
Nissa, Luna dan Adam sampai di rumah sehabis magrib karena jadwal perkuliahan yang padat. Sedangkan Reina sudah lebih dulu pulang. Meskipun mereka berempat satu jurusan, hanya Reina yang tidak satu kelas dengan om, tante dan ibu sambungnya.
Setelah usai makan malam Nissa, Luna dan Adam sudah janjian akan mengerjakan tugas di ruang keluarga lantai atas.
"Eh mas ada disini?" tanya adam yang melihat Yusuf sedang duduk di kursi singel dan sedang fokus menatap tabletnya.
"Hem..." hanya suara itu yang keluar dari Yusuf tanpa melihat kearah mereka bertiga.
"Kita mau ngerjain tugas disini ganggu mas nggak? Kalau ganggu kita ke bawah aja" ucap Adam.
"Kita di bawah aja lah kuy ah" ajak Nissa.
"Nggak apa, kalian disini saja. Sebentar lagi aku selesai kok" jawab Yusuf yang tetap fokus memainkan tabletnya.
Mereka bertiga pun langsung mengambil posisi duduk. Luna dan Adam duduk berdampingan sedang Nissa di depan mereka yang terhalang meja. Mereka pun langsung membuka laptop mereka masing-masing dan mulai mengerjakan tugas dengan sesekali saling diskusi dan melempar argument.
Nissa dan Adam yang sering kali berbeda opini pun tak jarang saling lempar lemparan kertas yang sudah di buat bola sebagai alat pelampiasan kekesalan di antara ke duanya sedangkan Luna yang lebih banyak diam hanya tersenyum melihat keduanya. Dan sejak tadi Yusuf pun terus memperhatikan kedekatan keduanya.
"Aku ambil buku ku di kamar dulu yang" ucap Luna yang langsung beranjak menuju kamarnya.
"Kamu sih, udah ku bilang jangan ngeyel kenapa" ucap Adam.
"Mana bisa. Tugas kemarin sudah jelas aku yang kerjakan dan kalian berdua asik kencan"
"Tapi kan sebelum kita presentasikan aku udah pelajarin semua"
Nissa mengambil buku dan memukul kepala Adam. "Baca dari mana? Gara-gara kamu usaha ku sia-sia"
"Aduh…" ucap Adam memegang kepalanya. "Hai kalau bukan karena kamu udah jadi mbak ipar ku, aku balas perlakuan mu ini" ancam Adam.
"Balas aja sini kalau berani" tantang Nissa seperti biasanya.
Luna yang baru datang sambil membawa buku pun hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat hal yang sudah sering luna saksikan. "Yang… udah lah. Emang kemarin juga kamu yang salah"
"Kamu nggak bela aku yang?" tanya Adam dengan suara manja.
Nissa memukul lengan Adam dengan buku. "Makanya nggak usah ngeyel. Ayo lun kebawah panas liat dia" ucap Nissa sambil menarik tangan Luna.
Setelah Nissa dan Luna turun, aydam pun langsung membuka buku yang di bawa yluna.
"Apa Luna nggak cemburu liat kedekatan kamu sama Nissa?" tanya Yusuf yang membuyarkan apa yang sedang di pikirkan Adam.
"Nggak dong mas, Luna sudah sangat mengerti dengan kedekatan kita bertiga dan memang itu karakter kita" jawab Adam santai.
"Apa di antara kamu dan Nissa tidak ada yang saling jatuh cinta? Karena persahabatan lain jenis apa lagi sedekat itu nggak menutup kemungkinan ada yang jatuh cinta" tanya Yusuf penuh penyelidikan.
"Mas cemburu? atau iseng interogasi aku" Tanya Adam dengan seringai ide yang sudah cemerlang hinggap di otaknya secara tiba-tiba.
"Istri mu, apa dia baik-baik saja melihat kalian"
"Dia lebih tahu Adam dengan baik mas"
"Maksud mu?" tanya Yusuf. Akhirnya Yusuf terpancing juga oleh Adam.
"Aku dulu pernah menyukai Nissa tapi aku di tolak karena Nissa sama sekali nggak melihat aku sebagai lelaki dan hanya di anggap sahabat" ucap Adam bohong demi mengobarkan api cemburu di hati Yusuf.
Sejak awal mereka bertiga sahabatan adam memang sudah jatuh cinta pada Luna karena sikap Luna yang sabar dan lembut. Jelas berbanding terbalik dengan Nissa. "Itu dulu mas, dan sekarang aku punya Luna kami sangat saling mencintai. Aku bukan lelaki yang harus mengejar cinta perempuan yang sama sekali nggak menginginkan aku" ucap adyam.
"Mungkin saja kalau kamu bertahan dia akan berubah pikiran" ucap Yusuf.
Adam menggelengkan kepalanya. "Mas beruntung mendapatkan Nissa. Meski mas gak mencintai dia setidaknya belajarlah menerimanya mas. Tidak akan ada penyesalan di hati mas Yusuf jika bisa mendapatkan cinta Nissa. mas akan di spesial kan oleh orang yang sangat spesial" terang Adam.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰
Ikuti juga novel terbaru ku ya 😊