
Sambil Nunggu kapal berlayar, saya update aja lah ya😊
...WARNING!!!...
...BAB INI SAYA UPDATE DARI KEMARIN NGGAK TAU LOLOSNYA KAPAN KARENA TERDAPAT PLES PLES...
...YANG BELUM CUKUP UMUR MELIPIR YA 🙏🙏🙏...
Malam ini Nissa dan Yusuf akhirnya memutuskan untuk bermalam di kediaman rumah wati karena sejak setelah makan malam Reina terus bermanja ria dengan Nissa.
"Apa aku salah sayang?" tanya Yusuf sambil terus mengusap punggung Nissa yang ada di dalam pelukannya.
"Ayy nggak salah hanya saja jangan terlalu memaksa. Biarkan Rere memilih jika memang dia memiliki seseorang yang dekat dengannya sebagai pilihannya sendiri"
"Tapi aku khawatir" lirih Yusuf.
"Ayy… semua orang tua pasti merasakan hal yang sama, apa lagi dengan masa lalu yang pernah kita lewati. Wajar kita semua khawatir. Tapi kita seharusnya bersyukur karna Rere nggak memiliki trauma untuk dekat dengan lawan jenisnya lagi. Lagi pula Ayy nggak semua orang mau di jodohkan karena kita memang punya pilihan sendiri dan itu hak Rere"
"Iya kamu benar sayang" lirih Yusuf dan mencium pucuk kepala Nissa. "Tapi dulu kamu nggak nolak waktu di jodohin sama aku?" tanya Yusuf yang tiba-tiba rasa penasarannya datang.
"Sebenarnya ada sedikit rasa ingin menolak tapi aku pikir mana mungkin orang tua ku sembarangan menikahkan ku dengan orang yang jelas belum ku kenal. Dan juga Bapak dan Ibu dulu juga di jodohkan tapi buktinya beliau bahagia sampai saat ini" ucap Nissa.
"Dan setelah Ayy datang melamar seketika rasa takut akan perjodohan hilang karena aku tau keluarga sahabatku sangat baik jadi…" ucapan Nissa terhenti karena Yusuf sudah menyergap bibir merona milik Nissa.
"I love you sayang" ucap Yusuf setelah melepaskan tautan mereka.
"I love you too ayy" ucap Nissa. Kemudian mereka pun langsung terlelap dan saling berpelukan.
.
.
.
Hoek… hoek…
Nissa terus memijit tengkuk Yusuf karena sejak solat subuh Yusuf terus merasa mual sehingga ingin memuntahkan sesuatu yang ada di dalam perutnya. Namun sayang tidak ada apa-apa yang keluar. Yusuf langsung berkumur dan membasuh wajahnya dengan air.
"Apa kita perlu ke dokter Ayy..." Nissa khawatir melihat Yusuf.
"Nggak perlu" ucap Yusuf yang langsung berbalik menghadap Nissa.
"Tapi aku khaw…hmmmppp…" Yusuf langsung menyergap bi*bir Nissa dengan miliknya. Meraup lembut dengan cukup lama hingga tiada terasa apa yang melekat di tubuh Nissa sudah di tanggalkan. Kelakuan om Yusuf sungguh menakjubkan.
Nissa langsung menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa karena nafasnya tersengal. Yusuf langsung mengangkat tubuh Nissa keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ranjang, merebahkan tubuh Nissa di atas sana. Dengan cepat ia melepas semua pakaiannya. Lalu kembali menyergap benda kenyal istrinya dengan penuh mau.
"Kita main di luar sayang" ucap Yusuf menatap Nissa sebentar lalu melanjutkan aktifitasnya dengan makna main di luar yang hanya di ketahui oleh pasangan suami istri.
.
.
.
Nissa sedang mengeringkan rambutnya dengan hair drayer sedangkan tubuhnya masih terlilit handuk. Yusuf sendiri nampak memilih baju apa yang hendak ia pakai.
"Kok cemberut sih" goda Yusuf sambil mencubit pipi Nissa gemes.
"Ihhh jangan pegang-pegang Ayy" kesal nissa menepis tangan Yusuf.
Yusuf tersenyum dan mulai jongkok di hadapan Nissa lalu melepas kain yang menutupi tubuh polos istrinya itu.
"Ayy… nggak usah ngerjain aku lagi ya"
Yusuf mulai gemes melihat benda kembar, ia langsung menggenggam erat salah satunya itu dan bi*birnya mengemut salah satu cocochip terfavorit nya. Nissa menahan nafasnya. Menahan hasratnya yang mudah sekali tersengat oleh perlakukan Yusuf yang sungguh sangat pro aktif pada tubuhnya.
"Ayy udah ayy…" ucap Nissa menahan suaranya yang menjadi kesukaan Yusuf.
"Gemes aku sayang, ini mu semakin gede aja" ucap Yusuf. "Aku suka" bisik Yusuf lalu mencium daun telinga Nissa.
"Ayy" Nissa mendorong dada Yusuf pelan agar mereka berjarak. "Ini nyiksa aku. Aku nggak mau kaya tadi. Main di luar bikin aku pusing" rengek Nissa manja.
"Aku juga pusing sayang. Tapi ini lebih aman untuk anak kita" ucap Yusuf sambil mengusap perut Nissa. “tapi hanya begitu pun mual ku hilang..." Yusuf menjeda ucapannya. "Meski aku nggak puas" tambah Yusuf lagi.
Bersambung...
Apa terlalu vul*gar tah?
semoga kali ini lolos review aamiin 🙏🙏🙏
Jangan lupa klik favorit, kasih like dan komennya ya...
dan follow akun saya juga...
semoga kita semua bahagia 🥰🥰🥰
Ikuti juga novel terbaru ku ya 😊