
...Warning!!!...
...Terdapat adegan kekerasan harap bijak dalam membaca...
...Terima kasih...
.
.
.
“kamu nggak makan lun?” tanya nissa sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya. Luna sendiri asik menikmati rujak buahnya. Seusai perkuliahan nissa, luna dan adam memutuskan makan siang. Makan siang yang kesorean lebih tepatnya.
“enakan ini dari pada makanan kalian berdua” ucap luna.
“kamu hamil nggak mabok lun?” tanya nissa sambil minum es jeruknya. setahu Nissa hasil dari membaca novel ibu hamil muda kebanyakan akan mual muntah. Tapi Nissa perhatikan Luna nggak pernah kelihatan mabuk alias mual muntah.
“yang mabuk malah aku niss. Tiap pagi mual terus” ucap adam mengeluh.
“lah kok bisa?” Tanya nissa heran.
“bawaan hamil kali” ucap luna.
“lah yang hamil kan kamu kenapa jadi adam yang mabuk hahahaha”
“ya kan bibitnya dari aku” jawab adam bangga sambil menepuk dadanya. “kamu kapan?”
“kapan – kapan” sungut nissa singkat. Ia malas jika sudah di goda tentang hal yang itu – itu.
“sampek sekarang mas yusuf tetep nggak tergoda sama kamu nis?” tanya luna penasaran.
Nissa hanya menghendikan ke dua bahunya seolah memberi tahu bahwa ia pun tidak tahu.
“gila mas yusuf tahan iman ya” ucap adam.
“om yusuf nggak ada kelainan kan?” tanya nissa pada adam.
“ya mana ku tahu. Makanya goda terus sampek klepek – klepek tuh mantan duda” ucap adam.
Setelah makan siang usai adam dan luna pulang lebih dulu. Sedangkan nissa berdiri di depan kampus menunggu sopirnya menjemput. Tidak biasanya sopirnya telat menjemput. Sambil menunggu jemputan akhirnya nissa memilih memainkan game agar tidak bosan menunggu. game online h*go kesukaan Nissa.
“itu bukannya rere” gumam nissa melihat reina yang sedang di tarik paksa oleh seseorang di sebrang jalan. Nissa yang mulai khawatir langsung segera menyebrang dan dapat memastikan orang yang menarik reina paksa adalah laki – laki yang kelahi dengannya waktu itu.
“rere” teriak nissa pada saat mobil melaju. Nissa pun langsung naik ojek yang sedang mangkal dan meminta ojek mengikuti mobil yang membawa reina.
Nissa yang kebingungan dan mempunya firasat yang tidak – tidak soal reina pun segera menghubungi yusuf. saat ia mulai mencari nomor yusuf tangannya terhenti. “bodoh. Aku kan nggak punya nomor om yusuf” gumam nissa.
Nissa : [adam, tolong susul aku. GPS ku aktif rere dalam bahaya]
Adam : [maksud kamu apa? Kamu dimana?]
Nissa : [nggak usah banyak tanya cepat ikuti aku dan tolong hubungi om yusuf. rere di bawa paksa lelaki yang waktu itu]
Nissa mengikuti mobil yang membawa Reina hingga sangat jauh dan jalanan yang mulai sepi, hingga membuatnya kehilangan jejak reina pun bingung mau mengambil arah yang mana karena jalan bercabang. Belum lagi jalanan yang begitu sepi. Dengan membaca doa nissa memilih salah satu jalan ia meminja ojeknya untuk segera jalan. Sampai mereka menemukan mobil yang mirip dengan mobil yang nissa ikuti di sebuah rumah kosong berlantai 2. Nissa langsung turun sedang ia meminta ojek untuk mencari pertolongan.
Nissa langsung masuk ke rumah kosong tersebut. Ia mendengar suara reina meminta pertolong. Nissa langsung mencari sumber suara di sebuah ruangan. Ia melihat reina yang sedang memberontak dalam cengkraman lelaki itu.
Tanpa pikir panjang nissa langsung berlari dan memberi tendangan sekuat tenaganya sampai lelaki itu terjungkal ke samping dengan keras hingga punggungnya terhantam sebuah meja.
“awww” pekik lelaki itu.
Nissa yang melihat pakaian atasan reina compang camping hingga memperlihatkan branya pun langsung melepaskan kemejanya dan membantu reina bangun. “kamu nggak apa – apa kan?” tanya nissa yang hanya di jawab gelengan kepala sambil terus menangis. “ pakai ini"
“ perempuan ini” gumam lelaki itu. Yang langsung berdiri dan langsung menarik rambut nissa yang di ikat kuda. Hingga membuat nissa menjerit kesakitan.
“nissaaa…” teriak reina. “ray tolong jangan apa – apakan nissa”suara Reina terdengar sangat memohon namun lelaki yang kini menarik rambut Nissa tetap acuh.
“aku nggak suka dengan pengganggu” ucap ray.
Nissa yang diseret memutar –mutar membuat dia pusing pun langsung mengumpulkan keseimbangan agar bisa berdiri tegak. Lalu nissa segera memutar tubuhnya menghadap ray. Rasa sakit jambak kan ray seperti tak ia rasa karena di dalam fikiran nissa harus menyelamatkan reina dan dirinya.
Nissa langsung menendang dengan keras di bagian asset pria yang selalu di banggakan. Membuat ray menghempaskan tubuh nissa dan dia pun mengerang kesakitan. Nissa pun segera mengajak reina turun, reina yang sudah lari terlebih dulu setelah di minta nissa. Nissa yang melihat tasnya dan tas reina pun berniat mengambil kedua tas yang terlihat di jangkauan matanya.
Belum sempat menuruni tangga ray menarik baju nissa dengan kuat dan menghempaskan tubuh nissa ke lantai.
“awww” pekik nissa. Nissa yang melihat ray mendekatinya pun langsung cepat berdiri.
“sepertinya bermain dengan mu lebih menarik” ucap ray yang langsung memberikan pukulan ke nissa namun nissa mencoba menghindar. Tapi dengan cepat ray mencekal dan menghempaskan tubuh nissa ke atas ranjang yang Nampak usang yang ditempati Reina tadi.
Ray yang berniat mau mengungkung tubuh nissa, pun dengan segera Nissa menggulingkan tubuhnya menghindari ray. Hingga akhirnya perkelahian terus terjadi. Nissa yang mulai kewalahan karena bagaimana pun dia seorang perempuan. Melihat ray yang sedang menahan kesakitan karena mendapatkan tendangan di bagian dada dan juniornya lagi. Ray yang lengah membuat nissa mendorong tubuh ray dari lantai dua melewati jendela yang memang sudah tidak berkaca lagi. Nissa yang awalnya hanya berniat mendorong ray namun karena ia lari terlalu kuat dan kehilangan keseimbangan membuat nissa dan ray jatuh.
entah ide dari mana Nissa mendorong Ray dari lantai dua . Ia tidak terfikir bahwa Ray akan terluka parah atau yang terburuk meninggal karena terbentur sesuatu yang ada di atas tanah.
Ray jatuh dan kepalanya terhantam batu. Sedangkan nissa jatuh tak jauh dari tubuh ray dengan posisi kedua tangan menahan tubuhnya.
“nissaaa...” teriak yusuf, adam dan reina bersamaan.
Saat ray dan nissa jatuh barulah yusuf dan adam sampai ke lokasi. Nissa yang melihat reina dalam dekapan yusuf dan adam pun bersyukur karena sekarang reina sudah aman.
Nissa yang sudah tidak tahan lagi menahan pusing dan sakit di seluruh tubuh pun langsung jatuh pingsan. Sedang ray yang masih dalam kesadaranya pun langsung di amankan warga yang telah di ajak ke lokasi oleh ojek yang membawa nissa tadi.