NISSA

NISSA
BAB 75 NIKAH LAGI!



Setelah makan malam Yusuf dan Nissa sudah beranjak ke kamar lebih awal. Mereka terpaksa pindah tidur ke kamar tamu semenjak kehamilan Nissa memasuki bulan ke Sembilan. Dan sudah hampir satu bulan ini Yusuf tidak mengunjungi kantor pusat seperti sebelumnya. Biasanya ia dua sampai empat kali dalam sebulan ke kantor pusat guna mengurus berkas yang harus ia tanda tangani yang menuntutnya harus hadir dipusat kantornya. Sekarang semua urusan diserahkan pada Hendri sepenuhnya. Setidaknya sampai Nissa melahirkan dan pulih kembali untuk beraktifitas.


Nissa tidur dalam pelukan Yusuf berbantalkan lengan suaminya. Sedangkan Yusuf terus mengusap perut Nissa dan terus merapalkan doa untuk istri dan buah hati yang akan hadir di keluarga mereka. Sudah sejak tadi pagi Nissa merasakan perutnya terasa kencang. Namun ia selalu melakukan aktifitas agar sedikit menghilangkan rasa yang tengah ia rasakan itu.


"Ayy…"


"hemmm…"


"Ayy kalau aku meninggal saat melahirkan anak kita apa Ayy akan nikah lagi?” tanya Nissa mengejutkan Yusuf. Jelas Yusuf terkejut dengan pertanyaan seperti itu.


Mata Yusuf yang awalnya sudah mengantuk seketika impian lelapnya hanyut dengan jiwa yang sekejap langsung menyadarkan raganya. "kamu ngomong apa sih sayang. Jangan tanya yang aneh-aneh" ucap Yusuf. seketika rasa cemas pun menyelimuti hatinya.


"Ayy… kalau nanti aku meninggal aku nggak apa-apa Ayy nikah lagi yang penting dia harus menerima anak-anak kita"


"Sayang… tolong jangan ngomongin hal itu. Aku nggak bisa" ucap Yusuf dengan suara bergetar.


Nissa mendongakkan wajahnya memandang wajah Yusuf. Nampak air mata suaminya itu menetes. Nissa pun langsung menghapus air mata yang jatuh. "Ayy jangan nangis"


"Apapun yang terjadi, sayang harus janji akan bertahan demi aku dan anak-anak kita" pinta Yusuf sambil menatap sang istri.


"Aku janji Ayy. Tapi kalau memang aku men…”


Yusuf sudah tidak ingin lagi mendengarkan ucapan yang begitu menakutkan baginya. Ia sungguh tidak ingin kehilangan seseorang yang telah menjadi pasangan hidupnya untuk kedua kalinya. Walau pada akhirnya semua yang hidup pasti akan mati. Kembali pada sang pemilik kehidupan.


Nissa langsung meraup oksigen sebanyak-banyaknya ketika yusuf melepaskan tautan bibir mereka. "Ayy aku mau" ucap Nissa berbisik.


"memangnya nggak apa-apa? Bukannya dari tadi pagi perut mu agak sakit sayang" ucap Yusuf mengingatkan.


Meski sebenarnya ia juga sejak tadi ingin mengajak Nissa, namun ia tidak mau egois karena takut terjadi apa-apa pada calon buah hati mereka. Terutama jika itu menyakiti Nissa. Yusuf tidak ingin egois.


"Tapi aku mau Ayy" rengek Nissa manja yang akan sangat sulit ditolak.


"Dengan senang hati"


Dengan penuh hati-hati dan kelembutan kasih sayang mereka saling memanjakan raga. Saling berbagi kehangatan menyalurkan cinta yang begitu besar.


"I love you ayy" ucap Nissa.


"I love you too sayang" ucap Yusuf sambil membelai punggung polos istrinya.


.


.


.


Setelah usai berdoa ia langsung membereskan alat solat. Awalnya ia ingin menyusul suaminya tidur lagi namun rasa lapar tiba-Tiba menyerang.


"Lapar ya sayang?" tanya Nissa sambil membelai perutnya. "Kita ke dapur yuk cari makanan" ucap Nissa sambil membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan agar suaminya tidak terusik.


Nissa berjalan sedikit lebih cepat tanpa memperhatikan jalan karena lampu dengan pencahayaan temaram di seluruh ruangan. Nissa tersandung ujung sofa sehingga ia terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.


"Astaghfirullah…" pekik Nissa kesakitan karena perutnya membentur dengan cukup keras.


"Nissa…" panggil Yusuf yang seperti mendengar suara Nissa memanggilnya. Ia menoleh ke samping dimana istrinya tidur pun Nissa tidak ada.


"Ayy…" terik Nissa dengan suara yang mulai menangis karena menahan sakit.


"Nissa…" Yusuf langsung segera memakai kaos dan sarungnya. Segera ia berlari keluar kamar karena Nissa terus memanggilnya dengan suara bergetar dan menangis membuat jantungnya bergemuruh takut. Yusuf langsung lari keluar kamar setelah memakai pakaian lengkap.


Ia langsung menghidupkan seluruh lampu dan. "Astagfirullah" pekik Yusuf yang langsung menghampiri Nissa. Tubuh Yusuf terasa lemas melihat istrinya namun seluruh tenaganya harus terkumpul untuk segera menyelamatkan sang istri.


"Ayy… tolong selamatkan anak kita" lirih Nissa sebelum akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri.


Bersambung...


Bakal sad ending atau happy ending ya kira-kira nantinya🤔


Ikutin terus sampai tamat ya dan jangan lupa kasih like dan komennya


selamat malam dan selamat istirahat.


oh iya jangan lupa mampir di novel terbaru aku ya "HUJAN, Beri Aku Cinta"


tolong di ramaikan juga 😊😘🥰


Salam sayang dari author rebahan




jangan lupa mampir ya😌