NISSA

NISSA
BAB 16 SARAPAN



Sekitar jam 05.30 pagi Nissa baru saja terbangun setelah melihat jam dinding. Nissa langsung buru-buru ke kamar mandi lalu menjalankan ibadah sholat subuh. Setelah itu Nissa langsung segera turun menuju dapur sambil membawa teko dan gelas kotor. Di dapur ada mak Ipah dan kedua asisten lainnya.


"Pada kemana sih mak kok sepi banget?" tanya Nissa sambil mengambil air putih lalu duduk untuk meminumnya.


"Ibu lagi di taman belakang non. den Yusuf olah raga dan den Adam sama non Luna belum turun" jawab Ipah yang hanya di anggukan Nissa.


"Mak Ipah masak apa? Ada yang bisa Nissa bantu?"


"Sampun beres non, tinggal di sajikan" Nissa hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke halaman depan.


Sambil menghirup udara dan merenggangkan tubuh bergerak ke kiri dan ke kanan. Nissa menarik nafas dalam-dalam. "Segarnya" gumam Nissa.


Tiba-tiba ikat rambutnya putus membuat rambutnya tergerai sempurna. "Sasar karet pake acara putus segala" omel Nissa yang langsung mengumpulkan seluruh rambutnya. Sambil menguap nissa membalikkan badan tangganya sibuk membuat rambutnya ter cepol asal. "Om" ucap Nissa terkejut melihat Yusuf yang entah sejak kapan berada di belakangnya.


"Baru bangun?" tanya Yusuf yang langsung duduk di teras rumah. Nissa hanya mengangguk saja.


"Pagi mbak ipar" sapa Adam yang baru keluar dengan suara khas orang bangun tidur.


"Mbak mbak mbak, siapa mbak mu?" tiada hari tanpa bikin kesal Nissa. Baik Adam dan Luna tabiatnya sama.


"Ya kamu lah kan sekarang kamu sudah jadi istri mas Yusuf otomatis jadi mbak ku"


"Eh iya… mana Luna?"


"Nggak bisa bangun hahaha" tawa adam blak-blakan dan menggelegar. Adam memperhatikan keduanya dengan pandangan yang entah apa artinya.


Nissa mengernyitkan dahinya bingung. "Kenapa? Luna sakit?" tanya Nissa polos dengan wajah serius bertanya.


Sehingga membuat Adam tertawa terbahak-bahak sedangkan Yusuf mengulas sedikit senyum di bibirnya. "Yah namanya habis olah raga. Emang kamu semalam nggak…" ucapan Adam terhenti saat ia menatap Yusuf.


Hanya dari sorot mata Yusuf saja Adam sudah merasa di intimidasi jika mengucapkan hal-hal yang tidak seharusnya. Emang butuh rem cakram si Adam.


Yusuf pun langsung beranjak meninggalkan Nissa dan Adam menuju kamar untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian Nissa juga memasuki kamar ia melihat Yusuf sudah rapi dengan pakaian kantornya. Tanpa menyapa Nissa langsung mengambil pakaian ganti dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah sekitar 15 menit Nissa keluar dari kamar mandi menggunakan celana jeans warna coklat dan kaos oblong warna hitam. Dilihatnya Yusuf duduk di tepi ranjang sambil terus memainkan tablet nya.


"Kenapa masih disini sih?" batin Nissa. Ia pun langsung menuju meja rias dan langsung membuka Cepol rambutnya dan langsung menyisir rambutnya kemudian di ikat khas Nissa. Kemudian Nissa menggunakan skincare, meskipun tomboi tapi Nissa tetap merawat tubuhnya layaknya perempuan lainnya meskipun hanya ala kadarnya. Hal itu tak luput dari curi-curi pandang Yusuf yang melihat aktifitas Nissa.


"Om aku turun duluan"


"Hem..."


Nissa pun langsung berlalu meninggalkan Yusuf. "Hei kuncir kuda" sapa Adam yang baru keluar kamar secara bersamaan.


"Luna mana? dia beneran sakit?" tanya Nissa sambil terus berjalan menuruni tangga yang di ikuti Adam sedangkan tak jauh dari mereka Yusuf nampak memperhatikan keduanya.


Adam menggelengkan kepala. "Da lagi mandi. Eemm… ngomong ngobrol semalem kamu sama mas Yusuf nggak wik wik?" tanya Adam serius dia penasaran sejak tadi.


"Aduhhh… sakit tau" keluh Adam sambil mengusap lengannya. Kemudian dengan sengaja Adam menarik rambut Nissa.


"Aduuuhhh… ih kamu kurang ajar sama orang tua"


"Sejak kapan kamu jadi orang tua, punya anak juga belom hahahaha"


"Wah ngelunjak anak ini. jangan sok ngelupain aku udah jadi mbak ipar mu sekarang" ucap Nissa sambil mengejar adyam yang berusaha kabur dari tendangan Nissa.


"Se akrab itu mereka. Sekilas bahkan nampak serasi juga, apa di antara mereka nggak ada yang menyimpan perasaan lebih?" batin yusuf sambil terus melangkah menuju ruang makan.


"Pagi bun" sapa Yusuf pada Wati.


"Pagi sayang"


"Pagi mas" ucap Adam dengan wajah yang masih merasa bersalah pada Yusuf dan tangannya terus menata makanan untuk di bawa ke kamar. Meskipun dulu Yusuf melakukan hal itu di luar pernikahan namun Yusuf paham akan hal tabu yang selalu dirasakan oleh pasangan yang pertama kali melakukannya.


Yusuf pun langsung duduk dan Adam langsung permisi untuk sarapan di kamar bersama Luna. Nissa yang baru saja melihat taman di belakang rumah pun langsung duduk di hadapan Yusuf.


"Nissa duduknya di sebelah Yusuf nak" pinta Wati.


"Baik bun" dengan ragu Nissa pindah duduk di sebelah Yusuf.


"Ya sudah ayo kita makan" ucap Wati yang langsung lebih dulu mengambil nasi goreng. Yusuf langsung menyenggol tangan Nissa dengan sikunya memberikan kode.


"Apa aku harus mulai membuat drama" batin Nissa.


Setelah Wati selesai mengambil nasi goreng, Nissa pun dengan sigap berdiri dan mengambil piring di hadapan Yusuf dan langsung mengisi piring dengan nasi.


"Kurang nggak om?" tanya Nissa.


"Cukup" jawab Yusuf singkat.


"Mau lauk apa?"


"Ayam goreng sama timun" ucap Yusuf dan dengan sigap Nissa mengambil permintaan Yusuf lalu meletakkan piring di depan Yusuf. "Terima kasih" ucap Yusuf tanpa melihat Nissa sedang Nissa hanya mengangguk. Wati yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰


Ikuti juga novel terbaru ku