
Nissa yang sejak tadi hanya berdiam diri di dalam kamar pun hanya terus menatap dirinya dari pantulan cermin karena merasa ada yang berbeda dengan dirinya.
Yusuf yang entah berapa kali keluar masuk kamar pun hanya menatap kearah istrinya karena nissa hanya diam bak patung menatap diri sendiri di depan cermin.
Nissa keluar kamar langsung menuju meja makan karena semua orang sudah menunggunya. “bu, bibir nissa kok kaya di gigit semut ya. liat ni Sampek kaya bengkak. Bibir nissa rasanya kaya tebal banget” keluh nissa sambil menyentuh bibir bawahnya dengan jari telunjuk. dulu waktu masih sekolah Nissa juga pernah bibirnya bengkak seperti ada gigitan semut setelah bangun tidur.
Yusuf yang sedang meneguk air minum di dalam gelasnya pun langsung tersedak.
Uhuk… uhuk…
“Hati – hati dong om” ucap nissa sambil menepuk punggung yusuf.
Jumiasih dan jaya pun yang memang paham hubungan yusuf dan nissa belum seperti selayaknya seperti suami istri yang sesungguhnya pun hanya melempar senyum. Namun selama beberapa hari ini pasutri paruh baya itu pun terus menikmati drama anak dan menantunya.
Mereka paham karena pernikahan hasil perjodohan tidak semua orang bisa langsung menerima dan memahami. Perlu adaptasi dengan dua karakter yang tak saling mengenal namun harus saling menerima karena sebuah ikatan sakral, pernikahan. Namun di luar dugaan jumiasih kalau yusuf lebih gesit. setidaknya untuk saat ini.
“bu, kayanya perlu di semprot pake obat serangga deh” usul nissa yang menurut ampuh.
“serangga nya nggak akan mempan nis” ucap jumiasih sambil melirik yusuf.
“apa bapak dan ibu sadar itu perbuatan ku?” batin yusuf karena melihat mertuanya menatap dirinya penuh curiga. yusuf hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa seperti maling yang tertangkap basah.
“ya di coba dulu bu. Tadi nissa udah bersihin kasur pake sapu lidi juga nggak nemuin semut atau apa lah yang tega menodai bibir nissa yang perawan ini. Upsss…” nissa menutup mulutnya dengan telapak tangannya spontan karena merasa asal bicara.
“nggak apa apa nak. Sudah ikhlaskan saja. Mungkin semut nya jatuh cinta sama nissa”
“semut mesum, awas aja nanti tak semprot mampus. Semut nggak tahu akhlaq berani banget dia noda i bibir ku yang masih suci” gerutu nissa yang hanya di dengar yusuf dan membuat yusuf menahan kekehan karena melihat tingkah jengkel Nissa yang malah terlihat lucu.
.
.
.
Dulu sikap wati yang lebih menyayangi yusuf dari pada adam yang jelas lahir dari rahim wati pun sering tak terima dengan sikap wati yang jelas pilih kasih. Namun semakin dewasa adam menyadari bahwa wati sama – sama menyayangi mereka hanya saja cara menunjukkannya berbeda.
Dan kalau memang wati memang lebih menyayangi yusuf itu pun sudah di mengerti adam karena memang wati membesarkan yusuf dengan penuh cinta kasih karena memang wati sulit untuk memiliki anak. Namun berkat kesabarannya akhirnya wati di percayakan untuk menjadi perempuan sempurna.
Yusuf dan nissa pun sampai di kediaman wati setelah waktu magrib. Setelah puas melepas rindu mereka melakukan jamaah solat magrib lalu makan malam. Setelah usai makan malam semuanya kumpul di ruang keluarga kecuali yusuf yang entah sedang apa yang di lakukan di kamarnya.
Semua orang bersenda gurau saling bercerita. Tak lama yusuf datang dan berdiri tepat di belakang nissa. Adam yang melihat kedatangan yusuf pun langsung memberi kode luna untuk duduk bersamanya karena sejak tadi luna dan nissa terus saja mengobrol.
Yusuf langsung merebahkan diri dengan posisi tengkurap, wajahnya tepat berada di sela sela kedua paha nissa. Semua orang terkejut dengan sikap yusuf terlebih lagi nissa. Air mukanya terlihat tegang hingga kakinya bergetar.
“baru begini saja kamu sudah kaget. tapi tetap dengan beraninya dia menggoda aku” batin yusuf.
“om… ehh ayy kenapa?” tanya nissa sambil mengatur diri agar tidak terlihat terkejut apa lagi takut. Namun yusuf tak menjawab.
Semua orang yang melihat perlakuan yusuf pun Nampak bahagia. Reina yang tiba – tiba saja di kejutkan suara dering ponselnya pun langsung memilih menjauh dan menuju kamarnya.
“ayang kalau pusing atau lelah kita ke kamar saja biar ku pijit” ucap nissa sambil mulai memijit bahu yusuf. Namun yusuf masih tetap diam bak patung.
Wati yang merasa tidak memiliki pasangan pun langsung memilih memasuki kamarnya. Sedang adam dan luna yang melihat keromantisan nissa dan yusuf pun langsung memilih ke kamar mereka untuk melakukan hal yang lebih hot dari yang mereka lihat.
“om bangun om. Udah nggak ada siapapun kecuali kita” bisik nissa sambil menepuk punggung yusuf.
Namun yusuf sendiri seolah sudah Nampak tertidur dan merubah posisi miring sehingga wajahnya menghadap ke perut nissa.
“apa om sudah tidur atau hanya bercanda jail ke aku?” ucap nissa lirih sambil menggerakkan ke dua kakinya namun yusuf masih tak bergeming.
Nissa membelai rambut yusuf membuat yusuf terasa nyaman. Nissa pun membelai pipi yusuf yang masih terjangkau matanya dan tangannya. Tak butuh waktu lama nissa tertidur dengan posisi yang tetap duduk. Yusuf yang sudah mendengar deru nafas nissa begitu teratur pun langsung bangun dan menatap wajah nissa.
Yusuf menghela nafas kasar. “kalau aku seperti ini dan kamu terus saja berusaha mendekat semua akan sulit untuk kita nissa. Aku sungguh tidak bisa egois. Tapi aku pun tidak akan bisa selamanya menahan diri. aku pria dewasa dan aku normal Nissa"