
Setelah acara usai Yusuf langsung pulang ke kediamannya. Sejak tadi Yusuf terus saja memeriksa ponselnya seperti tengah menunggu seseorang menelpon atau sekedar mengirim pesan. Namun harapannya pupus karena ponselnya berdering karena menerima banyak pesan dari teman bisnis yang mengetahui langsung nomor ponsel pribadi Yusuf.
Yusuf hanya mampu menghela nafas, ia pun langsung melepas seluruh pakaiannya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hingga sampai tengah malam Yusuf tetap terjaga. Matanya terpejam namun tetap tak mampu hanyut ke alam mimpi. Pikirannya terus saja bekerja untuk merindukan istrinya.
"Apa dia marah dengan kejadian tadi? tapi aku telah menyatakan semua perasaan ku dan berharap kabar darinya apa aku salah?" gumam Yusuf sambil menatap foto istrinya yang terbingkai indah di dalam kamarnya.
Lamunan Yusuf terputus saat mendengar ponselnya berdering. "Siapa sih tengah malam nelpon" gerutu Yusuf sambil mengambil benda pipih yang ada di atas nakas. Yusuf pun langsung menggeser tombol warna hijau setelah mengetahui pemilik nama dari sebrang sana.
"Assalamualaikum sayang" salam Yusuf semangat 45, bahkan wajah mendungnya seketika sirna menjadi cerah ceria seolah matahari sudah terbit.
"Waalaikum salam, aku ganggu nggak ayy? Kok cepet banget angkat telfonnya?" tanya Nissa takut membangunkan Yusuf yang mungkin saja sedang terlelap.
"Sebenarnya aku sudah tertidur tapi karena istri ku yang telfon jadi harus aku angkat. Biar dia nggak rindu terus" goda Yusuf. Bohong banget, padahal dari tadi ia tengah menunggu istrinya sampai nggak bisa tidur.
"Ih apaan sih"
Yusuf pun langsung mengganti panggilan dengan video call dan Nissa pun langsung menerimanya. "Kenapa belum tidur sayang?" tanya Yusuf.
"Kebangun aja ayy abis makan terus solat. Karena nggak bisa tidur lagi iseng aja nelpon ayy beruntung di angkat" tutur Nissa.
"Tumben sayang makan tengah malam?" heran Yusuf. jelas saja karena Nissa tidak pernah makan tengah malam. "mau puasa?" tebaknya asal.
Nissa menggelengkan kepalanya. "Hanya laper dadakan jadi aku makan ayy" lirih Nissa.
"Ehm... kamu nggak mau ucapin apa-apa ke aku sayang?" tanya Yusuf heran karena Nissa terlihat biasa saja. Padahalkan Yusuf sudah berharap-harap.
"Enggak ada. Emang kenapa?" tanya Nissa heran.
"Aneh!" gumam Yusuf. "Apa dia nggak mempunyai rasa yang sama, tapi nggak mungkin lah dengan semua yang sudah terlewati" batin Yusuf.
"Aku aneh? Kenapa?" tanya Nissa heran namun Yusuf hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Nissa.
"Aku percaya sama ayy. Kemarin aku matikan telfon karena emang perut ku rasanya mual banget Ayy" ucap Nissa membuat Yusuf mengingat kejadian sebelum pesta.
"Sayang, terimakasih sudah percaya. Tapi meski begitu aku harus katakana kalau aku..." ucapan Yusuf terpotong.
"Ayy… udah nggak usah di bahas ya. aku percaya kok sama ayy" ucap Nissa menenangkan hati Yusuf.
"Terimakasih sayang" ucap Yusuf, Nissa hanya tersenyum manis. "Jadi pengen cium" ucap Yusuf yang tergoda senyum bibir Nissa. Emang dasar Yusuf.
"Emmuah… emmuah…" yusuf mencium layar ponselnya. "Udah ah bikin galau aja kamu sayang, lagi LDR nih" ucap Yusuf frustasi karena harus menahan diri.
"Mulai mesum pasti ya" goda Nissa.
"Tapi kamu seneng kan aku mesum in" Yusuf nggak mau kalah dong kalau dalam hal menggoda. Terlihat Nissa menahan malu dengan senyuman membuat wajahnya mulai memerah. "Oh iya sayang, tadi kamu lihat acara pestanya nggak?" tanya Yusuf kembali ke topik utama yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
"Nonton" jawab Nissa sambil merebahkan diri dan menyandarkan ponselnya dengan bantal guling.
Yusuf pun mulai bingung dengan ekspresi Nissa yang nampak biasa saja. "Pasti kamu nggak nonton sampai selesai acara kan?" tebak Yusuf.
"Ih dukun ya?" ucap Nissa sambil membuka matanya.
"Pantesan" gumam Yusuf. "Cepat kamu tonton ulang acaranya" perintah Yusuf kesal. Ya gimana nggak kesel coba, udah romantis ngungkapin perasaan secara live, jutaan orang tahu. Eh orang yang mendapat ungkapan cinta malah nggak nonton. Mubazir dong.
"Males ayy itu acara berapa jam. Ngapain aku lihatin orang nyampein sambutan" tolak Nissa.
"Pokoknya aku nggak mau tau. Kamu wajib nonton ulang" ucap Yusuf yang mulai kesal karena pernyataan cinta secara live tidak di saksikan langsung oleh pemilik cinta hati Yusuf.
"Iya nanti aku tonton deh" Nissa mulai pasrah. "Ya udah ya ayy. Ayy juga harus istirahat aku juga udah mulai ngantuk nih"
"Ya udah cepat tidur sayang tapi jangan lupa harus nonton ulang ya" Yusuf mengingatkan lagi dan terdengar sangat memaksa.
"Iya ayy iya…"
Bersambung...
Ribet banget deh om Yusuf tinggal bilang aja pake nyuruh Nissa nonton ulang ckckck...
lanjut nanti malem ya....
maaf hari ini up 2 bab dulu ya 🙏🥰
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋
Ikuti juga novel terbaru ku ya 🥰