
Setelah usai mata pelajaran kuliah reina yang sudah di tunggu nissa, adam dan luna di kantin pun langsung bergegas menuju kantin. Saat menuruni anak tangga reina tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Bug
“aww” pekik reina hingga tubunya seakan ingin terjatuh namun beruntung orang yang bertabrakan dengan reina seakan sigap menangkap tubuh reina. Reina yang mendapatkan pertolongan sehingga ia masuk dalam dekapan seseorang dengan wangi tubuh yang sangat maskulin pun langsung mendongakkan kepalanya. “kak arya”
“reina” ucap arya langsung mengendurkan pelukannya.
“kakak ngapain disini?”
“aku kesini ketemu sama temen ku. Jadi kamu kuliah disini?”
“iya. Duh senangnya kita bisa ketemu lagi. Oh iya kak sudah makan siang?”
“belum”
“ke kantin yuk sekalian aku kenalin sama om aku” ajak reina yang langsung menggeret arya mengikutinya.
Sesampainya di kantin reina langsung mengedarkan penglihatannya ke setiap sudut kantin hingga netranya melihat adam dan luna. Reina pun langsung menuju ke arah adam dan luna berada.
“om” ucap reina.
“eh re… kamu sama siapa?”
Reina langsung mengajak arya duduk di sampingnya. “om tante kenalin ini kak arya yang nolongin rere dulu saat…” ucap reina terputus saat mengingat perlakuan ray padanya. Kalau dulu tidak ada arya yang menolongnya entah apa yang akan terjadi padanya.
“adam”
“luna, istri adam” ucap luna sedang adam langsung melingkarkan tangannya ke bahu luna.
“arya”
Ucap mereka sambil bergantian berkenalan.
“ini yakin om kamu re?” tanya arya tak percaya.
“iya lah masa bohong. Om adam ini adik ayah aku jaraknya terlalu jauh makanya aku punya om yang masih muda dan keren” bangga reina. “ nda dimana om?” tanya luna.
“nissa lagi ke toilet”
Tak berselang lama nissa pun langsung menghampiri sekumpulan yang tengah berbincang itu.
“nah kak arya kenalin ini ndak nya aku” ucap reina yang membuat arya menatap nissa.
“kamu” ucap arya dan nissa bersamaan dan saling menunjuk.
“kalian sudah saling kenal?” tanya reina heran.
“belum” jawab nissa dan arya bersamaan. .
“kok jawabnya bisa kompak gini” ucap reina.
“mungkin ini tanda jodoh” celetuk arya yang membuat tiga perempuan dan satu pria itu pun terkejut akan ucapan arya. “arya” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
“nissa” ucap nissa menjabat tangan arya. Nissa yang melihat raut wajah reina berubah pun langsung memberi kode pada luna agar memberi pengertian pada reina nanti.
Sejak awal reina mendapat pertolongan arya. Ia selalu berusaha mecari keberadaan arya karena merasa tertarik akan kebaikan hati yang di miliki arya. Namun kini sepertinya ia harus kecewa karena tatapan arya seolah tertarik pada nissa. istri ayahnya, bundanya.
“eh…” belum memberi jawaban ponsel nissa berdering sehingga nissa segera mengambil ponsel di dalam tasnya dan melihat siapa yang menelponnya. Nissa tersenyum manis saat nama “om bojo” tertera di layar ponselnya.
“hello om”.
…
“aku masih di kantin sama rere, adam dan luna”
…
“aku kok nggak di sebut” batin arya.
“om udah di depan. Tumben jemput” ucap nissa bahagia. Wajahnya Nampak berbinar.
…
“ok, aku keluar sekarang”
Sambungan telepon pun berakhir. “dam, lun, aku pulang duluan ya”
“seneng banget sih. Yang mas yusuf sweet kan” ucap luna menggoda nissa.
“udah kelamaan puasa sekali masuk perangkap pasti nggak ada puas tuh ngajak *** ***. Makannya sekarang di jemput” celetuk adam membuat arya mengerutkan dahinya.
“sembarangan” ucap nissa sambil memberikan tinjuan di lengan adam. “ Rere mau ikut pulang nggak?” tawar nissa.
“nggak nda. Rere nggak mau ganggu” ucap reina sambil mengedipkan matanya.
“aku permisi ke toilet dulu ya” ucap arya yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka.
“ya udah ya aku duluan bye…” ucap nissa yang langsung pergi dengan sedikit berlari agar sampai ke depan dimana yusuf sedang menunggunya.
Sesampainya nissa langsung menghampiri yusuf yang berdiri di luar mobil. Nampak yusuf bersandar di pintu mobil dengan pakaian formalnya dan menggunakan kacamata hitam serta tangan yang ia masukkan ke saku celananya.“maaf om nunggu lama ya?”
“lama dan kamu bikin aku kepanasan disini” ucap yusuf sambil menarik pinggang nissa.
“om jangan kaya gini di depan umum. Kan malu”ucap nissa sambil berusaha mendorong dada yusuf agar jarak mereka sedikit renggang. Namun bukanya berjarak yusuf semakin mempererat pelukannya.
“om”
“kenapa harus malu aku kan suami mu” bisik yusuf lalu mengecup pipi nissa. kemudian yusuf membukakan pintu mobil. “ayo kita cepat pulang. Kamu harus membayar karena membuat ku menunggu dan kepanasan” celetuk yusuf.
“lagian siapa juga yang nyuruh jemput biasanya juga pak sopir. Lagian udah tau di luar panas ngapain keluar dari mobil. Mau pamer tampang biar banyak yang naksir gitu?” gerutu nissa.
Yusuf yang hanya mendengar unek – unek nissa pun langsung melajukan mobil.
Sedangkan sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan nissa dan yusuf pun merasa heran akan sikap mesra yang terjadi di depan matanya.
free bab ya... sampai babai, lanjut besok lagi ya😘
good night 🥰