NISSA

NISSA
BAB 51 CEMBURU



"Dimana nda sayang?" tanya Yusuf sambil meletakkan belanjaan dan langsung duduk.


"Nda ke toilet yah" jawab Reina lalu salah satu karyawan meletakkan semua pesanan yang telah dipesan Nissa dan Reina.


Nissa keluar dari toilet dan terus melangkah menuju tempat dimana Reina menunggu sambil membalas chat Luna. Dan tak sengaja Nissa menabrak seseorang sampai handphonenya terjatuh.


"Maaf" ucap Nissa dan melihat orang yang tengah membungkuk mengambil ponselnya.


"Maaf ini handphone kamu" ucapnya sambil menyodorkan handphone pada Nissa.


"Arya"


Arya yang melihat penampilan nissa pun seolah matanya terhipnotis oleh kecantikan Nissa. Gadis yang biasanya berpenampilan santai terkesan tomboi dan saat ini gadis yang membuatnya jatuh hati itu pun berpenampilan feminim terlihat cantik nan anggun. "Cantik" gumam Arya.


Nissa langsung mengambil handphon yang ada di tangan Arya. "Ehm… Arya maaf ya aku nabrak kamu"


"Iya nggak apa-apa. Tapi ponsel kamu bagaimana?"


Nissa mencoba menyalakan handphonenya. "Nggak ada masalah kok. Kalau begitu aku duluan ya" ucap Nissa dan langsung ingin berlalu meninggalkan Arya. Namun tiba-tiba arya menggenggam tangan Nissa dengan erat. "Arya, lepas. Apa-apaan sih kamu"


"Nissa, apa kita bisa berteman"


"Apa" ucap Nissa sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Arya. "Bisa jadi masalah ini kalau om Yusuf lihat" batin Nissa.


"Setidaknya kita bisa berteman meski kamu tak bisa menerima ku. Dan memang tidak akan mungkin bisa"


"Maaf Arya aku nggak bis…" ucapan Nissa terputus saat tiba-tiba tangan satunya di tarik seseorang hingga ia jatuh ke pelukan orang tersebut. Tanpa melihat wajah sang pemilik tubuh, Nissa sudah tau siapa pemilik wangi tubuh maskulin yang selalu memeluknya. "Ayy"


"Om Yusuf" ucap Arya.


"Aku bukan om kamu" ketus Yusuf.


"Maaf. Mas… mas Yusuf"


"Kamu ngapain aja kok lama banget ke toilet?" tanya Yusuf sambil melonggarkan pelukannya.


"Ini juga aku mau langsung nyamper ke sana. Nggak sengaja aku nabrak Arya"


Yusuf menatap Arya tajam. "Aku tahu kamu menyukai istri ku" ucap Yusuf yang membuat Arya terkejut.


"Ayy…"


"Kamu masih muda. Sebaiknya kamu mencari perempuan singel”


"Maaf mas tapi aku ingin…"


"Aku tidak mengizinkan istriku berteman dengan lelaki manapun kecuali Adam. Terlebih lagi jika lelaki itu menyukai istri ku" ucap Yusuf tegas.


"Ini orang dukun apa cenayang" batin Arya. "Maaf mas, Nissa" ucap Arya sedangkan Yusuf langsung berlalu membawa Nissa meninggalkan Arya tanpa mengucapkan kata apapun.


Mobil Yusuf sudah memasuki halaman rumahnya. Reina dan Nissa terlebih dulu memasuki rumah sedang Yusuf menuju ke pos scurity memberikan beberapa makanan ringan. Setelah meletakkan beberapa kantong belanja Nissa langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi. Hampir 15 menit, baru Nissa keluar dari dalam kamar mandi. Terlihat Yusuf duduk di kursi rias. Nissa mendekati Yusuf namun Yusuf langsung berlalu meninggalkan Nissa dan memasuki kamar mandi tanpa berucap sama sekali. Nissa menghela nafas kesal akan tindakan Yusuf sejak tadi.


Setelah bertemu Arya, Yusuf selalu diam saat menikmati makanan ringan di mall tadi. Begitu pun saat menuju mengendarai mobil hanya sesekali menanggapi obrolan Reina. "Apa aku melakukan kesalahan" gumam Nissa setelah selesai berganti pakaian.


Nissa pun langsung merebahkan diri di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya hingga ke pinggang. Sambil menunggu Yusuf Nissa membaca novel 'HUJAN, Beri Aku Cinta' yang ada di atas meja kecil dekat ranjangnya. Hampir satu jam Yusuf baru memasuki kamar. Tanpa bicara Yusuf langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi membelakangi Nissa.


"Ayy, marah sama aku?"


"Enggak"


"Terus kenapa dari tadi mendiamkan ku?" tanya Nissa sambil membelai dada suaminya. Skinship receh sebagai umpan meluluhkan hati suaminya.


"Siapa yang mendiamkan mu" ucap Yusuf sambil mengatur nafas karena mulai terhanyut belaian Nissa.


"Nah ini, ketus banget jawabnya" ucap Nissa sambil menyatukan pipinya dengan pipi Yusuf. Rayuan naik level.


"Nissa, aku ngantuk" elak Yusuf. Nggak lucu dong kalau lagi ngambek tiba-tiba ngajak begituan. Yusuf terus menguatkan imannya untuk tidak tergoda.


"Ok. Aku tidur di kamar ku aja" ancam Nissa. "Males banget tidur kalau di punggungi gini" gerutu Nissa dan sambil sengaja Nissa akan turun melangkahi pinggang Yusuf. Namun saat Nissa masih berada di pinggang Yusuf, ia langsung terlentang dan menahan tubuh Nissa membuat Nissa duduk di atas perut Yusuf. "Berhasil" batin Nissa. Bendera kemenangan kini berkibar tinggi di hati Nissa.


"Maaf" ucap Yusuf. Akhirnya pertahanan imannya luruh juga kalau sudah berurusan dengan istri kecilnya ini.


"Kenapa minta maaf. Memangnya ayy buat salah?"


"Aku hanya kesal saja dengan Arya. Sudah jelas kamu sudah menikah kenapa dia masih mengejar mu. Tatapan dia saat melihat mu membuat ku ingin mencongkel kedua matanya" tutur Yusuf geram.


Ucapan Yusuf membuat senyum di bibir Nissa mekar seindah bunga mawar.


"Kenapa kamu senyum. Kamu suka ya melihat aku marah?"


"Ayy cemburu?" tanya nissa. Tangan Nissa berada di samping kiri dan kanan Yusuf seolah mengunci pergerakan suaminya.


"Siapa yang cemburu" elak Yusuf.


"Pasti sekarang ayy sudah jatuh cinta dengan ku kan?"


"Apa dia pikir setelah se intim ini aku belum mencintainya" batin Yusuf heran. "Jangan terlalu pede Nissa" elak Yusuf lagi.


"Ok. Tidur yuk" ajak Nissa dengan nada sedikit kecewa yang langsung merebahkan diri di samping Yusuf. namun detik selanjutnya Yusuf yang mengungkung Nissa. "Ayy" ucap Nissa terkejut.


"Kamu harus tanggung jawab"


"Eh…"


"Kamu sedari tadi dengan sengaja kan menggodaku?" ucap Yusuf yang langsung melakukan apa yang sejak tadi ia tahan.


Dan malam panjang pun di mulai.


Bersambung...


Mohon tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰 follow akun author juga boleh pasti di follback kok👍


Maaf novel ini sedang proses revisi penulisan ya jadi akan bertemu banyak bab yang tulisannya sangat tidak rapih🙏🙏🙏


ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰