NISSA

NISSA
BAB 27 CEMBURU



"Ayo Nissa keburu siang" teriak Adam yang sudah ada di dalam mobil.


"Om, aku berangkat duluan ya" ucap Nissa yang langsung mencium punggung tangan Yusuf. Dan mencium pipi Yusuf. masih sempat-sempatnya dia menggoda Yusuf padahal Sudah kesiangan berangkat ke kampus.


Yusuf yang tengah duduk di kursi depan rumah pun langsung mengabaikan tablet di tangannya dan melihat Nissa yang berlari ke arah mobil. Yusuf langsung berdiri kala melihat Nissa yang duduk di kursi depan.


"Tunggu" teriak Yusuf yang langsung menghampiri Nissa dan Adam.


Nissa langsung memiringkan kepalanya untuk menjauhkan dari kepala Yusuf kala Yusuf memasukkan kepala dan melihat kursi belakang.


"Luna mana?" tanya Yusuf.


"Luna nggak berangkat mas.hari ini nggak ada jam kuliah, Kami cuma ngumpulin tugas lalu latihan taekwondo" jawab Adam.


"Rere?"


"Rere tadi sudah berangkat duluan sama sopir mas"


Yusuf langsung membuka pintu mobil dan menarik tangan Nissa keluar mobil. "Kamu biar aku yang antar. Dam cepat berangkat"


"Biar Nissa sama aku aja mas toh kita sekampus, sekelas juga" terang Adam sengaja.


"Adam" pekik Yusuf menahan amarahnya.


"Ok... ok... aku dulu an ya mbak ipar. bye..." Adam melambaikan tangan.


Adam pun langsung mengemudikan mobilnya sambil tersenyum melihat air muka Yusuf tadi saat cemburu. Tentu saja itu rasa cemburu Yusuf yang belum disadarinya. "Sepertinya ucapan ku kemarin berhasil membuat mas Yusuf cemburu" gumam Adam.


Yusuf sendiri langsung menuju mobilnya yang tengah di bersihkan oleh sopir pribadinya. "Pak, saya bawa dulu mobilnya. Saya antar istri saya dulu. Bapak monggo sarapan"


"Njih pak"


Deg


"Istri! Dia nggak lagi kesurupan jin mana nyebut aku istri" batin Nissa. "ya meskipun aku memang istrinya hahaha istri yang berusaha menggoda suami" tambah Nissa dalam hatinya.


Yusuf langsung membuka pintu dan langsung menyuruh Nissa masuk. Nissa hanya mengikuti saja tanpa perlawanan. Yusuf pun langsung mengendarai mobil nya.


"Om, biar aku naik ojek online aja dari pada om nanti kesiangan kerjanya" ucap Nissa memecah keheningan karena Yusuf hanya diam saja.


"Sudah diam sebentar lagi juga sampai"


"Om kenapa sih dari tadi manyun terus?" tanya Nissa usil.


"Lain kali kalau kamu ke kampus hanya berdua dengan Adam lebih baik kamu minta antar sopir atau aku" ucap Yusuf.


"Lah kenapa, toh kita satu kampus"


"Aku nggak mau kalau nantinya terjadi suatu masalah diantara Adam dan Luna"


"Maksud om?"


"Aku nggak mau perasaan adam tiba-tiba berubah memilih kamu lagi"


"Stop om" spontan Yusuf menepikan mobil ke pinggir jalan karena Nissa meninggikan suara. "Om pikir aku perempuan seperti apa yang tega merusak kebahagiaan sahabat ku sendiri"


"Tapi bisa saja kan Adam jatuh cinta lagi sama kamu apa lagi kedekatan kalian seperti intens sekali"


Nissa yang mengingat obrolannya bersama Adam dan Luna pun ingin tertawa tapi sengaja ia tahan karena sebisa mungkin harus tetap marah. "Om kalau cemburu kira-kira juga dong" gertak Nissa penuh percaya diri.


"Bukan itu maksud ku"


Yusuf pun langsung mengendarai mobilnya lagi sampai di depan kampus. "Kamu pulang jam berapa?" tanya Yusuf.


"Jam 3"


"Nanti aku jemput"


"Nggak perlu aku bisa naik ojek online" ucap Nissa yang langsung keluar mobil. Nissa berusaha untuk marah karena ucapan Yusuf tadi walau dalam hatinya meronta ingin ketawa lepas.


Yusuf hanya menatap punggung Nissa hingga tak nampak lagi di kedua netra nya. Nissa sendiri pun akhirnya melepaskan tawanya yang sejak tadi ia tahan di dalam mobil.


"Berhasil" ucap Adam yang mengejutkan Nissa.


"Iya dong" ucap Nissa sambil menepuk kan telapak tangan kanannya dengan telapak tangan kanan Adam.


"Mantap. Untung waktu itu aku punya ide cemerlang buat ngarang cerita" ucap Adam sambil melangkah kan kaki menuju kampus.


"Emang jenius kamu ngerjain mas mu sendiri" ucap Nissa.


Sekitar pukul 14.30 WIB Nissa sudah keluar kampus. Sambil terus melangkah menuju keluar kampus Nissa pun tak lupa memesan ojek online untuk segera pulang. Adam yang tadi lebih pulang terlebih dahulu karena ia malas latihan taekwondo.


"Mbak Nissa ya?" tanya ojek online yang baru saja menghampiri Nissa.


"Iya pak"


"Ini mbak helmnya" bapak ojek online mengulurkan pelindung kepala dan Nissa langsung menerimanya.


Nissa yang akan memakai pelindung kepala pun tiba-tiba terkejut karena tangannya di tarik seseorang dari belakang hingga ia menghadap ke orang yang tanpa permisi langsung memutar tubuhnya itu.


"Om" ucap Nissa.


"Kan udah ku bilang kalau aku jemput" ucap Yusuf sambil mengambil pelindung kepala yang akan di gunakan Nissa.


"Tadi kan aku udah bilang pulang naik ojek online jadi om gak repot jemput aku. Nih aku juga kan sudah terlanjur memesan ojek online om"


"Maaf pak, Nissa nggak jadi naik ojeknya. Berapa ongkosnya?" tanya yusuf.


"Eh ndak perlu pak kalau memang nggak jadi" ucap pak ojek online.


Yusuf mengambil dompet dan mengambil selembar uang bergambar presiden pertama Indonesia dan langsung memberikan ke pak ojek online.


"Pak ini terlalu banyak" ucap pak ojek online menolak sambil mengulurkan selembar uang. "Lagi pun kalau memang nggak jadi nggak usah bayar pak"


"Nggak apa-apa pak. Anggap saya lagi berbagi rezeki"


"Masya Allah pak terimakasih semoga rezeki bapak berlimpah dan berkah"


"Aamiin" ucap Yusuf. " kalau begitu kami permisi pak " ia langsung menggeret Nissa menuju mobil.


Di tengah perjalanan Nissa heran kenapa arah perjalanan mereka menuju ke rumah orang tuanya.


"Om kenapa nggak pulang ke rumah dulu tas yang mau aku bawa bagaimana?"


"Sudah aku bawa. Don't worry!"


Tak lama berselang Nissa dan Yusuf sampai di kediaman Jumiasih dan Jaya. Mereka di sambut hangat dan bahagia. Terlebih lagi Amira yang sangat merindukannya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️