NISSA

NISSA
BAB 70 NASI GORENG



Rona bahagia tampak di wajah sepasang suami istri yang baru saja turun dari kendaraan roda dua. Bahkan setelah turun dari kendaraan sang suami masih terus saja menciumi wajah sang istri. Benar-benar bahagia sampai mesra-mesraan nggak liat tempat.


"Ayy… udah ih" keluh Nissa yang terus saja mendapat kecupan tiada henti di wajahnya. Ia merasa malu karena mereka masih berada di teras rumah. "Mesum ih ayy… Kalau di lihat orang gimana?" kesel-kesel manja dan bahagia campur aduk pokoknya perasaan Nissa saat ini.


"Biarin, sama istri sendiri ini" jawab Yusuf santai kemudian memeluk sang istri.


"Loh ini kok pada mesra-mesraan di teras to nak" ucap Jaya yang baru saja pulang dari masjid bersama Jumiasih dan Amira.


"Sepertinya ada kabar bahagia" ucap Jumiasih lalu tersenyum pada sang suaminya.


"Kabar apa to?" tanya Jaya penasaran.


"Alhamdulillah Bapak sama Ibu bakal dapet cucu yang ke dua" ucap Yusuf memberitahu.


"Alhamdulillah" ucap Jaya dan Jumiasih bersamaan.


"Alhamdulillah" ucap Amira mengikuti.


Nissa langsung mensejajarkan dirinya dengan tubuh mungil Amira. "Kenapa Amira mengucapkan Alhamdulillah" tanya Nissa sambil mencubit pelan pipi tembem Amira.


Amira menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. "Amira cuma ikut-ikutan kaya mbah"


"Itu karena kita mendapatkan kabar bahagia, mensyukuri apa yang telah kita terima jadi sebagai ucapan terimakasih kita kepada Allah kita mengucapkan alhamdulillah" Amira nampak paham karena telah menganggukkan kepala.


"Amira mau dapat kabar bahagia juga bun"


"Sayang sebentar lagi mira mau punya adik bayi" ucap Nissa memberi tahu.


"Wah adik seperti baby Qia bun?" tanya Amira dengan mata berbinar bahagia.


"Iya sayang"


"ye ye ye amila mau punya Adik bayi"seru Amira sambil berlonjak-lonjak.


"Sayang, gimana caranya bersyukur?" tanya Nissa.


"Alhamdulillah" ucap Amira sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Anak pintar" ucap Nissa sambil mengelus kepala Amira yang masih menggunakan kerudung.


Yusuf terus tersenyum melihat Nissa dan Amira. "Terimakasih ya Allah Engkau telah memberi hamba istri yang sangat baik dan penuh kasih sayang" batin Yusuf. Rasa bahagia kini pun terpancar di wajah semua orang.


Semua orang sudah nampak lelap karena memang sudah tengah malam. Begitu juga dengan Yusuf yang sudah terlelap. Namun berbeda dengan Nissa yang masih nampak terjaga dalam dekapan suaminya.


Sebenarnya Nissa sudah mulai akan terlelap sebelum akhirnya perutnya terasa lapar. Ia juga sudah mulai mencoba menahan rasa lapar karena tidak tega membangunkan suaminya.


"Ayy… Ayy…" panggil Nissa membangunkan Yusuf dengan menepuk-nepuk lengannya.


Yusuf yang mulai terusik pun mulai terbangun meski matanya belum terbuka. "Kenapa sayang?" tanya Yusuf sambil mempererat pelukannya.


"Aku pengen Ayy…" ucap Nissa jelas ambigu.


Yusuf yang pro dengan hal-hal tabu pun mulai membuka matanya. "Emangnya kamu belum ngantuk sayang?" tanya Yusuf yang sudah menatap sang istri.


Namun pertanyaannya hanya di jawab dengan menggelengkan kepala oleh Nissa. "Aku sebenarnya ngantuk. Tapi ya udah lah ayo…" ucap Yusuf yang akan mendaratkan bibirnya pada milik Nissa sedangkan tangannya sudah akan membuka kancing baju Nissa.


Nissa yang menyadari Yusuf akan melakukan hal yang bukan ia mau pun langsung memukul lengan Yusuf dengan cukup keras.


Bug


"Awww…" pekik Yusuf terkejut. "Sakit sayang" ucap Yusuf yang sudah duduk dan mengusap lengannya. "Kok aku di pukul sih sayang?" tanya Yusuf yang sudah kembali kesadarannya seratus persen.


"Lagian mesum mulu pikirannya" ucap Nissa yang ikut duduk juga.


"Lagian katanya tadi pengen ya udah" jelas aja ucapan pengennya Nissa sama dengan yang iya-iya bagi Yusuf. Apalagi coba arti pengen di tengah malam kaya gini kan.


"Bukan pengen begituan Ayy… kalau itu mah tanpa aku minta juga udah tiap hari Ayy ngerjain aku" kesal Nissa.


"Ya namannya juga enak, kan sayang kalau di lewatkan" bela Yusuf. "Jadi ini pengen apa?" tanya Yusuf kembali ke topik awal penyebab tidurnya terusik.


"Aku pengen makan Ayy… laper"


"Ya udah ayo ke dapur" ajak Yusuf sambil menarik tangan Nissa.


"Tapi aku pengennya makan nasi goreng seafood ayy" pinta Nissa merengek.


"Ada Ayy di perempatan sebelum pasar itu, nasi gorengnya enak banget" ucap Nissa sambil menerawang makanan yang sedang ia ingin.


Yusuf langsung beranjak memakai jaket dan memakaikan jaket pada istrinya pula.


"Ayy kita naik motor aja biar cepat" usul Nissa sambil menyerahkan kunci kendaraan roda dua pada Yusuf.


"Kita naik mobil sayang. Kamu lagi hamil gak baik angin malam buat kamu". Nissa tak mau membantah meski ingin.


.


.


.


"Pakde nasi goreng seafood nya satu pedes ya Pak" pinta Nissa pada penjual nasi goreng yang memang sudah langganan.


"Loh Nissa, tumben kesini tengah malem?"


"Iya Pak, pengennya baru sekarang" jawab Nissa. "Ayy mau apa?"


"Aku nggak mau sayang. Bahaya jam segini makan makanan berat" ucap Yusuf menolak. "Aku minum jeruk hangat aja sayang" Yusuf memang selalu menjaga kesehatan. Agar tubuh tetap bugar, sehat dan berharap panjang umur. Mungkin itu juga salah satu tips awet mudanya.


"Ok. Ehm… Pakde nasi gorengnya satu aja sama jeruk angetnya dua ya" pinta nissa.


"Siap!"


Tak sampai setengah jam pesanan Nissa akhirnya sudah dapat di nikmati.


"Ayy beneran nggak mau?" tanya Nissa memastikan.


"Enggak sayang" jawab Yusuf setelah meminum jeruk hangat dan menopang kepalanya dengan kedua tangan. Melihat Nissa yang tengah menikmati nasi goreng.


"Nyesel kalau nggak makan Ayy. Aaa…" ucap Nissa sambil menyodorkan sendok berisi nasi goreng. Namun lagi-lagi Yusuf menggelengkan kepala. "Sekali aja Ayy" paksa Nissa.


Mau tidak mau akhirnya Yusuf membuka mulutnya menerima suapan pertama Nissa.


"Enakkan?" tanya Nissa yang hanya di anggukkan Yusuf. "Makannya udah ku bilang nyesel kalau nggak ikut makan" ucap Nissa sambil menyuapi Yusuf.


"Ya nanti kalau aku makan berat jam segini bahaya sayang" ucap Yusuf sambil mengunyah.


"Toh nggak setiap hari ini"


"Ya tapi kan, aku nggak mau buncit. Nanti kalau kamu di bilang punya suami om-om gendut perut buncit gimana?" tanya Yusuf setelah menerima suapan dari Nissa lagi yang entah yang ke berapa.


"Halah sok takut gemuk lagi. Itu nggak akan mungkin, Ayy kan setiap hari olahraga belum lagi yang sama aku" ucap nissa mengingatkan.


Tak terasa seporsi nari goreng tandas. "Alhamdulillah" ucap Yusuf setelah meminum jeruk hangat dan bersendawa.


"Nah kan katanya nggak mau, takut gemuk, takut buncit. Nggak taunya paling banyak habisnya" sindir Nissa telak.


"Lagian kamu paksa terus sih sayang. Jangan nyesel ya kalau aku jadi gemuk" todong Yusuf.


"Biarin, biar nggak ada yang naksir"


Bersambung...


...01 Januari 2022 M / 27 Jumadil awal 1443 H...


...selamat tahun baru semua❤️...


...semoga di tahun yang baru ini kita semua menjadi pribadi yang semakin baik dan selalu sehat di penuhi dengan kebahagiaan di lingkup orang orang baik😊...


...semoga apa yang belum kita capai, tahun ini bisa terwujud dan di permudahkan segala urusan kita😊...


...selamat berlibur 🥰...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰


Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰