
Tepat jam makan malam adam baru sampai dirumah dengan beberapa barang belanjaan yang di bawanya bersama dengan sopir.adam langsung menuju ruang makan.
“ini sayang sotonya” ucap adam meletakkan beberapa bungkus soto khas lamongan lalu mencium luna sekilas.
“terimakasih ya sayang” ucap luna yang langsung memeluk adam.
“terimakasihnya nanti aja di kamar” bisik adam menggoda membuat wajah luna bersemu merah.
Luna langsung berdiri berniat memanaskan soto.
“biar aku aja” ucap nissa yang langsung mengambil bungkusan soto.
Setelah usai memanaskan semuanya pun langsung makan malam. Luna terlihat sangat senang memakan makanan yang ia ingin sejak tadi pagi. Melihat betapa bahagianya luna membuat siapapun yang melihatnya tersenyum.
Semua orang sudah memasuki kamarnya masing – masing. Adam dan luna pun yang memang lebih dulu memasuki kamar mereka sudah terbuai arus ga*irah panas yang entah berapa kali di lakukan seolah melupakan kalau istrinya sedang hamil.
Nissa sendiri setelah membersihkan diri langsung memakai piama panjang dan merebahkan diri di sofa. Meski yusuf berada di Jakarta tapi ia tak mau tidur di atas ranjang besar milik yusuf apa lagi jika sang pemilik belum mengizinkannya. Sampai waktu sudah mulai larut nissa tetap tak mampu memejamkan matanya.
“kenapa juga sih harus rindu sama orang yang belum tentu membalas rindu” gumam nissa yang langsung beranjak bangun dan mengambil sebuah novel di rak buku yang tertata sangat rapih itu.
Nissa menghidupkan lampu balkon lalu merebahkan diri di kursi panjang dan membaca novel. Angin malam yang terus berhembus seolah membelai tubuh nissa mebuat sayup matanya mampu terpejam. Dinginnya malam mampu membelai nissa ke dalam alam mimpi.
Sekitar pukul 01.00 sampai di kediaman ibunya wati. Yusuf langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Yusuf langsung masuk kedalam kamar dengan pencahayaan lampu yang temaram. Di lihatnya di atas ranjang tak Nampak nissa. Lalu yusuf melihat ke sofa terdapat sebuah bantal dan selimut. Dan melihat balkon yang Nampak terang.
“apa selama aku di Jakarta dia tidur di sofa” gumam yusuf sambil meletakkan tas kerjanya di sofa lalu melangkah menuju balkon.
Nampak nissa yang tertidur dengan tanganya yang sedang memegang novel di atas dadanya. Yusuf mendekati nissa, ia berjongkok lalu menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah istrinya karena tertiup angin.
“kenapa kamu tidur disini” ucap yusuf lalu mencium kening nissa lembut.
Yusuf mengambil novel yang ada di atas dadanya. “PROJEK CINTA MEMIKAT SUAMI”. Apa dia membaca ini untuk menggoda ku” ucap yusuf lalu memindahkan nissa ke dalam kamar.
Setelah merebahkan tubuh nissa di atas ranjang dan menyelimuti tubuh nissa, yusuf langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah usai yusuf keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada serta memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
“cantik” gumam yusuf sambil menyentuh kedua alis nissa, lalu turun ke mata, menyentuh hidung nissa dan juga pipinya. Jari yusuf terhenti saat menyentuh bibir nissa. “menggoda”.
cup
Yusuf mengecup bibir Nissa sekilas. Rasanya semakin sulit untuk tidak menyentuh mangsa yang tersedia di depan mata.
Nissa yang merasa tidurnya terusik pun langsung mengerjapkan matanya. Saat matanya terbuka sempurna dan melihat sosok siapa yang ada di depannya pun membuat nissa memejamkan matanya lagi. “wah ternyata wajah om yusuf bisa terlihat nyata saat ada berada dalam mimpi” ucap nissa serasa nyawanya belum terkumpul memasuki raganya sehingga menganggap dirinya sedang bermimpi.
Nissa membuka matanya dan terlihat yusuf tersenyum yang begitu menggoda menurut nissa. Nissa langsung menyentuh pipi yusuf. “ku harap om jangan tersenyum seperti ini dalam dunia nyata”
“memang kenapa?” tanya yusuf dengan suara menggoda. Tangannya terulur membelai wajah Nissa.
Nissa memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan tangan Yusuf di wajahnya.“aku bisa saja tergoda. Beruntung aku perempuan jadi rasa malu ku lebih besar dari pada rasa yang ingin ku luapkan”. ucap nissa setelah menatap bayangan Yusuf. menurutnya.
Sejenak yusuf mencerna ucapan nissa. “apa kamu mencintai ku?”
“apa boleh seperti itu?”
“kenapa bertanya seperti itu?”
“tunggu. Kenapa obrolan ini seperti nyata” nissa langsung bangun dan mencubit pipinya dan terasa sakit lalu ia melihat yusuf yang tengah menatapnya heran. “maaf om karena aku tidur disini” ucap nissa. “perasaan aku tadi lagi baca novel di balkon” batin nissa yang hendak turun dari atas ranjang namun belum sempat nissa turun yusuf dengan cepat menarik nissa dan terjatuh di atas dada yusuf membuat wajah mereka begitu sangat dekat.
“kamu belum jawab pertanyaan ku nissa” ucap yusuf sambil menyisihkan rambut nissa ke belakang telinga nissa.
“pertanyaan apa om?”
Nissa menatap yusuf seolah menunggu jawaban yang ia minta. Tapi Yusuf tetap diam menatap istrinya lekat membuat Nissa salah tingkah“aku ngantuk om” ucap nissa yang hendak bangun dari atas tubuh yusuf.
Tapi…