NISSA

NISSA
BAB 66 BABY QIA



...WARNING!!!...


...Terdapat adegan ples ples mohon yang belum cukup umur di skip ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ bijak dalam membaca๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘...


...maafkan atas ke erorran otak author...


...dimohon untuk tidak ikut eror...


...karena dosa di tanggung masing masing ๐Ÿ˜‚๐Ÿ™...


Happy reading all


Hari ini di kediaman Wati akan di lakukan acara syukuran dan aqiqah untuk anak Adam dan Luna. Sudah sejak beberapa hari yang lalu Nissa sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.


Semua orang nampak sudah berkumpul. Para tetangga dan kerabat tak lupa dengan kehadiran keluarga Jaya dan keluarga Luna. Lantunan doa pun sudah mulai menggema. Bayi yang tengah mendapat kan doa itu nampak lelap dalam pangkuan Adam.


Qia Dzuhairi Sucipto binti Adam Dzuhairi Sucipto. Itulah nama anak pertama Adam dan Luna. Cucu kedua di keluarga Dzuhairi Sucipto.


Setelah acar selesai dan para tamu sudah mulai pulang Yusuf dan Adam serta para pegawai nampak membersihkan ruangan. Setelah kedua orang tua Nissa dan Luna serta kerabat lainnya pulang, Luna dan Nissa langsung naik ke atas karena baby Qia menangis dan memang sudah waktunya asi.


"Kuat banget dia nyusu" ucap Nissa sambil menarik lembut pipi baby Qia. "Haus banget ya?"


"Iya nda" jawab Luna dengan nada seperti anak kecil. Luna menatap Nissa sendu. "Sabar ya" ucap Luna sambil menepuk punggung Nissa.


"Aku sudah ikhlas kok" ucap Nissa sambil tersenyum. Ia lalu mencium baby Qia beberapa kali. "Aku ke kamar dulu ya" ucap Nissa yang langsung berlalu.


Hampir jam sepuluh Yusuf baru mulai memasuki kamarnya. Dilihatnya Nissa tengah membaca buku sambil bersandar di kepala ranjang.


"Kok belum tidur sayang?โ€ tanya yusuf sambil membuka kancing baju koko nya satu persatu.


"Belum ngantuk ayy" ucap Nissa tanpa melihat sang suami. Yusuf yang merasa di acuhkan langsung naik keatas ranjang. Ia langsung mengubah posisi istrinya menjadi terlentang dalam kungkungannya. Hadeh modus. "Ayyโ€ฆ" pekik Nissa yang terkejut akan tindakan Yusuf.


"Aku nggak suka di cuekin"


"Siapa yang cuekin ayy sih" ucap Nissa sambil membelai pipi sang suami. Yusuf memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dari istrinya. Tak lama ia membuka matanya karena Nissa menghentikan sentuhannya. "Nungguin ya?" goda nissa. Ikut mulai tengil juga Nissa sekarang.


Yusuf yang sudah tergoda akan senyuman istrinya pun langsung mengecup lembut bibir sang istri. Kecupan lembut yang lama kelamaan menjadi sedikit kasar dan menuntut akan keinginan lebih. Tangan Nissa sudah mulai meraja lela. Ketularan pro-nya Yusuf. Sedangkan tangan Yusuf entah sejak kapan sudah mulai membuka kancing piyama Nissa hingga bagian atas Nissa sudah polos.


"Ahโ€ฆ" suara keramat Nissa akhirnya lolos kala Yusuf membuat lukisan di leher Nissa yang putih mulus. Sedangkan tangannya sudah mulai bermain dengan cocochip favoritnya membuat tubuh Nissa semakin terbakar gairah. Apa lagi tangan yang sudah sangat pro itu mulai meremas dan mengulum daging kenyal dan kembar yang tak pernah absen setiap malamnya.


"Ayyโ€ฆ ehhh..." Nissa semakin menjadi.


Tangan Yusuf mulai membelai lembut perut Nissa membuat sang pemilik semakin menjadi dengan suara keramat yang terdengar merdu menurut Yusuf. Tangan Yusuf yang ahli semakin pro ingin menyusup di bagian terlarang di sana dan sedetik itu juga kesadaran penuh mewaraskan akal sehat Nissa.


"Ayyโ€ฆ" ucap Nissa sambil menahan tangan Yusuf.


"Kenapa?" tanya Yusuf dengan suara yang sudah parau matanya pun sudah terlihat penuh dengan kabut gairah.


"Kan belm boleh ayy" ucap Nissa membuat Yusuf mengingat kalau istrinya baru beberapa hari lalu keguguran.


seketika suasana menjadi awrkawrk sulit di jelaskan.


"Sudah tahu nggak boleh kenapa kamu menggoda ku Nissa sayang, istri ku" ucap Yusuf sambil bermain dengan cocochip di depannya.


"Siapa yang menggoda. Ayy sendiri yang tiba-tiba nyerang aku" Nissa mulai membela diri. Meski awalnya ia juga lupa karena sudah mulai terpesona akan wajah Yusuf yang sangat dekat dengannya. Bagaimana bisa ia mau abai dengan pesona suaminya, kan mubazir.


"Tapi kan bisa mengingatkan ku" lirih Yusuf sambil mulai meremas membuat Nissa spontan mengelukan suara keram lagi karena tak tahan akan tindakan tangan nakal suami. Emang dasarnya begitu harap maklum.


"Tuhโ€ฆ ini buktinya ayy yang mancing-mancing" ucap Nissa memperjelas perlakuan Yusuf yang menjadi penyebabnya.


"Lagian kamu tanpa memakai pakaian seksi kenapa sudah bisa membuat aku gila sendiri" dia yang mudah tergoda kenapa Nissa yang di salah kan. Suka aneh memang lelaki satu ini.


"Dasar mesum" cibir Nissa.


"Biarlah. Mesum dengan istri banyak pahalanya sayang" ucap Yusuf memandang wajah Nissa. Membela diri memang harus dilakukan Yusuf.


"Ya ya ya aku percaya" ucap Nissa sambil mendorong Yusuf namun gagal. "Ayyโ€ฆ"


"Kenapa?"


"Awas ih" usir Nissa.


"Nggak mau" Yusuf mulai sewot.


"Ih kan sudah ingat kalau nggak boleh, awas" ucap Nissa sambil terus mencoba mendorong Yusuf.


"Memang nggak boleh tapi kan masih ada cara lain" ucapan Yusuf mampu membuat kedua alis Nissa bertautan bingung.


"Maksudnya?" tanya Nissa tak paham dengan senyum jahil yang terbit sangat terang benderang di wajah sang suami.


"Puaskan aku" Nissa menatap Yusuf bingung lalu Yusuf pun membisikkan sesuatu di telinga Nissa membuat Nissa terkejut.


"Ayyโ€ฆ" pekik Nissa. Namun mau tak mau Nissa tetap melayani sang suami.


Coba tebak apa yang di bisikin Yusuf ke Nissa... ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


selamat malam dan selamat istirahat ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


maaf baru update ya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ tadi lagi ada acar


ini otw pulang malah hujan deres ๐Ÿ˜ญ jadi neduh sambil revisi bab ini ๐Ÿ™


good night all...โค๏ธ


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan โค๏ธ kasih like dan komennya ๐Ÿ’‹


Ikuti juga novel terbaru ku ya ๐Ÿฅฐ