NISSA

NISSA
BAB 43 KAMAR KITA



Saat setelah solat isa yusuf dan nissa memutuskan pulang ke rumah mereka. Meski pun wati dan reina berharap keduanya bermalam dirumah wati namun yusuf sudah memutuskan untuk tetap pulang.


Saat sudah memasuki halaman rumah mereka, nissa langsung terlebih dulu keluar dari mobil. Nissa langsung masuk kedalam rumah.


“bu nissa sudah pulang?” tanya bi asih.


“iya bi. Nissa ke kamar dulu ya”


“mau bibi buatkan sesuatu bu?”


“nggak usah bi, kami sudah makan malam di rumah bunda” ucap nissa yang langsung pergi ke lantai atas.


Nissa langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Sedangkan yusuf langsung memasuki ruang kerjanya. Yusuf langsung mengambil ponsel di dalam sakunya dan langsung mengangkat telepon dari sekretarisnya.


“halo siti”


“halo pak, maaf saya mengganggu istirahat . Sedari kemarin utusan dari perusahaan xxx menanyakan soal acara yang ingin mereka produksi itu pak”


“tolak saja siti. Aku sungguh tidak tertarik dengan ide acara yang ingin mereka garap”


“baik pak”


Yusuf langsung menghela nafas kesal. Dan langsung mengecek email dalam tablet nya. Hingga saat jam menunjukkan pukul 22.00 yusuf memasuki kamarnya. Ia melihat ranjangnya yang kosong.


“apa dia masih mau tidur dengan terpisah setelah semua yang terjadi?” batin yusuf langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah berganti dengan pakaian tidur yusuf langsung memasuki kamar nissa dan merebahkan tubuhnya di samping nissa.


Yusuf memandangi wajah nissa yang Nampak lelap dalam mimpi. Yusuf membelai dan menciumi wajah nissa hingga sang pemilik merasa terusik oleh perbuatan yusuf.


“om ngapain disini?” tanya nissa saat kedua matanya terbuka sempurna dan melihat yusuf ada di hadapannya sambil memeluknya.


“tidur” jawab yusuf singkat.


“tapi ini kan kamar ku om”


Yusuf hanya diam dan memandang nissa membuat tatapan itu seolah mengintimidasi nissa.


“aku ke kamar mandi dulu om” ucap nissa yang langsung bangun dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah sekitar 15 menit nissa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. Ia berdiam diri menatap tubuhnya di depan cermin. Lehernya dan dadanya sudah tak semulus biasanya karena jejak kemerahan masih terlihat nyata belum lagi di punggungnya.


“kenapa senyum – senyum sendiri?” tanya yusuf mengagetkan nissa.


“eh om. Sana masuk ke kamar nissa mau ganti baju” usir nissa sambil menyilangkan ke dua tangannya di depan dada.


Bukannya masuk ke dalam kamar namun yusuf melangkah mendekati nissa. “om mau apa?”


Yusuf langsung memeluk nissa dari belakang saat nissa akan menghindarinya. Yusuf membawa nissa berdiri di depan cermin. “ tatap aku nissa” bisik yusuf tepat di dekat telinganya kemudian ia memberikan beberapa kecupan di leher nissa membuat nissa seolah tersengat listrik membuat jantungnya seakan ingin melompat keluar dari tubuhnya.


Perlahan nissa membuka kedua matanya. Mereka saling menatap dari pantulan cermin di depan keduanya. Hening tanpa bicara hanya mata mereka seolah menyiratkan cinta yang ingin mereka ungkapkan.


“mulai sekarang kita tidur di kamar kita”ucap yusuf sambil menggendong nissa memasuki kamar utama mereka. Dan langsung merebahkan tubuh nissa yang masih terlilit handuk di atas ranjang. Yusuf langsung mengungkungi nissa seolah tak akan membiarkan istrinya pergi dari kamar itu.


“tapi om, bukan kah kita sepak…”


Cup


Ucapn nissa terhenti karena yusuf mengecup bibir nissa.


“kamu sudah menyerahkan diri kamu pada ku nissa. aku tidak akan membiarkan sesuatu yang telah menyentuh ku pergi dari ku”.


Dengan gerakan cepat nissa membalikkan posisi sehingga nissa duduk di atas perut yusuf. “apa aku terlihat seperti perempuan murahan. Aku rasa aku sudah gila” batin nissa sambil terus memandang yusuf.


Yusuf sendiri terkejut akan tindakan nissa yang bisa membuat yusuf tergoda. Jangan lupakan Nissa menguasai ilmu bela diri, jika hanya membalik posisi itu masih hal mudah bagi nissa.


Yusuf berharap nissa berhenti dengan tindakannya ini agar yusuf tak merasa egois ingin menyalurkan hasrat yang ia tahan sejak tadi.


“nissa” ucap yusuf dengan suara yang parau namun menggoda menurut nissa.


“masa bodoh dengan tanggapan om yusuf terhadap ku yang terpenting aku berhasil membuatnya menyentuh ku dan selanjutnya membuat dia jatuh cinta” batin nissa yang langsung memberikan serangan pada Yusuf. Agaknya yang ke canduan bukan cuma Yusuf tapi Nissa juga.


Yusuf membelalakkan kedua matanya akan tindakan nissa yang tiba – tiba dan lebih agresif. “aku sudah mencoba bertahan karena tak ingin menyakiti mu. Tapi kamu menggoda ku terlalu jauh nissa, kamu istri ku dan aku berhak atas segala hal tentang mu” batin yusuf dan langsung memejamkan mata dan mengimbangi permainan nissa yang sudah menyentuhnya sehingga gairah nya sudah tak tertahan lagi.


udah mulai makin ekstrim ya hubungannya jadi harap di maklumi 😌


nanti bakal aku kasih free up 1 bab lagi kalau gak ketiduran 😊


selamat malam...