
Setelah melaksanakan solat subuh berjamaah di musholla yang ada di rumahnya, Yusuf langsung beranjak ke kamar berganti dengan pakaian olah raga. Nissa yang sejak tadi menunggu di dapur untuk memastikan Yusuf sudah keluar rumah pun langsung beranjak ke kamar dan berganti pakaian memakai celana training pres body yang panjangnya di bawah lutut dan menggunakan kaos olah raga yang sedikit longgar namun masih memperlihatkan lekuk tubuhnya sempurna.
Sesampainya di sebuah taman yang tak jauh dari rumah, Nissa mengedarkan pandangannya mencari lelaki yang harus ia buat tergoda. Setelah mendapatkan wujud Yusuf yang tengah menggerakkan seluruh anggota tubuhnya Nissa pun langsung mencoba menghampiri Yusuf.
"Hai" sapa seorang lelaki yang tiba-tiba menyapa Nissa.
Nissa awalnya ingin mengacuhkan lelaki yang sekiranya masih seusia dengannya itu atau mungkin lebih tua sedikit, entahlah. Namun seketika ide cemerlang datang terang benderang menyilaukan otak Nissa. Kita liat saja apakah Yusuf akan menanggapi atau acuh saja.
"Hai" sapa Nissa juga sambil berlari pelan dan diikuti oleh lelaki yang menyapanya. Nissa yang tidak mau menyebutkan namanya pada lelaki yang telah memperkenalkan diri itu pun hanya terus mengobrol.
Nissa sengaja mencari topik yang bisa mengundang tawa lelaki yang kini sedang bersamanya. Nissa pun seolah menikmati obrolan keduanya.
Sampai hingga kedua orang yang sedang bersenda gurau seolah sudah kenal lama itu pun tepat di dekat Yusuf. Yusuf sendiri yang seperti mengenali suara Nissa pun langsung menoleh kebelakang. Matanya terbelalak lebar kala mendapati nissa yang sedang berbincang sambil melempar senyum. Belum lagi pakaian yang di kenakan nissa berbeda dari biasanya saat ia keluar rumah.
Nissa yang sudah menyadari Yusuf menatapnya itu pun sekilas menatap Yusuf namun ia melihat lawan bicaranya lagi seolah Nissa tak mengenali Yusuf. Hal itu pun membuat Yusuf mengepalkan kedua tangannya dan terus menatap Nissa tajam. Dengan langkah lebar Yusuf menghampiri Nissa dan langsung menarik Nissa hingga wajah Nissa membentur dada Yusuf.
"Eh om" ucap Nissa sambil mundur sedikit untuk melihat wajah Yusuf. Jangan lupakan senyuman Nissa yang begitu manis meluluh lantakkan hati Yusuf.
"Dia om kamu?" tanya lelaki yang namanya masih rahasia.
Nissa tak menjawab dan langsung menganggukkan kepalanya. Sedangkan lelaki yang sedari tadi ngobrol dengan Nissa pun memilih langsung pergi karena mendapatkan tatapan tajam Yusuf.
"Kamu ngapain disini?" tanya Yusuf dengan wajah kesal.
"Menurut om ngapain aku kesini dengan pakaian kaya gini?" ucap Nissa memberikan pertanyaan pula.
Yusuf yang melihat lagi penampilan Nissa dari atas kebawah pun langsung melepaskan jaket yang ia kenakan dan langsung memakaikannya pada Nissa. Nissa hanya menurut saja seperti anak yang tengah melakukan kesalahan. "Aku nggak ngerti kenapa kamu berpakaian nggak seperti biasanya. Lelaki mana pun pasti akan berotak liar melihat kamu seperti ini" ucap Yusuf setelah selesai memakaikan jaketnya pada Nissa. Ah mungkin saja emang otak Yusuf saja memang sudah mulai liar. Target mulai tergoda dan posesif.
Perempuan yang berlalu lalang pun langsung terhipnotis melihat tubuh Yusuf yang terpampang nyata. Yusuf yang menggunakan kaos dalam pas di badannya dan celana training selutut itu mempu mengekspos body L-men yang siapa saja perempuan ingin bersandar di dada bidangnya. belum lagi rambut yang terlihat acak-acakan namun malah menampakkan wajah yang awet muda. Sultan emang beda.
"Om… om… lagi caper ya?" tuduh Nissa.
"Maksud kamu?"
"Om sengaja kan kasih jaketnya sama aku biar semua perempuan bisa menikmati pemandangan indah di tubuh om?"
Yusuf terkejut mendengarkan penuturan Nissa. Ia lalu mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Nissa membuat Nissa spontan mendorong tubuh Yusuf. Yusuf yang melihat air muka Nissa pun tersenyum bangga karena telah berhasil menggoda Nissa. Nissa yang sudah kesal dengan Yusuf pun langsung memilih pulang. Tanpa Nissa sadari Yusuf membuntutinya pulang ke rumah.
Di halaman depan Nissa melihat Luna yang tengah berjemur. Nissa pun langsung menghampiri Luna.
"Sesuai rencana"
"Bukannya ini jaketnya mas Yusuf?" tanya Luna.
Nissa mengangguk. "Kan sudah ku bilang sesuai rencana" ucap Nissa sambil menyentuh dadanya.
"Masih sakit"
"Iya… gak nyangka aku tonjokannya sampek bikin aku susah tidur semalam" keluhnya lalu Nissa menguap. "Aku ke kamar dulu ya masih ngantuk" ucap Nissa yang berlalu begitu saja.
.
.
.
"Jadi memarnya bukan karena jatuh?" tanya Yusuf seketika mengagetkan Luna hingga membuat ia berdiri.
"Mas Yusuf" gumam Luna lirih sambil menatap Yusuf sejenak lalu menunduk.
"Siapa yang melakukan itu?"
Luna yang merasa tidak bisa berbohong lagi pun langsung menceritakan kejadian kemarin.
"Jadi Rere yang meminta kalian merahasiakan ini?" tanya Yusuf yang hanya di anggukkan Luna. "Lain kali hal apapun yang menyangkut Rere kata kan semua pada ku dengan jujur. Aku ini ayahnya" ucap Yusuf dengan penuh penekanan.
"Iya mas. Luna minta maaf"
Yusuf langsung meninggalkan Luna. "Apa anakku sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri" batin Yusuf. Ia berusaha tidak akan mengurusi masalah asmara anaknya, Yusuf percaya Reina bisa menjaga diri dan menjaga kehormatannya.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 💋 kasih like dan komennya 🥰
Ikuti juga novel terbaru ku