
Mentari sudah mulai memancarkan sinarnya dari ufuk timur. Pagi yang nampak cerah dengan langit biru yang nampak indah. Pagi itu Nissa dan Yusuf sudah berpamitan untuk pelung. Dengan sedikit drama karena Amira masih enggan untuk lepas dari gendongan Nissa.
Setelah bujuk rayu yang dilakukan Jaya dan Jumiasih akhirnya Amira berpindah ke gendongan Jaya dan membiarkan Nissa pergi. Selama di perjalanan keduanya tetap hening. Bukan karena Nissa marah pada Yusuf hanya saja Nissa sedang memikirkan sikap Yusuf selama bersamanya.
Selama di rumah Jaya, yusuf mencuri kesempatan untuk berbicara pada Nissa namun selalu gagal karena Amira yang lengket bak prangko pada Nissa.
"Ayy… aku mau cilok" ucap Nissa spontan Yusuf langsung mengerem mobilnya lalu menepikan mobilnya.
Deg
"Apa dia udah nggak marah lagi" batin Yusuf sambil menatap Nissa dengan wajah berseri.
"Aku beli dulu ya ayy" ucap Nissa yang langsung keluar dari mobil.
Beberapa menit kemudian Nissa kembali memasuki mobil sambil membawa sebungkus cilok. "Ayo ayy jalan"
"Kamu udah nggak marah lagi sama aku sayang?"
Sambil mengunyah cilok Nissa masih berkesempatan menjawab pertanyaan Yusuf. "Memang kapan aku marah?" Nissa menjawab santai membuat Yusuf bingung dengan jalan pikiran Nissa. Yusuf pikir mereka akan membicarakannya lagi nanti setelah mereka sampai rumah.
"Om mau nggak?" tawar Nissa saat mobil berhenti karena lampu merah.
"Tadi ayy sekarang om lagi" batin Yusuf. Yusuf langsung menatap Nissa yang tersenyum padanya. Melihat bibir Nissa yang belepotan bumbu cilok, Yusuf pun langsung memegang dagu Nissa dan mendekatkan wajahnya lalu mel*umat bibir Nissa membuat Nissa membelalakkan kedua matanya karena terkejut.
"Enak juga ternyata ciloknya" ucap Yusuf setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Nissa.
"Ini orang nggak inget tempat banget sih. Bikin orang jantungan. Lama-lama aku bisa mati muda" batin Nissa. "Ayy, bisa nggak sih jangan cium aku di sembarang tempat" omel nissa kesal. Yusuf tak menanggapi omelan Nissa, ia tersenyum dan langsung melajukan mobilnya.
Sesampainya di halaman rumah, Nissa lebih dulu memasuki rumah dan langsung menuju dapur memberikan oleh-oleh yang mereka bawa dari rumah orang tuanya.
"Bi Asih, ini kue buatan ibu. Dimakan ya. di bagi sama scurity" ucap Nissa sambil memberikan plastik besar yang ia bawa.
"Baik bu, terimakasih. Oh iya ibu mau sesuatu biar bibi buatin" tawar bi Asih.
"Nggak perlu bi, aku mau istirahat saja" ucap Nissa yang langsung meninggalkan bi Asih. Nissa awalnya ingin langsung ke atas namun Nissa ingin menghampiri Yusuf. Nissa melihat Yusuf yang sedang fokus pada ponselnya.
"Aaayyy…" panggil Nissa yang tak di dengar Yusuf karena sudah mulai menelpon seseorang.
"Halo Hen"
…
"Cari tau bagaimana Maya mengetahui nomor handphone Nissa"
…
"Maya? Siapa dia? Apa orang yang waktu itu. Tapi bagaimana om Yusuf tau" batin Nissa yang langsung pergi memasuki rumah.
Setelah hampir satu jam Nissa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe dengan rambut terlilit handuk kecil. Nissa melihat Yusuf sedang duduk di kursi langsung melihat Nissa dan meletakkan ponselnya.
Nissa yang ingin bertanya tentang Maya pun urung. Ia langsung menuju lemari dan berganti baju. Yusuf pun langsung berganti memakai kamar mandi. Tak butuh waktu lama Yusuf sudah terlihat segar dengan pakaian santai. Yusuf langsung menuju ranjang dimana Nissa tengah berbaring sambil membaca buku.
Yusuf langsung merangkak dan langsung memeluk Nissa dan membenamkan wajahnya di dada Nissa. Asli ini modus tidak untuk ditiru.
Nissa yang sudah terbiasa dengan kebiasaan Yusuf pun sudah tidak heran. "Sayang" lirih Yusuf sambil mempererat pelukannya.
"Hem…"
"Maya mengatakan apa saat menelpon mu" tanya Yusuf sambil melepas kaitan pakaian dalam Nissa. Emang tangan yang nggak mau nganggur.
"Maya. Siapa dia?"
"Nomor baru yang menelpon mu dan setelah itu kamu diam dan memanggil ku om" jelas Yusuf sambil memainkan manic kecil si kembar choco chip istrinya membuat sekujur tubuh Nissa terasa bergetar. Emang dasar om Yusuf.
Yusuf langsung menghentikan aktifitas tangannya dan langsung memeluk Nissa erat. "Ya sudah sekarang ceritakan semua. Jangan ada yang di tutupi sedikit pun karena aku nggak mau kamu salah paham tentang Maya yang pasti mengatakan dia memiliki hubungan dengan ku"
"Jadi perempuan yang menelpon ku itu Maya. Tapi dari mana ayy tau?"
"Aku mengambil nomor nya di ponsel mu"
"Ihh… ayy periksa ponsel ku" protes Nissa.
"Kita kan suami istri. Memangnya kenapa?" tanya Yusuf sambil duduk dan menatap Nissa.
"Itu kan privasi ayy. Aku juga akan menghargai privasi ayy, aku nggak akan menyentuh barang yang nggak ayy izinin. Seperti handphone dan dompet contohnya" jelas Nissa.
"Kita suami istri sayang" ucap Yusuf menjeda ucapannya dan kata sayang yang keluar dari bibir Yusuf selalu sukses membuat jantung Nissa seakan ingin meloncat karena terlalu cepat berdetak. Padahal sudah setiap hari Yusuf memanggilnya sayang.
"Oh jantung diamlah. Ada apa dengan mu? Jangan pernah jatuh cinta sebelum manusia di depan mu ini mengatakan cinta dengan benar" batin Nissa.
"Nggak ada privasi antara suami istri karena kita harus saling terbuka dan saling percaya. Kamu boleh memeriksa ponsel ku sandinya tanggal pernikahan kita. Kamu boleh membuka dompet ku jika memang perlu. Itu hak kamu sayang" ucap yusuf yang hanya di anggukkan oleh Nissa namun ekspresinya seolah tak percaya dengan penuturan Yusuf.
"Kamu memiliki aku seutuhnya sayang. Jadi apa yang menjadi milik ku itu juga sepenuhnya milik mu. Kamu tanya apa saja tentang aku pasti akan aku jawab. Aku bukan orang yang bisa menceritakan tentang hidup ku. Mengerti?" lanjut Yusuf.
"Iya ayy"
"Kalau kamu malas tanya langsung silahkan cari tentang kehidupan ku di mbah google"
"Sok ngartis" cibir Nissa.
"Emang. Sekarang ceritakan semua ucapan Maya” pinta Yusuf yang langsung kembali berbaring dan membenamkan wajah nya di dada nissa lagi. Nissa pun langsung menceritakan semua pembicaraan dengan orang yang kata suaminya itu adalah Maya tanpa terlewatkan sedikit pun.
"Sudah itu aja ayy" ucap Nissa. Mengakhiri semua penuturan yang ingin di dengar Yusuf.
"Jangan percaya semua yang di ucapkan Maya pada mu jika suatu saat dia menghubungi mu lagi. Demi Allah aku nggak ada kedekatan dengannya meski selama ini dia mengejar ku" jelas Yusuf meyakinkan. Ia pun langsung memperaktif tangannya yang sudah menganggur dalam beberapa hari terakhir.
Nissa mencoba untuk menahan suara yang ingin keluar dari bibir nya. Tangan Yusuf sudah mulai mengabsen tubuh istrinya, membelai lembut tubuh Nissa membuat Nissa semakin ingin hanyut meminta lebih.
"Hai tubuh kenapa kamu terlalu jujur dan menikmati dengan sentuhan yang di berikan om Yusuf di saat aku ingin menolak. Kau milik siapa sebenarnya, kenapa selalu mengkhianati ku dan membuat ku menikmati semua" batin Nissa sambil terus menahan gejolak diri.
Tangan Yusuf mulai turun membelai tubuh Nissa. Membuat Nissa mengeluarkan suara yang sejak tadi ia tahan. Yusuf tersenyum setelah mendengar lenguhan Nissa, ia pun langsung melancarkan aksinya yang sudah ia tahan sejak berada di rumah mertuanya. Siang itu waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk istirahat mereka gunakan untuk berolahraga menyatukan peluh dengan rindu yang sudah keduanya tahan. Hingga tubuh Nissa merasa lelah akibat pergulatan yang di lakukannya dengan Yusuf.
Mata yang sudah lelah tubuh yang terasa remuk pun Nissa langsung memejamkan matanya. Namun belum sampai terlelap ia mulai terjaga lagi karena Yusuf membelai perut Nissa. "Ayy… udah ya. aku lelah" ucap Nissa lirih dengan suara yang sudah serak.
"Semoga ada bibit unggul yang hidup disini" ucap Yusuf dengan suara seraknya. Masih terdengar sayup-sayup di telinga Nissa, Yusuf tengah membaca doa dan sesekali mencium perutnya.
"Aamiin…" Nissa hanya mampu menanggapi Yusuf begitu saja lalu ia pun sudah lelap karena kantuk dan lelah yang tak mampu di tahan lagi.
Yusuf yang melihat istrinya sudah terlelap pun langsung mencium kening istrinya. Lalu ia pun menaikkan selimut hingga menutupi dada mereka.
Bantu lindungi karya ku ya guys ❤️❤️❤️
jangan lupa like dan komennya yaa🥰
ikuti terus kisah cinta Yusuf dan Nissa 😊
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋
Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰