissa sambil berjalan mendekat ke pinggir pagar. saat itu juga pikiran nakalnya langsung berantakan. tolong sadar lah Yusuf.


“ehm… kamu tadi ke dapur dengan pakaian seperti itu?”


“iya” jawab nissa singkat sambil mencium bunga.


“lain kali kalau mau ke dapur pakai baju panjang. Takut tiba – tiba scurity ke dapur mau makan atau minum melihat mu seperti itu”


“iya om” jawab nissa.


Padahal sudah jelas terdapat dapur kecil untuk penjaga jika ingin membuat air hangat atau memasak mie instan.


“kamu dengerin aku nggak sih?”


Nissa menatap yusuf sebentar lalu tersenyum manis namun bagi yusuf itu sangat menggoda. “ denger om denger”


Nissa merenggangkan tubuhnya dengan kedua tangan keatas sehingga gaun malam yang memang tingginya di atas lutut pun tertarik ke atas sehingga memamerkan paha mulus membuat yusuf menelan saliva nya kasar. sungguh membuat nafas Yusuf tercekat. terasa menyesakkan dada.


Yusuf berjalan mendekati nissa yang tengah asik bergeliat kan tubuh berdiri tepat di belakang nissa. “nissa”


“aku mau kamu” ucap yusuf yang tak di mengerti nissa.


“maksud om apa?”


“kamu sengaja menggoda ku kan?”


“eh kapan aku menggoda om” batin nissa. Nissa menggelengkan kepala seolah memberikan jawaban bahwa ia tak melakukan apa yang di tanyakan yusuf.


Yusuf melepas Cepol an rambut nissa membuatnya tergerai dan langsung tertiup angin malam dengan indah. Seperti tengah menari – nari membuat tangan yusuf membelai rambut nissa. Nissa sendiri yang mendapatkan perlakuan tak biasa yusuf pun sedikit menjauhkan kepalanya. Detak jantung nya pun semakin tak beraturan.


Yusuf menarik pinggang nissa hingga tubuh mereka tak berjarak. Nissa yang masih penuh tanya di otaknya pun hanya menunduk. Keduanya berusaha mencoba menenangkan detak jantung yang berdebar. Yusuf membelai wajah nissa dan jari tangannya mengangkat dagu Nissa membuat mereka saling berbalas tatap. Netra mereka begitu inten seperti mencoba mencari sebuah jawaban satu sama lainnya.


Yusuf mendekatkan wajahnya sedangkan nissa langsung memejamkan matanya karena ia pikir akan mendapatkan serangan yang membuat jiwa raga semakin terbakar. “tidurlah, selamat malam”bisik yusuf tepat di telinga Nissa dan perlahan mulai merenggangkan tangannya.


Nissa membuka matanya dan langsung menunduk tak mampu menatap yusuf lagi karena malu. “dasar mesum banget otak ku. Aku kira bakal ngerasain cipokan” gerutu nissa sambil melangkah masuk.


“nissa” panggil yusuf yang mampu menghentikan langkahnya.


“kenapa om?” tanya nissa tanpa membalikkan tubuhnya.


Yusuf melangkah mendekati Nissa dan membalikkan tubuh nissa dan tanpa di duga Nissa karena Yusuf tiba – tiba memberikan kecupan singkat di bibir nissa membuat nissa membulatkan ke dua matanya karena terkejut.


“good night istri” ucap yusuf yang langsung masuk ke dalam kamar.


Deg


“sudah mencuri ciuman pertama ku sekarang apa dia bilang? Istri?” batin nissa yang langsung masuk. “om kok main curi curi ciuman pertama ku sih” ucap nissa tak terima.


“itu bukan ciuman tapi kecupan” ucap yusuf yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“bukanya sama aja?”


“mau kita peragakan bedanya ciuman dan kecupan?” tanya yusuf dengan seringai menggoda.


“isshh…” nissa langsung melangkah sambil menghentakkan kakinya kesal menuju kamarnya. Ia pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.


“om yusuf kenapa sih?” gumam nissa sambil mengingat hal yang baru saja terjadi. “apa dia sudah mulai tertarik sama aku. Om yusuf mulai meresahkan ya bun” batin nissa yang langsung menarik selimut dan lelap terbuai mimpi.


Begitu pun dengan Yusuf yang langsung terlelap tanpa harus berguling ke sana kemari seperti tadi. Sepertinya kecupan tadi menjadi obat tidur bagi ke duanya.