NISSA

NISSA
BAB 38 RINDU YANG TAK TERSAMPAIKAN



Selama yusuf berada di Jakarta nissa tinggal di kediaman wati. Yusuf tidak ingin membiarkan nissa dirumah sendirian. Meskipun tak pernah ada terucap kata cinta di antara keduanya tanpa keduanya sadari bahwa cinta itu sudah semi. Ini kali pertamanya yusuf dan nissa terhalang jarak jauh di antara keduanya. Akan kah ada rindu yang terselip di hati mereka. Ataukah semua akan tetap sama.


Setelah beberapa hari berada di Jakarta akhirnya semua urusan terselesaikan. Saat ini yusuf dan hendri masih dalam perjalanan pulang ke kediaman keluarga dzuhairi sucipto. Dulu keluarga inti tinggal di rumah megah yang berada di kawasan Jakarta ini. Namun pada akhirnya wati memboyong anak dan cucunya pulang ke malang selain mencari ketenangan dari hiruk pikuk kota metro politan. Wati dan yusuf juga sepakat tidak ingin menyorot adam dan nissa secara public. Yusuf sendiri selalu memakai kacamata saat sedang bekerja terutama ketika kamera menyorot ke arahnya. Ya fungsi kacamatanya untuk sedikit menyamarkan wajah aslinya agar sedikit berbeda ketika ia tak sedang memakai kaca mata. Begitu pun dengan tatanan rambut yang berubah ketika harus bekerja dan tidak.


“hen, tidurlah disini” ucap yusuf setelah mereka berdua memasuki ruang utama rumah besar itu.


“baik pak”


“apa jadwal ku besok?”


“meeting dengan semua petinggi pak. Pukul 10.00 setelah itu semuanya selesai dan bapak bisa segera pulang ke malang” jawab hendri seolah tahu apa yang ada di pikiran yusuf sejak beberapa hari di Jakarta. “sepertinya pak bos sangat merindukan nissa” batin hendri.


“jangan berfikir kalau aku ingin cepat pulang ke malang hen”


“cih, tinggal mengaku saja apa susahnya. Lagi pula saya senang melihat bos sekarang” batin hendri. “baik pak”


“apa aku terlalu mencolok” batin yusuf. “oh iya jangan lupa berikan pesangon untuk orang yang kau pecat hen”.


“bukan kah bapak yang memecat mereka? Dan lihatlah orang sebaik pak yusuf pun masih ada saja yang mau menerima suap demi menghianati dan merusak citra pak yusuf” batin hendri kesal mengingat staf perusahaan yang tidak bersyukur. “baik pak”


Yusuf pun langsung melangkah gontai menuju kamarnya. Sesampainya di kamar yusuf langsung melepaskan semua pakainya dan langsung membersihkan diri ke dalam kamar mandi. Setelah hampir setengah jam yusuf keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe berwana hitam dan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.


Sambil terus memainkan ponselnya yusuf langsung melangkah menuju ranjang yang sangat luas. Ia merebahkan tubuh nya yang terasa lelah. Rindu yang menyelimuti hati yusuf pun membuatnya melihat beberapa foto nissa yang berhasil ia ambil secara diam – diam. Termasuk foto pernikahan.


“bukan kah kamu terlalu kecil untuk ku? Apa aku akan menjadi seorang pedofil jika ingin memiliki mu seutuhnya” gumam yusuf sambil menatap foto pernikahan mereka.


Yusuf mengingat kembali adegan panas sebelum akhirnya ia harus datang ke kota ini, hingga membuat sang empu menghela nafas yang terasa sangat kecewa.


“seandainya itu terjadi mungkin aku tak perlu mencari alasan untuk menghubungi istri ku sendiri. tapi dia kan istri ku kenapa juga aku harus mencari alasan untuk mendengar suara nya atau menatapnya lanngsung di layar ponsel ku?” gumam yusuf seraya membodohi dirinya sendiri.


“nissa aku rindu” gumam yusuf yang akhirnya terlelap karena matanya yang sudah tak mampu untuk terjaga.


***


Di tengah malam yang sunyi, semakin larut membuat semua manusia terbuai dalam mimpi. Nissa masih tetap berdiri di balkon sambil terus merenung dan sesekali melihat layar ponselnya. Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai indah hingga angin malam yang berhembus mampu menggerakkan helaian rambut nissa.


Nissa menghela nafasnya. Ia merasa rindu, kesal dan kecewa. Setelah hubungan yang hampir terjadi lebih intim lagi, ia mengira hubunganya dengan yusuf akan lebih intens tapi nyatanya nissa merasa terjebak rindu dengan perasaannya sendiri.


Tak terasa nissa menitikkan air mata. Rasa rindu yang memenuhi hatinya terasa menyesakkan dada. Tersiksa dengan perasaan yang bertepuk memanglah sangat menyakitkan. Tapi rindu ini lebih terasa sakit karena yang ia rindukan adalah yusuf. yusuf dzuhairi sucipto. Suami nya sendiri.


“om aku rindu” ucap nissa sambil mengusap air matanya. ”om jahat banget nggak kasih kabar ke aku” isak nissa yang tak mampu tertahan lagi.