NISSA

NISSA
BAB 26 TERIMAKASIH UNTUK HARI INI



Pagi yang cerah, setelah seisi rumah selesai dengan aktivitas pagi hari semua orang berkumpul di ruang keluarga. Dengan antusias Reina menceritakan segala yang ingin ia curahkan kepada semua orang, terutama Yusuf sang ayah. namun Yusuf sepertinya tak fokus dengan perbincangan pagi ini karena sesekali membuka tabletnya lagi dan lagi.


Luna dan Adam pun menceritakan keseruan berlibur di pantai terdekat di daerah Malang. Karena masih full jadwal mata kuliahnya membuat mereka berdua menunda acara bulan madu.


"Om kalau sibuk jangan di sini kenapa. Kasian tau rere dari tadi ngeliatin kamu terus" bisik Nissa pada Yusuf.


Yusuf pun langsung mematikan layar tabletnya dan menatap Reina, Reina yang mendapat tatapan dari ayahnya pun langsung membuang muka. ia kesal terhadap ayahnya karena selalu saja sibuk walau tengah berada di rumah.


"Oma buatin pudding jagung seperti terakhir kali oma" pinta Reina merengek.


"Itu bukan oma yang buat sayang"


"Terus siapa kalau bukan oma? Mak Ipah?" tebak Reina tak percaya. karena Reina hanya menyukai puding jagung buatan Wati saja.


"Nissa yang buat" jawan Wati seketika membuat Reina dan Yusuf menatap kearah Nissa yang sedang memainkan ponselnya.


"Re, mau ku ajari buat pudingnya?" tawar Nissa.


"Memangnya nggak apa-apa?"


"Ya emang kenapa? Ayo ke dapur" ajak Nissa yang membuat Reina berlalu terlebih dahulu menuju dapur.


Nissa yang melihat Yusuf hendak memegang tabletnya lagi pun langsung menarik tangan Yusuf. "Ayy ayo ikut” pinta Nissa.


"Nggak ah, mana ku tau buat begituan"


"Tapi kalau makan tau kan?" ucap Nissa. Tanpa malu di hadapan Wati dan sepasang suami istri, Nissa duduk di samping Yusuf dan mengalungkan tangannya ke bahu lalu Nissa mencium pipi Yusuf. "Ayo ay…" pinta Nissa lagi dengan suar manjanya.


Yusuf yang sudah di buat merinding dengan tingkah Nissa pun langsung berdiri dan langsung menuju dapur. Reina yang melihat kedatangan ayahnya pun langsung tersenyum bahagia.


"Ok untuk ayah dan anak yang sudah menggunakan Appron dengan benar sekarang ikutin instruksi yang aku berikan" ucap Nissa.


"Kamu nggak ikut buat?" tanya Reina.


Nissa menggeleng. "Aku malas melakukannya jadi kalian berdua saja yang melakukannya ya" ucap Nissa bohong karena memang ingin Yusuf dan Reina membagi waktu bersama.


Tiga pasang mata yang mengintip canda tawa gurauan itu pun sangat bahagia menyaksikan dramanya. Lalu mereka memilih ke kamar masing-masing tanpa mengganggu ketiga orang yang terlihat beberapa kali beradu tepung.


Setelah pudding selesai, mereka pun langsung membersihkan dapur dan mencuci semua alat yang kotor. Setelah pudding dingin mereka pun langsung memasukkan pudding ke dalam kulkas.


"Di makan nanti malam pasti enak" ucap Reina sambil membayangkan bagaimana hasil pudding yang ia masak bersama sang ayah.


"Re, ayah ke atas duluan ya" ucap Yusuf yang langsung pergi.


Nissa dan Reina saling bertatapan. "Aku keatas duluan ya" ucap Nissa.


"Tunggu" ucap Reina menghentikan langkah Nissa dan membuat Nissa berbalik badan. "Te… terima kasih" ucap Reina gugup.


Nissa tersenyum. "Sama-sama" Nissa pun langsung ke atas.


Nissa membuka pintu kamarnya melihat setiap sudut tidak ada wujud suaminya. "Mungkin di kamar mandi" gumam Nissa dan langsung menutup pintu. "Astagfirullah om ngapain di belakang pintu?" pekik Nissa terkejut.


"Dia kira aku ini penampakan apa sampek kaget kaya gitu" batin Yusuf.


"Kenapa nggak cepat mandi kan biar cepet gantian" omel Nissa.


"Kamu pengen cepet mandi?"


"Ya iya lah om udah tau kita kotor kaya gini"


Yusuf menyeringai. "Mandi bareng aja biar cepet" ucap Yusuf santai sambil melangkah menuju kamar mandi. Sedang Nissa berdiri mematung.


Sebelum Yusuf memasuki kamar mandi. "Nissa" panggil Yusuf membuat Nissa menatap Yusuf. "Terimakasih untuk hari ini" ucap Yusuf yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


.


Saat malam menjelang semua orang yang sedang asik berbincang sambil menikmati pudding hasil karya Yusuf dan Reina.


"Maaf semuanya aku ke kamar duluan ngantuk. Bun, Nissa tidur duluan ya?"


"Iya sayang"


Nissa langsung melewati Reina dan Yusuf begitu saja. Namun saat akan menaiki anak tangga Nissa kembali dan melingkarkan tangannya ke leher Yusuf dari belakang. "Ayang aku tidur duluan ya good night" ucap Nissa lalu mencium pipi Yusuf dengan hidung sedang mulut Nissa mengecup daun telinga Yusuf membuat bulu kuduknya merinding.


"Iya" Ucap Yusuf singkat.


"Eum… kalau mau mesra-mesra an mending di kamar aja" celetuk Rere sedang Nissa langsung meninggalkan ruang keluarga.


"Rere" ucap Yusuf, sambil menarik pipi Reina.


Saat Yusuf memasuki kamar ia melihat Nissa sudah tidur di sofa. Yusuf pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mematikan lampu utama dan beranjak tidur.


Setelah Nissa mendengar dengkuran yang teratur dari Yusuf, Nissa pun langsung bangun. Dan membuka pintu balkon secara perlahan karena jam sudah menunjukkan 01.00. Nissa tetap terjaga walau matanya terpejam.


Nissa duduk di kursi lalu memainkan ponselnya. Cukup lama ia melihat beberapa foto dan video Jumiasih, Jaya dan Amira membuat ia menitikkan air mata.


"Nissa kangen kalian" gumam Nissa lirih namun masih terdengar di telinga orang yang entah sejak kapan berada di belakang Nissa.


"Besok ku antar pulang ke rumah ibu" ucap Yusuf yang mengagetkan Nissa.


"Om" Nissa langsung berdiri menatap Yusuf yang ada di belakangnya.


Yusuf pun mulai menatap Nissa inten. Rambut yang tergerai indah yang bergerak oleh terpaan angin malam sehingga sesekali menutupi wajah imut Nissa. Belum lagi Nissa menggunakan gaun tidur berwarna hitam, meski tidak transparan namun bisa membangkitkan gairah lelaki.


Yusuf melangkah pelan mendekati, Nissa yang merasa mendapat ancaman karena tatapan mata Yusuf yang berbeda pun melangkah mundur hingga kakinya terhenti karena tubuhnya terhalang pagar balkon. Kini Yusuf dan Nissa hanya berjarak beberapa centimeter.


"Om… kita sedang berdua jadi… jadi nggak perlu melakukan drama kan" ucap Nissa sambil mendorong kuat dada Yusuf.


Namun Yusuf yang sepertinya tidak ada pergerakan mendapat perlakuan Nissa pun kedua tangannya menggenggam pagar disisi kanan dan kiri membuat Nissa terkunci.


"Om mau apa?" tanya Nissa. Ia sudah mulai memikirkan akan mengeluarkan ilmu bela dirinya jika terjadi hal yang itu-itu. "Aku belum siap" batin Nissa menahan raut wajah agar tak terlihat takut. Padahal nyatanya dia sudah ketakutan dengan pikiran nya sendiri.


"Menurut kamu aku mau apa?" tanya Yusuf sambil menyibakkan rambut yang menutupi wajah Nissa ke belakang telinga. Dan sedikit memberikan sentuhan lembut pada daun telinga Nissa membuat jantung Nissa berdetak.


"Apa secepat ini? Aku bahkan belum siap jika hal itu terjadi, atau malah om Yusuf sedang menggoda ku atas perlakuan ku tadi" batin Nissa sambil menjauhkan wajahnya.


"Ah… aku tidak bisa egois merusak masa depan anak ini" batin Yusuf. "Besok ku antar ke rumah ibu. Kan sudah ku katakana kalau ingin pulang bilang saja" ucap Yusuf yang langsung mundur. "Cepat masuk dan tidur" tambah Yusuf yang langsung membuat Nissa beranjak ke tempat tidurnya.


Akhirnya Nissa dapat bernafas lega karena Yusuf membiarkannya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit ❤️ follow akun author juga ya 😊


Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰