
Langit yang terlihat indah dengan terhias bintang membuat malam semakin berwarna. Malam ini terlihat lapangan ramai dengan banyaknya pedagang. Ada banyak yang menjual berbagai pakaian dan yang tak kalah banyak pun pedagang penjual makanan. Berbagai macam kuliner tersedia di sana membuat siapapun tertarik karena aroma yang sedap dan menggoda.
"Aku serasa jadi tiga roda" keluh Reina sambil menghela nafas kesal. Sabar Re sabar.
"Makanya cari pacar" ejek Luna.
"Tante tau sendiri ayah nggak ngebolehin Rere pacaran lagi" curhatnya terang-terangan.
"Ayah jodohin sama anak temen ayah aja ya" tawar Yusuf. "Kalau cocok langsung nikah" tambahnya.
"Nggak mau. Rere mau nikah sama orang yang Rere cintai dan dia juga mencintai rere pastinya"
"Rere selesaikan kuliah dulu baru nikah" celetuk Adam.
"Om… nggak sadar ya" Sindir Reina. "Nih Rere bawa kaca di tas" tawarnya.
"Om kan memang sudah punya pacar. Kalau sudah siap kenapa di tunda ya nggak sayang" ucap Adam yang lalu mencium pipi Luna.
"Ya ampun Adam kamu menodai mata jomblo anak ku" ujar Nissa sambil menutupi mata Reina dengan kedua telapak tangannya.
"Ihh… nda. Aku udah 18 tahun ples ples. Nggak mempan sama pameran om Adam" ucap Reina sambil menyingkirkan lembut tangan Nissa.
"Sayang kita lihat itu" ajak Adam yang langsung membawa l6una mengikutinya.
"Ayah ayo beli kue pancong" ajak Reina sambil menarik tangan Yusuf. kue pancong adalah satu jajanan yang di sukai Yusuf dan Reina. Sedangkan Nissa memilih membeli minuman dingin.
"Bu ke pancong nya sepuluh ribu" pinta Reina.
Tak butuh waktu lama kue pancong pun sudah selesai di kemas. "Ini dek" ucap ibu penjual kue pancong dan langsung di terima Reina.
"Ayah bayar" ucap Reina yang melihat Yusuf sedang melihat kesana kemari. Yusuf pun langsung mengambil dompet di sakunya.
"Inii bu" ucap Reina sambil mengulurkan uang berwarna biru.
"Saya kira tadi mas nya nggak taunya ayahnya" ucap ibu penjual sambil mengambil uang kembalian.
"Ayah saya memang awet muda bu. Padahal sudah mau kepala empat" ucap Reina penuh kebanggaan.
"Wah berarti awet muda ya" ucap ibu penjual membuat Yusuf tersenyum bangga.
"Nda"
"Sayang kamu dari mana?" tanya Yusuf sambil merangkul Nissa.
"Ta Allah ini adek nya ya dek. Cantik, imut lagi" puji ibu penjual saat melihat Nissa.
"Eh…"
Tiga pasang mata menatap ke arah ibu penjual bersamaan.
"Dia istri saya" ucap Yusuf sambil memeluk pinggang Nissa. "Apa aku terlalu tua untuk nissa" batin Yusuf, padahal kan dia memang sudah tua.
Sedangkan Reina terlihat sedikit kesal menatap ibu penjual kue yang mengatakan Nissa adalah adiknya. Meskipun Reina pun mengakui bahwa Nissa memang terlihat imut bak ABG. Apa lagi saat ini Nissa menggunakan dress panjang warna putih bermotif dedaunan dengan rambut yang di gerai sambil membawa tas Selempang senada dengan warna sepatunya.
"Maaf ya pak, dek" ucap ibu penjual. Ia merasa tak enak karena merasa asal berbicara.
"Nggak apa-apa bu. Kalau gitu kami permisi dan terimakasih" ucap Reina dan mereka pun langsung mencari tempat untuk bisa duduk santai menikmati kue pancong.
"Kesel banget deh. Kenapa sih nda imut. Pindahin imutnya buat Rere nda. Ku mohooonnn..." ucap Reina masih kesal. Membuat nissa tertawa melihat Reina yang sejak tadi terlihat uring-uringan.
"Sudah nggak usah di ambil hati" ucap Yusuf. Padahal dia sendiri tadi sempat makan hati juga kan.
"Rere kesal yah, nda ayo bagi keimutan nda buat Rere" rengek Reina sambil menggelayut manja di lengan Nissa.
"Kamu itu cantik Re. Nggak usah pikirin omongan ibu tadi" ucap Nissa.
Setelah pasar malam sudah akan usai mereka pun memilih untuk segera pulang.
Bersambung...
Kayanya waktu garap bab ini aku butuh vitamin deh mohon di maafkan🙏🙏🙏
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋
Mampir ke Novel terbaru ku ya