NISSA

NISSA
BAB 22 OTAK NAKAL YUSUF



Malam sudah semakin larut. Disaat semua orang sudah terlelap terbuai mimpi Nissa masih tetap terjaga. Meski sudah meminum obat pereda nyeri akibat pukulan tadi tapi rasa nyeri sepertinya masih terus dapat Nissa rasakan.


Tadi setelah makan malam Yusuf menelfon Wati kemungkinan ia akan bermalam di Surabaya. Maka malam ini Nissa pikir sejenak tidak perlu melakukan aksi konyolnya untuk menggoda Yusuf.


Sejak memasuki kamar Nissa memutuskan tidur hanya menggunakan hot pants dan tanktop berwarna putih senada. Nissa mengompres memar untuk sedikit meredakan nyerinya. Nissa memilih duduk di balkon sambil menikmati sepoi-sepoi angin malam.


Yusuf yang baru saja pulang pun langsung memasuki kamarnya. Ia melihat sofa namun Nissa tidak ada di tempatnya. Kemudian Yusuf melihat pintu ke arah balkon terbuka lebar. Yusuf segera meletakkan tas nya dan melepaskan jasnya lalu melangkah ke balkon.


Yusuf melihat Nissa yang tengah duduk sambil terlihat tangan kananya memegang kain seperti sedang mengompres dadanya.


"Lagi ngapain kamu Nis?"


Suara Yusuf yang menggema lembut di telinga Nissa pun tetap saja membuat Nissa terkejut dan langsung sontak berdiri.


"O... om" lirih Nissa gugup. baru saja dia berfikir untuk tidak melakukan aksi tergilanya, ternyata target pulang di waktu tengah malam begini.


Yusuf yang melihat penampilan Nissa pun sontak membulatkan kedua netra nya. Nissa yang menyepol rambutnya secara asal mengekspos leher jenjang menggunakan tanktop sedang pengait tanktopnya sebelah kiri Nissa turunkan ke lengan sehingga nyaris dua daging kembarnya yang hampir terlihat sempurna, belum lagi karena Nissa tidak menggunakan pakaian dalam bagian atas membuat dengan jelas kedua bulatan kecil itu menonjol serta Nissa yang menggunakan hot pants mengekspos paha mulus.


Bentuk tubuh yang seksi dan warna kain yang senada dengan warna kulit itu tiba-tiba terbayang seolah Nissa sedang polos. Membuat Yusuf menelan saliva nya dengan kasar. Dasar mesum.


"Mampus aku mana pakaian ku seperti ini. Tapi aku harus terlihat biasa aja" batin Nissa sambil mengatur nafasnya, ia merasa gugup karena melihat tatapan Yusuf sampai tak berkedip. Sedangkan tangan yang masih tetap mengompres. "Om bukanya mau bermalam di Surabaya" tanya Nissa yang membuyarkan otak traveling Yusuf. Kapok mu kapan.


"Eh… anu… apa… aku tiba-tiba memutuskan pulang karna besok pagi ada meeting penting" jawab Yusuf bohong namun di anggukkan Nissa. "Kamu kenapa?"


Nissa dengan sengaja melangkah mendekati Yusuf dengan tetap menahan kaki yang sedikit bergetar dan jantung yang berdetak tidak karuan. "Lagi ngompres ini" ucap Nissa sambil membuka kain yang menutupi memar di dadanya.


Yusuf terkejut melihat memar yang ada di dada Nissa. Ia hendak menyentuh namun di urungkan karena mata nya yang masih sempat melihat salah satu gundukan kembar itu yang nyaris hampir terlihat. "Memar kenapa itu Nis?" tanya Yusuf khawatir. Ia mencoba menepis otak nakalnya.


"Hanya terjatuh dan sedikit terbentur tapi nggak apa-apa kok om" ucap Nissa sambil tersenyum menggoda. Naik lagi level tingkah konyolnya. "Om sudah makan?"


"Sudah"


"Mau Nissa buatin sesuatu?"


"Susu seperti biasanya kalau nggak merepotkan"


Deg


Jantung Yusuf berdetak semakin tidak karuan dan nafas pun serasa terhenti di dada. Yusuf melihat Nissa yang berganti pakaian menggunakan piyama serba panjang dan langsung keluar kamar.


Hufftt…


Yusuf menghembuskan nafasnya kasar yang terasa sesak sejak tadi. Ia memilih untuk segera membersihkan diri agar otak nya terhindar dari pikiran kotor.


Hampir satu jam Yusuf berada di kamar mandi. Ia keluar sudah menggunakan pakaian tidurnya.


"Ketiduran om?" tanya Nissa.


"Kamu belum tidur?"


"Aku nggak bisa tidur dengerin gemericik air hampir satu jam. Om niat banget ngabisin air"


"Ini juga gara-gara kamu otak ku jadi liar kemana-mana" batin Yusuf. "Maaf Nis" ucap Yusuf.


"Oh iya itu susu nya om. pasti sudah dingin karena om kelamaan di dalam kamar mandi" ucap Nissa sambil menunjuk gelas di atas meja dekat ranjang.


Yusuf pun langsung duduk di tepi ranjang dan langsung meneguk susu sekaligus habis.


"Om aku tidur duluan ya. Good night"


"Iya" ucap Yusuf singkat.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋


Ikuti juga novel terbaru ku