
...terdapat adegan ples ples mohon maaf jika terlalu fulgar dan mohon bijak dalam membaca. yang belum cukup umur atau tidak suka di skip aja yaš...
...terimakasih š„°...
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. sudah hampir tengah malam namun nissa tetap belum sadarkan diri. Sejak di bawa kerumah sakit nissa melakukan pemeriksaan luar dan dalam tubuhnya karena yusuf khawatir terjadi hal ā hal yang tak di inginkan.
Namun syukurnya tidak terjadi luka dalam namun memar di beberapa titik tubuhnya pun harus mendapat perawatan. Begitu juga reina yang memang sudah jelas korban utama ray. Reina mendapat luka di beberapa tempat namun ia tidak harus rawat inap di rumah sakit karena luka ā luka nya. Setelah melakukan perawatan luka dan pemeriksaan mental pada psikolog reina langsung pulang.
Sedangkan ray sendiri langsung dibawa ke kantor polisi guna mempertanggung jawabkan semua tindakan kriminalnya.
Yusuf yang sejak tadi menunggu nissa pun tak beranjak dari kursi di sebelah brankar nissa setelah wati sekeluarga dan mertuanya pulang.
Nissa mengerjapkan matanya perlahan mulai membuka mata. Nissa melihat yusuf yang tengah menenggelamkan wajahnya sambil mencium tangan nissa.
āomā panggil nissa lirih karena suaranya terasa serak.
Yusuf yang mendengar samar ā samar suara nissa pun langsung menatap nissa. ā nissa akhirnya kamu sadar juga sayangā ucap yusuf yang langsung menekan tombol panggilan untuk dokter atau perawat wagar segera ke ruang rawat nissa.
āom aku hausā
Yusuf langsung segera membantu nissa bangun dan membantu nissa minum lalu membaringkan nissa lagi. Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan nissa. Setelah mendapatkan hasil yang baik dokter langsung undur diri meninggalkan ruang rawat nissa.
āom, rere gimana? Dia baik ā baik aja kan?ā
āalhamdulilah dia baik ā baik saja. Terimakasih kamu telah menolong anak ku. Kalau saja tidak ada yang menolongnya aku tidak tau nasib rere bagai manaā ucap yusuf sambil mencium tangan nissa.
āsyukurlah⦠apa rere di rawat jugaā tanya nissa.
Yusuf menggelengkan kepalanya. ādia langsung pulang setelah melakukan beberapa pemeriksaan. Terimakasih nissaā.
ākenapa om harus berterimakasih meski aku dan rere seumuran tapi dia anak om. Jadi anak ku juga kanājelas Nissa.
Yusuf terkejut dengan ucapan nissa barusan. Ia tidak menyangka kalau nissa menganggap reina sebagai anaknya juga. ājika kamu menerima rere sebagai anak, apa kamu bisa menerima ku juga?ā
āapa kamu bisa menerima ku sebagai suami mu?ā
ātentu saja, kan memang dari setelah ijab qobul om jadi suami nissa hahahahaā nissa menertawakan pertanyaan yusuf padahal maksud yusuf bukan seperti itu.
Yusuf langsung berdiri dan membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah nissa. Nissa yang melihat wajah yusuf semakin dekat pun langsung memalingkan wajahnya.
āoā¦om mau apa?ā
Yusuf menyentuh dagu nissa agar menatap dirinya. ānissa⦠maaf jika aku mengingkari ucapan ku sehingga kamu tidak akan punya kesempatan untuk hidup bersama orang yang kamu sukai. Kamu istri ku dan jangan pernah lari dari kuā
āmemang siapa yang mau lari dari om. Aku kan memang sudah menjadi isā¦ā ucapan nissa terhenti karena mendapat serangan dadakan dari yusuf.
Yusuf melu**mat bib*ir nissa dengan lembut seraya menikmati bagaimana lembut dan hangatnya bib*ir nissa tertaut padanya. Nissa yang masih belum lihai dalam hal berciuman pun hanya mencoba mengimbangi yusuf. namun saat tautan bib*ir itu semakin terasa dalam nissa mendorong tubuh yusuf.
Nissa mengatur nafasnya ia menatap yusuf yang entah sejak kapan sudah berada di atas tubuh nissa. āom aku kan belum gosok gigi. Jorokā ucap nissa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan. āeh⦠om udah nyuri ciuman pertama kuā ucap nissa sambil sedikit berteriak. Beruntung mereka di ruangan vvip jadi tidak akan mengganggu pasien lainnya.
āitu tadi ciuman yang keduaā ucap yusuf sambil membungkukkan tubuhnya dan kedua tangannya ada di sisi kanan dan kiri nissa.
āeh kok yang ke dua?ā
āmana ada semut mesum membuat bibir bengkakā
Seketika nissa teringat dengan kejadian saat mereka menginap di rumah orang tua nissa. āih om mesumā ucap nissa sambil memukul dada yusuf dengan satu tangan karena tangan satunya terpasang infus.
ābibir kamu manis dan sekarang pun rasanya samaā bisik yusuf lalu memberi kecupan beberapa kali pada telinga nissa membuat nissa yang wajahnya sudah memerah kini semakin merinding di buatnya. Yusuf pun langsung melancarkan aksinya lagi dengan menci*um bib*ir nissa dengan lembut yang semakin lama semakin terasa menggairahkan. Meskipun nissa belum lihai melakukan penyatuan benda kenyal itu nissa tetap mencoba menyeimbangi yusuf.
Yusuf yang sudah terbakar api ga*rah pun tangannya tak mau diam setelah berhasil membuka kancing baju nissa ia langsung menyusupkan tangannya di balik punggung Nissa untuk melepas pengait yang mengganggu apa yang ia mau dan bermain benda kenyal itu. Bibir yusuf turun keleher membuat nissa yang sejak tadi menahan suaranya akhirnya suara yang ingin di dengar Yusuf itu lolos juga dari bibirnya membuat yusuf tubuh Yusuf semakin panas. Ia membuat beberapa tanda kemerahan di leher jenjang nissa.
Nissa yang sudah terbawa hanyut oleh sentuhan Yusuf tiba ā tiba membuka kedua matanya. āom⦠omā¦ā
Yusuf yang sedang membuat tanda kepemilikan di dad*a nissa pun langsung menatap nissa. ākenapa nis? Apa aku menyakiti mu?ā
āom ini rumah sakitā
Yusuf yang baru menyadari kalau saat ini mereka berada di rumah sakit pun langsung bangun dan turun dari brankar dan langsung menuju kamar mandi.
ākenapa om yusuf langsung pergi dan diam aja tanpa ngomong sesuatu, apa dia marah sama akuā batin nissa heran.