
Setelah sampai di rumah nissa langsung menuju kamar. Ia memilih untuk istirahat lagi. Yusuf sendiri masih berada di ruang kerjanya bersama hendri. Membahas tentang ray.
“namanya rendi suryo. Tapi banyak orang mengenalnya ray, dia anak pak suryo dari suryo channel pak”. Ucap hendri.
Yusuf nampak berpikir sejenak.“apa ini sebagian dari balas dendam karena kita tidak mau menanam saham di sana sesuai permohonannya?”
“itu hanya sebagian kecil. Namun yang membuat ray melakukan itu semua karena di dasari rasa kecewa dan sakit hati karena non reina memutuskan hubungan sepihak”jelas Hendri.
“ lagi pula apa bagusnya si ray itu sampai rere mau dekat dengannya? Sepertinya aku harus memeriksakan mata rere ke dokter mata”ucap Yusuf. "belekan kali mata anak ku jadi ngeblur liat cowok kaya gitu" gerutu Yusuf.
Hendri menahan tawa. “sidang akan di lakukan tiga hari lagi pak”
“urus semua secepatnya. Berikan putusan selama mungkin dia mendekam di penjara”
“cihh, selalu saja begini. memangnya aku ini hakim pengadilan!” batin hendri. “baik pak".
setelah urusan selesai yusuf langsung menuju kamarnya. Melihat ke ranjang tidak ada nissa. Yusuf langsung menuju kamar nissa. Dilihatnya nissa yang tertidur lelap, yusuf memandangi wajah nissa yang polos saat tidur. Tanpa terasa jemari yusuf mengulur menyentuh wajah Nissa dan mengusap sudut bibir nissa.
Yusuf tersenyum mana kala teringat hal manis yang terjadi di rumah sakit. Namun sialnya karena situasi tempat yang tidak memungkinkan membuat yusuf gagal menyalurkan hasrat terpendam. Padahal itu sudah mendapat respon baik dari nissa.
“bagaimana nanti cara ku meminta nissa melakukan hal itu” batin yusuf kesal.
Nissa mulai mengerjapkan matanya. Ia merasa terusik karena seperti ada sesuatu yang mendekap tubuhnya. Nissa melihat tangan kekar tengah memeluknya dari belakang. Nissa pun langsung membalik posisi tidurnya melihat sang pemilik tangan yang memeluknya posesif itu.
“sudah bangun?” tanya yusuf sambil tersenyum melihat nissa.
“o…om ngapain disini? Tanya nissa sambil mendorong dada yusuf agar sedikit menjauh darinya.
“tidur"
“tapi ini kan kamarku” ucap nissa yang hendak akan turun dari ranjang. Namun dengan cepat yusuf menarik nissa hingga terjatuh di atas tubuh yusuf.
“eh… apa yang om lakukan?”
“menurut mu?” ucap yusuf sambil tangannya menarik tali rambut nissa hingga membuat rambutnya tergerai indah. Sesuka itu Yusuf melihat nissa yang menggeraikan rambutnya.
“aku tanya kenapa om tanya juga?”
Yusuf memainkan rambut nissa hingga sang pemilik merasa heran di buatnya. “ ayo kita selesaikan urusan kita yang tertunda” ajak yusuf membuat nissa memasang wajah tak faham.
“urusan apa om?”
“kita selesaikan urusan kita yang belum selesai saat di rumah sakit” bisik yusuf membuat nissa bergidik ngeri mengingatnya. Namun ia harus mencoba setenang mungkin.
“apa missi ku berhasil” batin nissa mengingat semua hal yang ia lakukan untuk menggoda yusuf. “tapi apa kami akan melakukan hal itu saat aku tau pasti om yusuf tidak mencintai ku” batin nissa
“tapi ini kan masih siang om” hanya itu ucapan yang terlontar dari gundahnya hati.
Yusuf langsung membalik posisi membuat nissa berada dalam Kungkungan nya. “nggak apa. Nggak harus malam pertama kan? Siang pertama pun kedengarannya nggak kalah seru” bisik yusuf lalu memberikan kecupan di telinga nissa membuat sang pemilik terasa seperti tersengat aliran listrik.
“mau kemana om” tanya nissa yang terkejut karena tiba – tiba tubuhnya merasa melayang saat ia sedang mengatur nafas yang tersengal.
“ke kamar ku. Eemm kita melakukanya harus di kamar kita”
“tapi aku bisa jalan sen…” ucapan nissa terputus karena bi*birnya di bekap oleh benda kenyal yusuf. memagutnya tanpa terlepas hingga membaringkan tubuh nissa ke atas ranjang.
Sudah beberapa kali ponsel yusuf berdering di saat mereka berdua sedang terbuai. Awalnya mereka berdua mencoba untuk abai namun lama kelamaan merasa risih juga.
“om angkat dulu. Siapa tau penting”
“biar saja “
“aku risih dengarnya” keluh nissa.
“siapa sih ganggu aja” gerutu yusuf yang langsung bangun dan melihat ponselnya. “dasar sekertaris pengganggu” ucap yusuf yang langsung menggeser tombol warna hijau.
“ada apa” ucap yusuf sedikit membentak.
“astagfirullah salam dulu kek” gerutu nissa.
“pak maaf mengganggu”
“ah sadar juga kalau kamu itu pengganggu”
“pak kita harus segera ke kantor pusat”
“kenapa?”
“ada yang menghack chanel perusahaan pak sehingga menampilkan acara yang tidak semestinya”
“kamu bisa melakukannya sendiri”
“semua petinggi meminta kehadiran bapak selaku pimpinan. Selain itu ada beberapa karyawan yang di sogok”
Yusuf menghela nafas kasar. “ok. Siap kan segalanya” ucap yusuf yang langsung memutuskan sambungan telepon. Yusuf pun langsung menatap nissa yang sudah rapih dan duduk di tepi ranjang.
“nissa aku harus ke Jakarta sekarang”
“ada masalah ya om?” tanya nissa sambil mencepol rambutnya membuat yusuf menelan saliva nya melihat leher mulus nissa.
“padahal semuanya belum selesai” gumam yusuf.
“om mandi saja dulu. Aku siap kan pakaian om.”
“tidak perlu. Di rumah sana ada pakaian ku juga”