NISSA

NISSA
BAB 28 MAAF UNTUK KALI INI



Sudah tiga hari yusuf ikut menginap di rumah mertuanya. Dan selama itu juga nissa selalu tidur bersama amira. Amira yang sangat merindukan nissa pun selalu tidur memeluk nissa seolah tak memperbolehkan nissa beranjak dari tempat tidurnya.


“Nissa… nissa...” lirih jumiasih mencoba membangunkan nissa yang sudah tertidur pulas.


Nissa menggeliat dan mencoba membuka mata. “eh ibu, memang sudah subuh bu. Perasaan nissa baru tidur” ucap nissa sambil bangun dan melihat jam masih pukul 22.00.


“udah beberapa malam kamu tidur di kamar amira” ucap jumiasih lirih takut membangunkan amira.


“mumpung nissa di rumah bu. Nissa juga kangen sama mira” ucap nissa sambil men cepol rambutnya.


“tapi nggak baik nak, kamu biarkan suami kamu tidur sendirian”


“eh… om yusuf nggak keberatan kok bu” ucap nissa.


“meskipun nak yusuf mengizinkan tapi nggak baik. Sudah sana urusi suami mu di ruang kelurga”perintah jumiasih terdengar tak boleh di bantah.


“eh om yusuf belum tidur bu?”


“lihat saja sana”


Nissa pun langsung beranjak keluar dari kamar Amira dan menuju ke ruang keluarga menghampiri yusuf dan jaya yang sedang di ruang keluarga. Jaya sibuk menonton acara berita di tv sedangkan yusuf sibuk dengan tabletnya.


“bapak sama om kok belum pada tidur?” tanya nissa sambil memeluk yusuf dari belakang. Nissa mengalungkan tangannya di leher Yusuf.


“ya allah ini anak bikin jantung ku olah raga” batin yusuf.


“ini sebentar lagi bapak juga mau tidur” ucap jaya.


Nissa yang melihat layar tablet yusuf pun sesekali sambil memijit pundak yusuf. namun bukan pijitan yang di rasa Yusuf, ia merasa Nissa sedang membelainya. dasarnya saja Yusuf kelamaan menduda jadi butuh belaian kasih sayang.


“astagfirullah nissa, kenapa kamu selalu mencoba meruntuhkan iman ku” batin yusuf sambil terus menikmati sentuhan jemari nissa.


“bapak sama om mau nissa buatkan minuman hangat?” tawar nissa sambil melangkah duduk di samping jaya.


“nggak usah bapak mau tidur saja” ucap jaya sambil mematikan tv dan langsung menuju kamarnya.


“om masih banyak kerjaan?”


“Hem...”


“mau nissa buatkan susu seperti biasanya?”


“Hem...”


“ya allah. Hem itu apa artinya wahai pak suami?”


“menurut mu apa istri?" tanya Yusuf menggoda Nissa karena mengikuti suara Nissa yang menurut nya cempreng.


“menurut om aku dukun yang bisa memaknai Hem Hem Hem. Lama lama aku shalawatan deh jadinya” ucap nissa sambil melangkah menuju dapur dengan melanjutkan seolah ia nissa sabyan.


Tak lama kemudian nissa membawa segelas susu dan langsung meletakkan di atas meja.


“ini susu jahe om. Dirumah nggak ada madu” ucap nissa yang langsung merebahkan diri di sofa dan langsung memainkan ponselnya sebentar lalu menghidupkan tv. Nissa terus saja memindah – mindahin acar tv yang membuat yusuf sedikit terganggu.


“kamu kenapa sih liat tv kok di pindah – pindah nggak jelas”


“lagian nggak ada acara tv yang menarik” ucap nissa lalu mematikan tv.


“ya kalau nggak ada yang menarik kamu kan masih bisa buka sosmed” usul yusuf sambil terus melihat tabletnya.


“udah. Baru juga buka wa”


“instagram, facebook atau apa lah memangnya kamu nggak punya?” tanya yusuf. ia lalu meneguk susu dan menatap nissa.


Nissa hanya menggeleng. “om udah selesai?”


“ibu masih di kamar mira”lirih Nissa. karena sejak tadi jumiasih memang belum keluar dari kamar Amira.


“ya kamu tidur di kamar mu” ucap yusuf.


“terus om tidur dimana?”


“ya tidur di kamar kamu juga lah masa aku tidur disini” batin yusuf sambil menarik nafas. “aku gampang bisa tidur dimana aja yang penting bukan di teras” ucap yusuf.


“ish… dah lah om lanjutin kerjanya”


Yusuf pun langsung melanjutkan apa yang seharusnya sejak tadi dia selesaikan hingga waktu sudah semakin larut.


“loh nak yusuf masih begadang?” tanya jumiasih yang baru saja keluar dari kamar amira. ia memang sengaja berlama lama di kamar Amira agar anak dan mantunya tidur di kamar yang sama. ini juga rencananya bersama Wati .


“iya bu. Tapi ini sudah selesai” ucap yusuf.


“ealah nissa kok ketiduran disini” ucap jumiasih yang terlihat hendak membangunkan nissa.


“jangan bu” ucap yusuf membuat jumiasih menatap yusuf dan menghentikan niatnya membangunkan anaknya. “biar nanti yusuf yang pindahin nissa ke kamar”


“ya sudah kalau begitu ibu istirahat duluan ya nak” ucap jumiasih yang di anggukkan yusuf.


Setelah jumiasih sudah berlalu yusuf pun langsung mendekati nissa. Ia menatap wajah nissa dengan seksama. Wajah yang tengah polos dalam lelap. Yusuf menyisihkan beberapa helai rambut nissa dan menyibakkan ke belakang telinga nissa. Yusuf pun membelai lembut pipi nissa.


“jangan terus menggoda ku nissa. Jika aku lepas kendali maka kamu akan sulit lari dari ku atau bahkan tak akan pernah bisa lepas dari ku sesuai Janji ku di awal pernikahan kita.” gumam yusuf. "kita? kenapa seperti akrab sekali jadinya"


Yusuf pun langsung mengangkat tubuh nissa yang menurutnya sangat ringan menuju kamar Nissa. Yusuf pun langsung merebahkan tubuh nissa di atas ranjang. Saat yusuf hendak menarik tangannya yang tertimpa nissa, tiba – tiba nissa menggeliat lalu memeluk leher Yusuf membuat Yusuf enggan untuk beranjak.


Yusuf menatap wajah nissa yang begitu dekat dengannya. Iya membelai lembut wajah nissa lagi. Ibu jarinya terhenti tepat di sudut bibir nissa yang sejak tadi begitu menggoda.


“lari lah saat aku membiarkan mu lari tapi maafkan untuk kali ini” ucap yusuf yang langsung mengecup lembut bibir nissa. Cukup lama hingga kecupan berubah menjadi ***** an, meski tidak ada balasan karena lawan mainnya terbuai mimpi tapi yusuf cukup menikmati segalanya.


Adzan tubuh berkumandang membuat nissa menggeliat dan mengerjapkan matanya. Di lihatnya Nampak yusuf yang telah rapi menggunakan sarung dan baju muslim tak lupa peci di kepalanya sungguh terlihat tampan seperti saat awal nissa melihat yusuf di rumahnya untuk melamar nya.


“om kenapa disini?”


“kamu pikir”


Nissa memperhatikan sekeliling. “loh kenapa aku tidur disini?”seingatnya ia tidur di sofa saat Yusuf masih fokus dengan tablet nya.


"terus kalau nggak tidur disini mau dimana?" tanya Yusuf cuek.


"om yang mindahin aku ke sini ya?" tebak Nissa dengan suara ngajak ribut.


“kamu sendiri yang nyusul aku kesini”


Nissa mengingat – ingat semalam sebelum ia tertidur. “tunggu...” ucap nissa yang melihat tubuhnya di balik selimut yang masih lengkap dengan pakaian tidurnya.


Yusuf yang melihat tingkah nissa dan bisa menebak apa yang saat ini yang ada di pikiran nissa pun langsung naik ke ranjang dan mendekati nissa.


“om mau apa? Om nggak ngapa – ngapain aku kan semalam?”tanya Nissa gugup karna yusuf semakin dekat.


“aku nggak melakukan apapun tapi kamu” ucap yusuf sambil mendekatkan wajahnya ke nissa.


“eh… om mau apa?” tanya nissa sambil menutupi bibir nissa dengan selimut.


Yusuf langsung mengecup bibir nissa yang berada di balik selimut membuat mata nissa terbelalak karena tindakan yusuf. Beberapa detik kemudian yusuf langsung turun dari ranjang.


“sial. Gara – gara kamu aku jadi harus wudhu lagi” ucap yusuf yang langsung keluar dari kamar hendak segera ke masjid wudhu dan solat berjamaah disana.


“kenapa om yusuf sekarang sifatnya aneh banget. Kalau seperti ini bukan om yusuf yang tergoda tapi aku” batin nissa.


Nissa sendiri langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.