NISSA

NISSA
BAB 46 SUGAR BABY



"Om lagi kurang kerjaan ya?" tanya Nissa saat Yusuf mulai mengemudikan mobilnya.


"Eeemmm… anggap aja begitu. Kamu mau nambahin kerjaan buat aku?" tanya Yusuf sambil melirik Nissa.


"Nggak ah. Aku nggak punya uang buat kasih upah om"


"Aku nggak butuh upah uang. Maaf udah kaya" dengan angkuhnya Yusuf menyombongkan diri.


"Sombong amat" cibir Nissa.


"Nggak apa-apa sombongnya kan cuma sama kamu aja" ucap Yusuf sambil mencolek dagu Nissa. "Upahnya cukup kamu aja"


"Nah kan awas aja mesum"


"Siapa yang mesum?" tanya Yusuf sambil menghentikan mobil karena sudah berada di depan kampus.


"Om lah siapa lagi"


"Padahal aku tadi nggak mikir mesum. Kenapa kamu yang jadi mikir kearah sana?"


"Eh… aku mau turun"


"Nissa" panggil Yusuf sambil menggenggam lengan Nissa.


"Kenapa om?" tanya Nissa sambil memandang Yusuf.


"Mau sampai kapan kamu panggil aku om terus? Nanti orang lain pikir kamu sugar baby ku bukannya istri ku" bisik Yusuf.


"Ih amit-amit" ucap Nissa sambil bergidik. "Terus aku harus panggil om apa?" tanya Nissa.


"Kok pake tanya. Ya seperti biasanya kamu manggil aku apa di depan keluarga"


"Ayy"


"Apa?"


"Ayy"


"Nggak denger"


"Ayang ku suami ku" ucap Nissa lantang sambil memejamkan mata.


Cup


Yusuf mencium bibir Nissa sekilas membuat Nissa membuka kedua matanya. Keduanya saling bertatap begitu dalam sehingga membuat detak jantung Nissa semakin terasa kencang saat berdetak.


"Oh jantung kenapa kamu berdetak cepat sekali" batin Nissa.


Dengan cepat Yusuf menyusupkan tangannya ke rambut Nissa, mendekatkan wajah Nissa agar semakin dekat dengan wajah Yusuf dan langsung ******* bi*bir Nissa. tak ingin berdiam seolah tiada gunanya tangan satunya Yusuf sudah menyusup kedalam kaos oblong Nissa. Emang dasar Yusuf.


"Ayy… ayy" gugup Nissa saat Yusuf mencium lehernya. "Ayy aku mau masuk kuliah lo" ucap Nissa sambil mendorong Yusuf untuk menghentikan tindakannya.


"Aku tau" ucap Yusuf sambil mengusap bibir Nissa dengan jarinya.


"Siap istri ku" ucap Yusuf dan Nissa langsung menutup pintu mobil.


Nissa sambil berlari memasuki area kampus sambil sesekali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Yusuf hanya tersenyum melihat Nissa hingga punggung Nissa tak nampak lagi, baru Yusuf mengemudikan mobilnya.


"Dosen belum dateng kan?" tanya Nissa yang langsung duduk di samping Luna dan mengatur nafasnya yang terengah-engah karena berlari.


"Belum. Lagian ngapain kamu lari sih?"


"Aku takut telat tau"


"Terus itu bibir kenapa bengkak?"


Spontan Nissa langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya dan langsung menatap Luna. "Apa terlalu kentara?" tanya Nissa yang di anggukkan Luna. "Isss… om Yusuf ngerjain aku sumpah deh" gerutu Nissa yang masih di dengar Luna.


Luna tertawa mendengar ucapan Nissa. "Mohon di maklumi Niss, namanya juga hampir seumur hidup kita kan mas Yusuf puasa. Jadi kamu nikmati aja" ucap Luna yang membuat Nissa membulatkan kedua matanya. "Itu kata Adam"


"Kenapa dengan aku sayang. Memangnya aku bilang apa?" tanya Adam yang baru saja datang sambil membawa jus sirsak.


"Kasian Nissa sayang, dia habis di…" ucapan Luna terhenti saat Nissa membekap mulut Luna dengan telapak tangannya.


"Kamu semenjak hamil kok jadi ngeselin gini sih" ucap Nissa yang langsung melepaskan bekapannya.


.


.


.


Setelah usai mata pelajaran Nissa langsung menunggu Yusuf di depan gerbang kampus yang akan menjemputnya.


"Halo Re" ucap Nissa setelah mendapat panggilan dari Reina.


"Nda dimana?”tanya Reina yang masih di kampus juga.


"Di depan kampus. Nunggu ayah kamu jemput"


"Nda tunggu Rere ya. Rere mau ikut pulang"


"Iya. Aku tunggu ya" ucap Nissa yang langsung mematikan sambungan telepon.


Setelah Nissa memasukkan ponselnya kedalam tas tiba-tiba tangan Nissa ditarik oleh seseorang.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya 😊 kasih like dan komennya 🥰


Mampir yuk ke novel ku yang baru