
Setelah turun dari ojek online yang di tumpangi Nissa, ia pun langsung memberikan uang tarifnya. Sambil berjalan masuk Nissa pun sambil memainkan ponselnya mencoba menghubungi Luna apa dia sudah sampai kampus atau belum. Namun sayangnya sambungan yang di lakukan Nissa tidak di angkat Luna meski sudah beberapakali melakukan panggilan via wa.
"Bagaimana sayang?" tanya Luna khawatir.
"Aku hampir remuk berkeping-keping melakukan drama tadi" ucap Adam sambil bergidik ngeri mengingat ekspresi wajah Yusuf.
"Tapi kamu nggak apa-apakan?" tanya Luna sambil membolak-balik tubuh Adam.
"Aku nggak apa-apa yang. Cuma aku takut aja kalau rencana ini nggak berhasil. Belum lagi bagaimana ekspresi si ekor kuda tentang semua ini?"
"Iya sih. Tapi kok tante Wati bisa seyakin itu sih?" tanya Luna penasaran juga.
"Aku juga nggak tahu" ucap Adam yang ikut bingung.
"Nggak tau apaan?" tanya Nissa yang tiba-tiba datang.
"Rahasia dong" ucap Adam dan Luna bersamaan.
Selama mata pelajaran di mulai Adam dan Luna masih dengan pikiran mereka masing-masing. Adam sendiri merasa nggak yakin dengan semua masalah ini. Namun demi Wati dia berani yakin harus menerima resikonya jika mungkin dia akan lebur oleh kemarahan Yusuf.
Setelah selesai kuliah Nissa, Luna dan Adam pun langsung ke kantin untung makan siang.
"Nissa, habis ini mau kemana?" tanya Luna sambil mengunyah.
"Aku langsung pulang aja lah. Kalian?"
"Kita mau jalan-jalan sebentar. Mau ikut?" tawar Adam.
"Maleeesss..." jawab Nissa cepat.
"Ayolah ikut Nissa" pinta Luna.
"Maaf ya Luna yang cantik calon istri Adam yang nggak tau kapan di nikahin nya. Aku sudah terlalu sering jadi obat nyamuk kalian jadi silahkan kalian berdua bersenang-senang" ucap Nissa yang langsung minum es jeruknya.
"Ih pengertian banget sih" puji Adam sok gemes.
"Tapi inget jangan ngamar lo ya kalian. Awas aja kalau Luna sampek hamil duluan kalian berdua hancur di tangan ku" ancam Nissa.
"Kok aku juga sih Niss, kan harusnya kamu salah in Adam"
"Oh tidak bisa" Nissa sambil menggerakkan jari telunjuknya. "Jelas kalau tuan rumah nggak bukain pintu buat tamu mana mungkin tamunya bisa masuk. Makanya kalian cepat nikah sana biar aku bisa makan-makan sepuasnya"
"Usaha? Kapan?" tanya Nissa antusias.
"Ehm… Nissa aku mau tanya sesuatu nih"
"Apaan"
"Kalau seandainya nih, seandainya loh ya?" ucap Adam serius sambil memajukan kepalanya.
"Iya seandainya apa?" tanya Nissa.
"Seandainya kalau kamu di jodohkan sama orang tua kamu gimana?"
"Pertanyaan macam apa itu. Kamu ngeledek aku nggak bisa cari pacar ya?"
"Bukan gitu Nissa, kan aku tanya se-an-dai-nya kamu kok sensi amat. Lagi PMS bu?"
"Nggak masalah sih. Bapak ibu ku juga di jodohin dulu" jawab Nissa santai.
"Jadi kamu mau Nissa kalau di jodohin?" tanya Luna antusias.
"Ya tergantung"
"Maksudnya?" tanya Adam penasaran.
"Asal bukan om-om tua bangka dengan perut buncit dan asal bukan kamu juga hahahaha" tawa Nissa membuat wajah Adam menciut sedangkan Luna yang paham pun langsung menyentuh tangan Adam.
"Kalau om-omnya masih muda tajir melintir kamu mau Niss?" tanya Adam lagi.
"Sebenarnya kalian ini kenapa sih kok tiba-tiba bahas kaya gini" Ucap Nissa curiga.
"Kita hanya penasaran karna kamu selama ini nggak pernah deket sama siapapun selain kita" jawab Luna tegas berharap Nissa masih mau melanjutkan opini perjodohan.
"Nih ya… asal kalian tahu untuk sekarang aku emang nggak pengen pacaran maunya sih langsung nikah. Tapi kita nggak tau kedepannya bagaimana kan? Kalau akhirnya aku nikah sama pacar ku yah kenapa nggak. Dan kalau aku memang harus di jodohkan ya nggak masalah. Yang terpenting bagi ku orang tua ku merestui dan ridho sama pasangan hidup ku nanti?" ucap Nissa yang langsung berdiri dan menggendong tasnya. "Aku duluan ya, inget jangan ngamar ok"
"Siap…" jawab Adam dan Luna bersamaan.
Bersambung...
Mohon tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰