
Warning 21+++
Harap bijak dalam membaca yang belum cukup umur langsung skip. Terimakasih.
.
.
.
Yusuf dengan cepat merubah posisi nissa dalam kungkungannya. Nissa yang terkejut akan tindakan yusuf membuat jantungnya berdetak kencang seakan ingin keluar dari tempatnya. Wajah nissa memerah karena yusuf yang menyentuh wajahnya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya. Nafas mereka seolah bertautan karena jarak yang seolah tiada batas.
“aku menunggu jawaban mu nissa” ucap yusuf menatap mata nissa begitu dalam membuat nissa memalingkan wajahnya. Namun yusuf langsung membuat wajah nissa agar tetap menatapnya. “jawab nissa”
“aku harus jawab pertanyaan yang mana om?” tanya nissa seolah tak paham apa yang di maksud yusuf. “apa iya aku harus bilang kalau aku cinta sama om. Itu gila. Bukan kah seharusnya lelaki yang menyampaikan lebih dulu biar terasa romantis” batin nissa.
“apa kamu mencin…”
Cup
Ucapan yusuf terpotong karena nissa dengan keberanian nya mengecup bibirnya membuat yusuf terkejut akan tindakan itu.
“aku sudah sebisa mungkin menahan diri…”
Ucapan yusuf terpotong lagi saat nissa mengalungkan kedua tangannya di leher yusuf dan detik berikutnya nissa melu*mat bibirnya. Yusuf yang sudah mendapatkan serangan nissa secara dadakan pun langsung membalas serangan Nissa dan memperdalam ciu*man mereka.
“apa aku harus mengajak duluan” batin nissa. “ini gila. Tapi om yusuf suami ku. Aku harus menjauhkan rasa Malu ku agar semua berjalan semakin mudah” batin nissa lagi di sela pagutan mereka.
“aku sudah mencoba menahan diriku nissa. Tapi jika kamu seperti ini maaf jika aku lepas kendali” batin yusuf yang terus membuat panas suasana tautan benda kenyal mereka berdua.
Setelah cukup lama kedua benda kenyal itu berpagut, dengan nafas yang tersengal mereka melepaskan tautan bibir mereka. Yusuf menatap nissa yang sedang memejamkan matanya. Tak lama nissa membuka kedua matanya sambil mengatur nafas nissa membalas tatapan mata yusuf.
Nissa membelai kepala yusuf dan menyusupkan jemarinya pada rambut yusuf. sesaat yusuf tampak menikmati sentuhan yang di berikan nissa sambil memejamkan matanya membuat gejolak gairah itu terasa terbakar di dalam diri yusuf.
“om…”
Yusuf membuka kedua matanya dan menatap nissa dalam. “nissa aku sudah terus mencoba menahan diri ku, jadi jang…”
Nissa dengan segera memotong ucapan yusuf dengan mengusap bibir yusuf dengan jarinya. “ayo kita lakukan om” ucap nissa yang membuat raut wajah yusuf bingung. Antara yakin dan tidak dengan ajakan nissa. Yusuf ingin segera melakukan serangan tapi ia harus mendapatkan keyakinan hati Nissa dulu.“jadikan nissa istri om sesungguhnya”.
Yusuf langsung melu*mat jari nissa yang masih terus menyentuh bibirnya.
“aku akan wujudkan ucapan mu. Jadi jangan pernah menyesal atau lari dari ku. Karna setelah kamu menyerahkan diri secara suka rela. Aku tidak akan pernah melepaskan apa yang telah menjadi milik ku” ucap yusuf sambil menekan kata milik ku.
“apa om yusuf sama sekali tidak mencintai ku?” batin nissa namun pertanyaan itu langsung ia hempas dari fikiranya karena bagi nissa sekarang menggoda yusuf agar ia jatuh cinta pada nissa. “sekarang atau pun nanti aku akan terus menjadi istri om” ucap nissa mantap sambil membelai punggung yusuf. “aku milikmu” bisik nissa lembut tepat di telinga Yusuf dan tak lupa perempuan yang telah menyerahkan diri itu pun memberikan kecupan di daun telinga Yusuf membuat tubuh Yusuf semakin bergejolak.
Malam yang sudah larut dimana semua orang beradu dalam mimpi, berbeda halnya dengan kedua insane yang baru memulai malam pengantin yang sudah tertinggal cukup lama. Keduanya larut dalam gairah yang membakar jiwa. Peluh terus membasahi tubuh polos mereka yang sedang berpacu dalam olah raga kenikmatan raga.
Rasa yang telah tertahan akhirnya kini mampu terlampiaskan dalam penyatuan yang begitu memabukkan keduanya dengan sentuhan yang begitu merayu. Meski kedua nya tak ada yang berucap cinta namun apa yang tengah terjadi saat ini terasa banyak cinta dalam setiap sentuhan yang membawa sejuta kepuasan.
Ruang kamar itu sudah tiada rasa kesunyian meski semakin larut karena suara suara indah bagi keduanya terus menggema di ruangan yang kedap suara itu. Hingga sampai pada titik puncak pelepasan keduanya berirama bersamaan. Yusuf ambruk di atas tubuh nissa dan membenamkan wajahnya di leher nissa. Meski tubuh nissa terasa lemas karena rasa sakit pada bagian intinya seolah mengoyak tubuhnya hingga berkeping – keeping. Nissa memeluk yusuf erat dan membelai punggung yusuf seolah membuang peluk yang terus mengalir.
Yusuf menatap nissa lalu mengusap air mata yang mengalir di sudut matanya. Lalu yusuf mengecup kedua mata nissa. Lalu yusuf menjatuhkan tubuhnya ke samping nissa dan membawa nissa kedalam pelukannya.
“terima kasih” ucap yusuf sambil mengecup puncak kepala nissa. Nissa sendiri yang mendengar ucapan yusuf pun langsung mengeratkan pelukannya. Sambil sesekali mencium dada yusuf hingga meninggalkan tanda kemerahan.
Yusuf yang merasakan sentuhan bibir nissa dan tangan nissa yang membelai punggungnya pun mulai bergejolak api gairah dari dalam dirinya. Darahnya seolah mendidih memanaskan hasrat yang ingin di salurkan lagi.
“apa kamu menggoda ku lagi?” tanya yusuf dengan seringainya.
“eh” nissa mendongakkan wajahnya menatap wajah yusuf yang juga tengah menatapnya.
Yusuf yang sudah terbakar gairah langsung menyambar bibir nissa. Dan lagi penyatuan yang menguras energi itu mereka lakukan lagi.
Saat mereka akan memejamkan mata karena rasa lelah karena tenaga terkuras habis untuk berolah raga mereka berniat ingin tidur namun ternya urung mereka lakukan.
“sebaiknya solat subuh dulu nissa baru kita tidur” ucap yusuf karena telah mendengar adzan berkumandang. Tanpa menjawab nissa hanya menganggukkan kepala patuh.
Nissa yang berniat ingin mandi terlebih dahulu pun langsung duduk dan turun dari ranjang sambil menguatkan diri menahan sakit pada bagian bawahnya.
“awww…” pekik nissa saat akan melangkahkan kakinya.
Yusuf yang paham akan hal itu pun langsung menghampiri nissa dan menyambar selimut yang nissa pakai untu menutupi tubuh polosnya pun membuat nissa terkejut. Apa lagi saat tanpa bicara yusuf sudah menggendong nissa dan melangkah menuju kamar mandi.
“eh om mau apa?”
“kita mandi bersama”
“aku nggak mau” ucap nissa saat sudah diturunkan di dalam kamar mandi. “aku mandi lebih dulu. Om keluar” usir nissa karena perasaannya sudah berfikir kemana – mana. Tanpa mengindahkan ucapkan nissa yusuf pun langsung menghidupkan shower agar membasahi tubuh keduanya.
Kurang lebih 30 menit mereka didalam kamar mandi sambil melakukan sentuhan tipis tipis sehingga menimbulkan kegaduhan suara di dalam kamar mandi yang menggema seolah nyanyian yang tengah mereka senandungkan.
Setelah usai solat nissa terus ngedumel karena kelakuan yusuf mereka kesiangan melakukan solat subuh meskipun pada kenyataannya waktu solat belum habis. Yusuf hanya tersenyum mendengarkan ocehan nissa. Setelah yusuf merebahkan tubuh nissa di atas ranjang mereka pun langsung tertidur pulas sambil berpelukan karena rasa kantuk dan lelah yang menyerang keduanya.
akhirnya mas Yusuf belah duren juga 😂
mohon like atau komen nya buat yang mengikuti Yusuf dan Nissa ❤️
semangatin aku yahhh.....😊