
Info ya : Anak Nissa dan Yusuf saya ganti namanya jadi Zain Dzuhairi Sucipto dipanggil baby Zen. Maaf jika terjadi ketidaknyamanan 🙏🙏🙏
Happy reading all...
Pagi itu Yusuf mengajak Nissa dan Zen ke taman dekat rumah mereka untuk sekedar olahraga seperti kebiasaan yang telah mereka lakukan. Sesampainya di taman Nissa mengajak Zen berkomunikasi. Nampak bayi kecil yang kini berusia tiga bulan itu menanggapi ucapan bundanya. Nissa. Sedangkan Yusuf setelah mengitari taman sebanyak tiga kali kini ia nampak sedang menggerakkan beberapa anggota tubuhnya dengan gerakan senam tak jauh dari posisi Nissa dan anaknya.
Banyak gadis yang berlalu lalang melihat ke arah Yusuf yang nampak hot dengan badan atletisnya serta wajahnya yang berkeringat menimbulkan kesan seksi membuat yang melihatnya ingin terus menatap Yusuf.
"Wajahnya familiar ya? kaya pernah lihat di televisi" bisik seseorang.
"Iya. Mana ganteng banget" puji yang lain.
"Udah ada yang punya belum ya?”
"Aku mau yang model begituan"
"Hot daddy banget”
"Iya. Biar jadi kisah nyatanya versi novel"
"Iya. Kaya yang judul novel 'HUJAN, Beri Aku Cinta'"
"Duda emang bikin resah ya" (Tokoh Arjuno Andrewiyoko itu duda ya)
"Ajak kenalan aja yuk"
Nissa nampak geram melihat banyaknya wanita yang menatap kearah suaminya. Belum lagi bisik-bisik tetangga dari beberapa orang yang terdengar jelas di telinganya. Itu mah bukan bisik-bisik kalau Nissa aja denger.
Nissa langsung mengangkat baby Zen dan menggendongnya lalu ia segera melangkah kearah suaminya. Yusuf.
"Ayy, nah gendong Zen" ucap Nissa yang langsung menghentikan kegiatan Yusuf.
"Sayang badan ku masih keringatan, jorok. Mana boleh aku gendong jagoan ku. Kasian bujang kecilku jadi ikut bau juga"
"Alah bilang aja ayy biar kelihatan pria singel biar menyegarkan itu mata perempuan" kesal Nissa. Jelaslah Nissa kesel secara terang-terangan sekumpulan para perempuan mengagumi suaminya. Padahal jaraknya dengan Yusuf nggak jauh-jauh amat. Apa perlu dipunggung Yusuf dikasih tulisan 'SUAMI NISSA'.
Yusuf mengedarkan pandangannya. Nampak banyak perempuan yang menatap kearahnya. Ada beberapa yang melambaikan tangan dan ada juga yang tersenyum menggoda kala Yusuf melihat sekitar.
"Istri ku cemburu" batin Yusuf tersenyum menatap Nissa yang tengah uring – uringan. Wah bangga dong Yusuf pagi-pagi begini udah dicemburui sama istrinya yang cantik ini.
"Ngapain senyum-senyum" sungut Nissa marah. Gimana nggak marah orang istrinya lagi cemburu eh suaminya dengan wajah nggak berdosa malah memberinya senyuman menggoda.
"Ya udah, Zen sama ayah yuk" ucap Yusuf sedikit lantang agar suaranya terdengar di sekitar. "Nda, taro Zen di kereta bayi biar ayah yang jaga jagoan ayah" ucap Yusuf sambil menarik pinggang Nissa posesif. Agar semua mata yang menatap kearah mereka tahu bahwa ada yang memilikinya.
Nissa menurut dan menatap sinis kearah perempuan yang menatap suaminya membuat mereka semua bubar barisan jalan.
"Ayy sengaja kan ngajakin kita kesini terus senam sendiri biar dikira bujangan" oceh Nissa masih nggak terima sambil meletakkan Zen dalam kereta bayinya.
"Kalau aku ingin dilihat bujangan harusnya aku kesini sendiri sayang" ucap Yusuf sambil mengusap pucuk kepala Nissa gemes. Keimutan Nissa langsung naik level tinggi kalau lagi cemberut begini.
"Bener juga sih" batin Nissa namun dia masih dengan egonya. "Tetep aja ayy, aku marah pokoknya" ancam nissa. Marah kok ngasih informasi aktual Nissa... Nissa...
"Ya Allah istri ku, marah kok laporan" ucap Yusuf sambil mendorong kereta bayi dan meninggalkan Nissa dengan senyum diwajahnya. "Zen nanti nggak boleh ngambekkan kaya nda ya" ucap Yusuf yang masih terdengar jelas ditelinga Nissa.
"Dasar suami, istrinya marah malah di tinggalin" gerutu Nissa sambil melangkah cepat mengejar Yusuf.
.
.
.
"Kamu nggak capek Re. seharian kerja dan sekarang malah mau tidur bareng sama Zen?" ucap Nissa sambil mengasi Zen.
"Capeknya hilang kalau udah sama Zen nda" ucap Reina sambil mengusap pipi Zen yang masih nampak kuat menyedot asi.
"Nanti kalau Zen bangun antar ke kamar aja ya" perintah Nissa.
"Nggak usah Nda, kasih susu seperti biasanya aja lah ya" cap Reina. Zen memang tetap di sambung dengan susu formula namun itu pun jarang. "Sekalian Rere latihan jaga bayi" Reina menjeda ucapannya. "Sekalian biar aku sama Zen punya adik lagi" ucap Reina menggoda Nissa tanpa dosa. Dan saat itu juga Nissa menyentil kening Reina keras.
"Aww... sakit Nda" Reina terus mengusap jidatnya.
"Lagian sekate-kate kalau ngomong" ucap Nissa kesal. Sejujurnya Nissa sangat trauma dengan kejadian itu. Apalagi saat teringat ia tak sadarkan diri selama dua Minggu itu. Nissa takut jika hal itu terulang lagi. Sedangkan ia berharap umur panjang membesarkan Zen, melihat Reina menemukan calon pasangan hidup dan Tua bersama suaminya, Yusuf.
"Satu lagi ya Bun yang kaya Zen gini" ucap Reina sambil memainkan kedua alisnya naik turun dan menatap Nissa. Tengil juga Reina ini lama-lama.
"Ogah"
"Ayo lah Bun ya ya ya"
"Mending kamu kasih aku cucu Re, biar viral aku jadi nenek cantik"
"Hah... masih ku usahakan Nda" ucap Reina setelah menghela nafas.
"Sudah ada calonnya?" tanya Nissa. Penasaran juga akhirnya.
"Belum nda"
"Masih belum move on dari Arya?" tebak Nissa telak. Tepat sasaran.
Reina terdiam sesaat. "Aku nggak mungkin kan nda nunggu dia jatuh cinta sama aku sedangkan aku tahu jelas kak Arya suka dengan…" ucap Reina terhenti dan menatap Nissa. "Bodoh banget dia mencintai seseorang yang nggak bisa dia gapai. Lagian sekarang aku lebih ingin bertemu seseorang yang jatuh cinta sama aku. Akan lebih mudah membalas cinta orang yang jelas mencinta aku kan nda?" terang Reina.
"Kamu benar. Tapi jangan lakukan itu dengan terpaksa. Kalau urusan hati itu soal beda Rere"
"Buktinya nda dulu juga bisa buat ayah jatuh cinta dan sekarang nda dan ayah bahagia. Padahal dulu di antara nda dan ayah nggak ada cinta"
"Bener juga" ucap Nissa sambil meletakkan Zen yang sudah selesai asi. "Sudah malem kamu tidur gih, biar nanti kuat di kerjain Zen”ucap Nissa.
"Iya nda. Good night nda" Ucap Reina mencium pipi Nissa.
"Good night sayang" balas Nissa yang langsung keluar meninggalkan kedua anaknya.
Meskipun Nissa dan Reina seumuran. Dan meski Nissa nampak seperti adik untuk Reina karena parasnya yang imut, namun Reina justru nyaman dengan Nissa karena sifatnya yang keibuan. Dan sejak kehadiran Nissa membuatnya semakin dekat dengan Yusuf, ayahnya.
Reina menatap Zen yang sudah lelap. "Kita orang yang beruntung loh dek punya ayah sama Nda" ucap Reina sambil merebahkan tubuhnya di samping Zen.
"Ku harap suatu saat nanti aku bertemu orang yang tepat" Batin Reina sebelum akhirnya ia ikut terlelap bersama Zen.
Bersambung...
Ya gimana Nissa nggak ngambek coba kalau laki seganteng ini dilirik sama perempuan lain. Kan ceritanya dia milik Nissa.
...Mohon tinggalkan jejak ya, kasih like dan komennya 🥰 tab favorit ❤️ follow akun author juga boleh banget 😘 di kasih vote atau hadiah seriusaaannn nggak nolaaakkk🥰 selamat pagi dan selamat beraktifitas ❤️...
Jangan lupa mampir ke HUJAN, BERI AKU CINTA ya ikuti kisah cintanya Zantisya dan Arjuno 🥰