
"Adam, Lun aku pulang duluan ya" ucap Nissa sambil mengemasi bukunya.
"Kenapa nggak sekalian nanti ku antar" ucap Adam.
"Nggak usah. Lagian pesanan ojol udah di depan. Kalian cepet nikah jangan pacaran terus"
"Kita juga maunya gitu"
"Ya udah, aku tunggu undangannya sampai ketemu besok ya. Eh tante, Nissa pamit pulang duluan ya tan" Ucap Nissa sambil menyalami tangan Wati.
"Makan malem bareng dulu ya, sekalian tante kenalin sama anak tante" ucapan Wati seketika membuat air muka Nissa bingung. "Ayahnya Reina" tambah Wati.
"Ohhh… tapi maaf ya tante Nissa harus pulang cepat. Lagi pula ojol pesanan Nissa udah nungguin di depan.
"Oh… kalau begitu hati-hati ya nak"
"Iya tante"
Nissa pun langsung berlalu pergi setelah mengucap salam. Dan Wati pun menyungging senyumnya sambil memikirkan sesuatu.
Yusuf yang telah selesai menyegarkan diri pun langsung beranjak ke kamar Reina. Setelah duduk di tepi ranjang Yusuf mengusap kepala Reina hingga membuat Reina terusik dan mulai membuka matanya.
"Ayah" gumam Reina sambil mengusap matanya.
"Apa Rere mimpi ayah" gumamnya lagi.
"Rere bangun yuk. Nggak kangen sama ayah" Reina pun langsung membuka matanya lebar.
"Ayaaahhh" ucap Reina yang langsung memeluk Yusuf. "Kapan ayah pulang? Kok nggak kasih tahu Rere dulu. Rere kangen sama ayah”
"Ayah juga kangen makannya ayah pulang"
"Jadi ayah pulang buat Rere"
"Iya tapi sambil kerja juga" jawab Yusuf yang membuat air muka Reina berubah kecewa. "Jangan marah dong. Nanti habis magrib mau jalan-jalan ke mall?" tawar Yusuf merayu putrinya.
"Janji"
"Janji. Ya sudah cepet mandi terus kita makan sama sama ayah udah laper"
Setelah hampir setengah jam menunggu Reina di ruang makan akhirnya yang di tunggu muncul juga.
"Namanya juga cewek mandi ya pasti lama lah om, ya nggak Luna?" tanya Reina yang hanya di balas anggukan dan senyuman. Reina pun langsung duduk di dekat ayahnya.
"Sudah ayo makan. Ayah sudah kelaparan nungguin kamu Re"
Yusuf pun langsung mengisi nasi di piring Wati lalu piring putri kesayangannya.
"Bunda mau lauk apa?" tanya Yusuf sambil melihat semua menu kesukaannya.
"Bunda ambil sendiri saja, kamu urus anak manja mu dulu"
"Oma… Rere tu nggak manja tapi kangen ayah"
"Halah manja" celetuk Adam yang membuat Luna pun tertawa melihat keluarga yang hangat ini.
Setelah makan bersama selesai segera mak Ipah mengeluarkan pudding jagung kesukaan Yusuf dan Reina. Sedangkan Adam dan Luna asik memakan anggur.
"Eemm enak ya yah pudingnya" celetuk Reina sambil terus menikmati pudding.
"Iya enak banget bun. Resep baru ya bun agak beda rasanya unik" ucap Yusuf sambil terus menikmati pudding.
"Iya itu resep baru" ucap Wati sambil menyungging senyuman dan tampak memikirkan ide-ide cemerlangnya.
"Kapan kalian nikah?" tanya Yusuf sambil menghabiskan pudding.
Luna yang mendengarnya pun hampir tersedak minuman yang tengah ditenggak.
"Maunya sih secepatnya" jawab Adam sambil melirik ke arah Wati.
"Jangan kelamaan pacaran kalau sudah cocok langsung nikah. Belajar dari pengalaman" ucap Yusuf menatap tajam Adam. Adam yang memang sudah paham maksud Yusuf pun langsung mengangguk.
Lagi pula siapa pun pasti juga ingin segera menikah kalau sudah merasa cocok dengan pasangan kita saat ini. Namun apalah dayanya Adam yang mendapat larangan menikah sebelum Yusuf menikah lagi.
Semua orang juga tahu kalau itu tidak mungkin tapi Adam yang sudah punya rencana untuk mengelabuhi keluarganya pun akan di jalan kan tepat karena Yusuf pulang ke kota Malang.
Bersambung...
Yang baru mampir buka bab 78 baby Zen untuk melihat visual Yusuf, Nissa dan yang lainnya.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ ikuti akun author juga ya 🥰