NISSA

NISSA
BAB 62 ES DUGAN



Keesokan harinya setelah konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi, Nissa dan Reina langsung menuju rumah sakit. Setelah memasuki ruang rawat mereka langsung memasuki kamar mandi secara bergantian. Mencuci tangan dan kaki serta wajah. Setelah usai mereka pun langsung bergantian mencium baby mungil yang sangat menggemaskan dalam gendongan Wati itu.


"Aduh abis cium kamu kok jadi kebelet" ucap Nissa yang langsung berlari menuju kamar mandi.


"Dasar dikira anak gue apaan" gerutu Luna yang hanya di tertawa kan oleh Adam.


"Oma, Rere mau ke indoma*rt dulu ya ada yang mau Rere cari"


"Iya" ucap Wati singkat.


"Nah kan semenjak ada kamu oma jadi lebih sayang sama kamu bayi" goda Reina mencolek pipi bayi mungil.


"Rere, dedek nya baru juga tidur" ucap Wati sambil menepuk pelan tangan Reina.


"Om, tante mau nitip sesuatu nggak?" tanya Reina mengabaikan Wati.


"Emmm… belikan camilan sama buah aja Re" ucap Luna.


"Camilan apa, buah apa tante?"


"Camilan kaya biasa nya aja kalau buah belikan anggur, melon, semangka"


"Mana uangnya om" todong Reina.


"Pake punya mu saja kenapa Re" ucap Adam.


"Nggak mau, bisa berkurang jatah jajan aku" tolak Reina.


Adam mengeluarkan kartu ATMnya. "Nih"


"Nah kalau gini kan sekalian traktir Rere" ucap Reina yang langsung menyambar benda tipis membahagiakan jiwa. Apa lagi kalau isinya unlimited. Uuhhh...


"Punya ponakan satu matrenya subhanallah" gerutu Adam.


"Sabar sayang, Ini ujian. Lagi pula itu juga jatah uang kita dari mas Yusuf. ayahnya siapa?" tanya Luna menggoda.


"Rere" jawab Adam spontan. "Tunggu sayang kalau aku udah wisuda juga aku bakal kerja" ucap Adam tak terima.


"Harus dong" jawab Luna memeluk Adam.


Tak berselang lama Nissa keluar dari kamar mandi. "Ya ampun baunya" ucap Luna sambil menjepit hidungnya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk.


Nissa yang tengil pun langsung membekap hidung Luna menggunakan tangan kirinya. "Nih, mumpung aku baik. Ku bagi-bagi" ucap Nissa. tak lama Nissa pun mendekati Wati. "Rere dimana bun?"


"Keluar katanya mau ke indoma*rt" jawab Wati.


"Mau beli es degan bun, tiba-tiba pengen" jawab Nissa yang langsung membuka handle pintu dan langsung menutupnya pelan.


Deg


Wati langsung teringat kembali kejadian saat ia memijit tengkuk Nissa kemarin. "Apa dia sedang…" batin Wati.


Tak lama kemudian Jaya, Jumiasih dan Amira datang menjenguk Luna. "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Wati, Luna dan Adam. Mereka pun langsung bersalaman dan memberi selamat.


.


.


.


Setelah membayar es dugan, sambil berjalan dan meminumnya Nissa pun langsung menuju rumah sakit. Belum sempat menyebrang jalan yang memang tidak terlalu ramai, Nissa memilih duduk di kursi kosong yang ada di bawah pohon besar nan rindang, sehingga terasa sejuk jika duduk disana. Sambil terus menikmati es dugan yang entah kenapa tiba-tiba saja ia sangat menginginkannya.


"Kenapa sih aku jadi pengen hal-hal yang jarang banget aku makan" gumam Nissa sambil terkekeh mengingat dirinya kemarin memakan ikan patin pindang. "Udah kaya jaman mbak waktu hamil Amira" gumam Nissa tanpa menyadari dirinya sendiri. Namun spontan tangan kirinya mengusap perutnya yang tertutup kaos oblong kesukaannya.


"Ayy kapan sih pulang. Aku kangen tau" ucap Nissa sambil menyesap es dugannya. "Eh itu Rere" gumam Nissa yang langsung beranjak menghampiri Reina. Nissa terus melangkah menghampiri Reina sambil memanggil namanya.


Nissa mulai berlari menghampiri Reina yang sedang menyebrang sebelum akhirnya semua nampak gelap.


Brak


"Awww…" pekik seseorang terkejut.


Bersambung...


...Nah loh kenapa tuh......


...Lanjut nanti malem ya😊...


...Selamat bobo siang 🥰...


...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 💋 kasih like dan komennya 🥰...


...Ikuti juga novel terbaru ku ya 😊...