
Sesampainya di mall Nissa dan Reina langsung menuju tempat berbelanja pakaian khusus perempuan. Karena sejak tadi reina sudah berencana mencari beberapa baju yang sedang trendy saat ini. Sedang Yusuf langsung menuju ke suatu tempat.
"Nda ini sama ini bagus yang mana?" tanya Reina sambil menunjukkan dua warna baju dengan model yang sama.
"Kalau kamu suka yang mana?"
"Nda ih, orang di tanyain kok malah tanya balik sih" kesal Reina sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya siapa tau kamu udah suka dari salah satunya tapi kamu belum yakin. Kalau aku suka yang ini" ucap Nissa sambil memegang salah satu baju.
"Kok sama sih nda. Ya udah aku ambil ini aja" ucap Reina sambil mulai memilih baju lagi.
Nissa pun sibuk melihat salah satu gaun malam yang Nampak seksi meski tidak transparan. "Kenapa aku tertarik sama yang kaya gini sih? Aku rasa otak ku perlu di install ulang biar bener" gumam Nissa sambil melangkah menuju salah satu ruangan.
"Mbak apa ini ruang untuk nyocoba baju?" tanya Nissa dengan seorang karyawati.
"Benar. Silahkan" ucapnya dan Nissa pun langsung masuk ke ruangan.
"Nda dimana Re?" tanya Yusuf yang baru saja menghampiri Reina.
"Baru aja nda masuk ke ruang ganti itu yah" ucap Reina sambil menunjuk salah satu ruangan. Dan Yusuf pun langsung menuju ruangan yang di tunjuk Reina.
"Maaf pak, didalam ada yang sedang menggunakan ruangan" ucap seorang karyawati menghentikan Yusuf saat akan memasuki ruangan yang di gunakan Nissa.
"Iya saya tahu. Ketuk kalau didalam benar dengan Nissa biarkan saya masuk”
Karyawati itu pun langsung mengetuk pintu ruangan yang di gunakan Nissa setelah mendapat tatapan tajam dan mengintimidasi dari Yusuf. Setelah sudah di pastikan yang didalam Nissa, Yusuf pun langsung masuk tanpa permisi.
"Sayang" ucap Yusuf sambil melihat Nissa dari atas ke bawah yang sedang mencoba gaun malamnya.
"Eh ayy ngapain disini? Kok bisa masuk sih" Nissa mulai panik dengan kehadiran suaminya dan tatapan matanya.
"Kamu mau goda aku ya?"
"Ih siapa juga yang mau goda. Nggak perlu pakai ini juga ayy udah tergoda" ucap Nissa super percaya diri. "Ayy keluar sana" usir Nissa.
"Nggak mau"
"Aku mau ganti baju ayy"
"Ya udah ganti aja kenapa"
"Aku mal…" ucap Nissa terhenti karena di potong Yusuf.
"Aku sudah melihat semua yang ada di kamu sayang" ucap Yusuf. Nissa pun dengan terpaksa berganti baju dengan Yusuf yang terus menatapnya. Hingga membuat wajah dan telinganya memerah karena menahan rasa malu. Setelah sudah berganti pakaian Yusuf membantu nissa merapikan rambutnya.
"Pejamkan mata mu" pinta Yusuf.
"Ngapain. Ayy mau apa?" tanya Nissa penuh curiga.
"Mau menerkam mu. Cepat pejamkan mata mu" akhirnya Nissa pun menuruti perintah Yusuf. Yusuf pun langsung mengeluarkan sepasang perhiasan berinisial Y. Yusuf menyibakkan rambut Nissa ke depan dan memakaikan kalung. "Buka mata mu" perintah Yusuf dan Nissa pun langsung membuka matanya.
"Ayy… ini apa?" tanya Nissa terkejut sekaligus bahagia melihat pantulan dirinya di depan cermin dan tersematkan kalung berinisial Y.
"Kalung. Memangnya kamu nggak lihat?" dengan bobroknya Yusuf merusak suasana romantis di ruangan kecil itu.
"Biar semua orang tau kalau kamu udah ada yang punya" ucap Yusuf sambil membalikkan tubuh Nissa menghadapnya dan memakaikan anting dan gelang yang ada inisial huruf Y nya.
Nissa yang melihat itu semua pun menyungging senyum bahagia. "Terimakasih ayy" ucap Nissa lalu memberikan kecupan di pipi Yusuf.
"Itu aja?"
"Terus apa lagi dong?"
"Aku juga harus dapat hadiah yang sama"
"Eh… ini pasti mahal kan ayy. Tunggu aku kerja dulu baru aku belikan sesuatu buat ayy. Tapi bukannya laki-laki nggak boleh pakai perhiasan ayy”cerocos Nissa.
"Bayar dengan kamu" ucap Yusuf yang langsung melingkarkan tangannya ke bahu Nissa lalu keluar dari ruangan itu sambil tersungging senyum dari keduanya.
Yusuf pun langsung mengambil baju yang menurutnya cocok untuk Nissa dan juga membeli beberapa lingerie yang begitu seksi dan transparan. Emang dasar om Yusuf.
Sejak mereka keluar dari ruang ganti banyak karyawan yang berbisik-bisik dan melihat ke arah Nissa dan Yusuf membuat Nissa yang sudah menyadari tatapan para karyawati pun membuatnya tertunduk.
"Kenapa sayang?" tanya Yusuf sambil menarik pinggang Nissa.
"Kenapa semua orang menatap kita seperti itu ayy. Apa kita terlihat aneh" ucap Nissa yang membuat Yusuf melihat ke semua orang yang banyak memberikan tatapan ke arah mereka.
"Biarkan saja. Kita nggak perlu perduli penilaian orang apa ke kita. Toh mereka nggak kenal kita" ucap Yusuf santai sambil mengajak Nissa menuju kasir.
Reina yang mengetahui Yusuf dan Nissa menuju kasir pun langsung menuju ke arah mereka. "Ayah sama nda nggak lupa kan kalau bawa Rere kesini" omel Reina sambil meletakkan semua baju yang telah ia pilih ke keranjang yang di pegang Yusuf.
"Nggak sayang. Masak iya anak secantik ini ayah lupain" ucap Yusuf sambil menarik hidung Reina.
"Nda ayo kesana kita nongkrong sambil ngemil" ajak Reina yang langsung menarik Nissa.
"Loh ini ayah kok di tinggal?" ucap Yusuf yang sudah tak di dengar anak dan istrinya.
Setelah membayar semua belanjaan Yusuf pun langsung hendak menghampiri Nissa dan Reina berada namun belum keluar dari sana telinga Yusuf mendengar ucapan yang di tunjukkan ke dirinya.
"Pantas saja mau jadi sugar baby. Orang sugar daddy nya ganteng gitu" ucap seseorang.
"Sayang ya. Padahal masih muda dan sangat cantik"
"Iya mau-maunya jadi simpanan om om"
Yusuf yang sejak tadi mencoba abai pun akhirnya kesal juga penilaian yang di berikan orang terhadap dirinya dan sang istri. Yusuf pun langsung mendekati ke tiga karyawati yang tengah menggosipinya dengan tatapan tajam sehingga membuat mereka tertunduk.
"Kalian disini kerja apa mau ghibah?" tanya Yusuf dengan suara agak meninggi. "Jangan menilai buruk soal istri ku. Dia bukan simpanan seperti yang kalian kira" ucap Yusuf lagi.
"Maaf pak. Maafkan kami"
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya 😊 kasih like dan komennya 🥰
Ikutin juga ya novel terbaru ku