
Mobil Yusuf sudah memasuki halaman rumah. "Om nggak turun?" tanya Nissa saat telah membuka pintu mobil.
"Nggak. Aku mau langsung ke kantor"
"Kalau masih banyak kerjaan kenapa harus repot jemput aku sih" ucap Nissa kesal. Nissa langsung keluar mobil dan langsung menutup pintu mobil.
Yusuf langsung membuka kaca jendela mobil untuk melihat wajah istrinya yang tengah berdiri. "Sini" ucap Yusuf sambil memainkan jari telunjuknya agar Nissa mendekat.
"Kenapa om?” tanya Nissa yang sudah membungkuk mendekat ke kaca mobil namun Yusuf member isyarat agar Nissa lebih dekat lagi. Dengan patuh Nissa memasukkan setengah tubuhnya melalui jendela mobil yang telah terbuka.
Yusuf langsung memegang dagu Nissa lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bi*bir Nissa membuat Nissa terkejut namun dengan cepat Nissa membalas tindakan Yusuf. Jujur saja Nissa pun suka di perlakukan Yusuf yang bikin senam jantung.
"Om Yusuf sepertinya mulai kecanduan" batin Nissa sambil terus membalas ciuman yang begitu lembut dan memabukkan membuat candu. Padahal dia sendiri pun tak beda jauh dengan Yusuf. "Tapi ini emang enak banget sih. Apa lagi lebih dari ini" tambah Nissa dalam hati.
Yusuf langsung melepaskan pagutan yang terjadi cukup lama itu. "Aku berangkat ke kantor lagi" ucap Yusuf sambil mengusap bibir istrinya menggunakan ibu jari.
"Hati-hati om" ucap Nissa sambil mengeluarkan tubuhnya dari dalam mobil. Tak lupa senyum manis ia tampilkan menghiasi bibirnya yang lembab akibat perbuatan keduanya.
Yusuf langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor. Sebelum keluar dari mobil Yusuf menggunakan kaca matanya terlebih dahulu baru langsung keluar dari mobil dan langsung menuju ruang kerjanya.
Tok…
Tok…
Tok…
"Masuk" perintah Yusuf.
Siti yang telah mengetuk pintu langsung masuk setelah di persilahkan.
"Maaf pak. Perwakilan dari perusahaan xxx telah menunggu di ruang meeting" ucap Siti.
"Ok" Ucap Yusuf yang langsung melangkah menuju ruang meeting dan di ikuti siti yang berjalan di belakang Yusuf.
"Maaf saya terlambat" ucap Yusuf yang langsung duduk di kursinya.
"Tidak pak Yusuf. Kami juga baru datang" ucap salah satu perwakilan perusahaan itu .
Kemudian meeting pun di mulai dengan membahas acara yang hendak di laksanakan. Dan beberapa berkas yang harus di tanda tangani kedua belah pihak.
"Terimakasih pak Yusuf telah memberi kesempatan pada kami" ucap salah satu orang sambil menjabat tangan Yusuf.
"Sama-sama"
Sekitar pukul 19.00 Yusuf baru sampai dirumah. Nissa yang mendengar suara mobil Yusuf pun langsung membuka pintu dan menyambut kepulangan suaminya. Setelah mengucap salam dan di jawab Nissa langsung mencium punggung tangan suaminya.
"Om, udah makan malam?" tanya Nissa sambil mengikuti langkah suaminya menuju kamar.
"Belum" jawab Yusuf yang langsung menarik pinggang Nissa agar berjalan beriringan.
"Aku tadi udah masak rendang sama buat oseng buncis campuran wortel. Om mandi dulu biar aku siapin makan malamnya”
"Suruh bi asih siapin di meja makan. Terus kamu kesini lagi tunggu aku selesai mandi" ucap Yusuf sambil membuka baju.
Nissa yang melihat Yusuf akan melepas pakaian pun langsung memalingkan wajahnya. "Kalau gitu aku turun kebawah dulu. Nanti aku siapin baju om" ucap Nissa yang langsung lari meninggalkan Yusuf.
Yusuf terkekeh melihat tingkah Nissa yang masih malu-malu tapi mau melihat tubuh polos Yusuf. "Padahal kamu sudah melihat dan memiliki semuanya" gumam Yusuf yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Nis… Nissa…" panggil Yusuf yang langsung dengan spontan Nissa berdiri dan berlari menuju ke arah Yusuf.
"Kenapa om?" tanya Nissa yang melihat Yusuf hanya menampakkan kepala nya di balik pintu kamar mandi.
"Tolong ambilkan handuk" pinta Yusuf.
"Bukannya tadi handuk udah aku taro di tempatnya om"
"Mana ada handuk di sini"
"Tapi tadi seingat ku, aku udah nata semua handuk om"
"Kalau kamu nggak percaya lihat aja sendiri. ada nggak handuknya"
Tanpa pikir panjang dan tanpa rasa curiga Nissa langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menuju tempat handuk. Yusuf sendiri langsung menutup pintu kamar mandi.
"Ini kan handuk om" ucap Nissa setelah membuka lemari penyimpanan handuk. Yusuf sendiri langsung memeluk Nissa dari belakang dan mencium leher nissa dan juga pipinya. "Om ngerjain aku ya?" Todong Nissa jengkel.
Yusuf langsung membalikkan tubuh Nissa agar istrinya itu bisa menatapnya. Yusuf tersenyum melihat wajah kesal nissa. Lalu tangan Yusuf membelai wajah nissa dan langsung membuka satu persatu kancing baju Nissa.
"OOOMMM…" teriak Nissa menggema didalam kamar mandi setelah menyadari apa yang di mau yusuf saat ini.
Hampir jam 21.00 mereka baru keluar dari kamar mandi. Dengan menggunakan bathrobe. Nissa keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terlilit handuk. Dan diikuti Yusuf yang berjalan di belakangnya.
"Kok cemberut terus sih" goda Yusuf sambil mencolek pinggang Nissa.
"Jangan sentuh-sentuh om takut wudhu kita ntar batal" ucap Nissa sambil mengambil baju di dalam lemari.
"Abis kalau lagi cemberut jadi gemes bikin pengen cium" ucap Yusuf sambil mendekatkan wajahnya ke Nissa.
"Om udah ya om ngerjain Nissa" peringatan Nissa tak santai.
"Siapa yang ngerjain kamu sayang" ucap Yusuf sambil berbisik tepat di telinga Nissa. dengan sigap Nissa menjauhkan kepalanya karena takut bersentuhan.
"Eh nggak ngaku lagi. Nih bo*kong aku sakit om belum lagi punggung aku juga om" keluh Nissa sambil menepuk bo*kongnya sendiri.
Yusuf tersenyum melihat Nissa yang terus saja merajuk. "Kalau mau marah kenapa nggak dari tadi?"
"Ya kan tadi itu..." Nissa berhenti berucap bingung hendak mengatakan apa.
"Kamu menikmatinya kan. Suara kamu tadi seksi banget waktu manggil nama ku" ucap Yusuf yang membuat rona merah pada wajah Nissa. "Nih lihat kelakuan kamu bikin tanda kaya gini, gimana coba besok kalau orang kantor lihat" ucap Yusuf sambil menunjukkan lehernya yang terdapat ulah Nissa. Coba-coba juga Nissa buat tato karena nggak mau kalah dari Yusuf.
"Biarin. Om juga udah bikin aku kaya macan tutul tau nggak”
"Biar semua orang tahu kalau kamu udah ada yang punya" ucap Yusuf santai sambil memakai sarung. "Ayo cepat kita solat dulu. Aku udah laper banget" ucap Yusuf sambil mengambil sajadah.
Bersambung...
Yang mengikuti cerita ini, mohon tinggalkan jejak ya 😊 kasih like dan komennya 💋
jangan lupa mampir ya😊