
Setelah usai semua jadwal mata kuliah hari ini Nissa pun langsung pergi keruang UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Gadis berkulit putih itu memang sudah menggeluti taekwondo sejak awal memasuki perkuliahan.
Sebagai seorang gadis, Nissa yang sejak kecil telah menggeluti ilmu seni beladiri itu selalu melatih kemampuannya. Sebagai perempuan yang kapan saja bisa mendapat ancaman, setidaknya Nissa bisa melindungi diri dari ancaman yang membahayakan.
Setelah usai latihan Nissa langsung duduk di lantai dengan kaki terjulur lurus ke depan. Sambil mengatur nafas Nissa pun langsung mengambil air minum yang ada di dalam tasnya.
"Nissa, ayo…" ajak Luna yang entah sejak kapan menunggunya untuk menjenguk adam yang kabarnya tengah sakit demam secara tiba-tiba.
"Bentar Lun. Aku ganti baju dulu"
Setelah sampai dirumah Adam, Nissa dan Luna pun langsung menuju pintu utama.
"Assalamualaikum" salam Nissa dan Luna bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab mak Ipah . "Non Luna sama non Nissa mau jenguk den Adam?"
"Iya mak" jawab Luna.
"Langsung ke kamar atas saja non"
Nissa dan Luna pun mengangguk dan langsung menuju lantai atas. Di ruang keluarga lantai dua ada Reina yang sedang duduk sambil nonton tv. Luna menyapa Reina sebentar sedangkan Nissa hanya melempar sedikit senyum karena ia tau Reina tidak menyukai Nissa. Apa lagi penampilan Nissa yang di katakana Reina seperti preman.
"Tante" ucap Luna.
"Eh Luna, Nissa baru dateng?" tanya Wati.
"Iya tante" jawab Nissa sedangkan Luna langsung mendekati Adam yang sedang berbaring.
"Tante tinggal kebawah dulu ya?" ucap Wati yang langsung beranjak pergi.
"Sakit apa kamu?" tanya Nissa santai sedangkan air muka Luna nampak khawatir.
"Demam aku"jawab Adam sedangkan Luna langsung menyentuh dahi Adam dengan punggung tangannya.
"Nggak panas" ucap Luna.
"Halah paling juga cuma pura-pura sakit. Dasar lemah" ucap Nissa mengejek. Melihat Luna yang mendekati Adam dan memberikan sentuhan pada wajah adam. "Ini nih yang bikin aku kesel. Cuma di jadiin obat nyamuk sama kalian" gerutu Nissa.
"Makanya buru cari pacar" ucap Luna.
"Emang ada yang mau sama cewek ekor kuda? Mana nggak ada anggun-anggunnya lagi" ejek Adam nggak nanggung-nanggung.
Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka sejak tadi.
"Eh Re. Jangan bikin ayah kaget kenapa" ucap Yusuf.
"Terus ngapain ayah menguping disini?" tanya Reina curiga.
"Siapa yang menguping sih" ucap Yusuf sambil menarik pipi Reina. "Ayah memang ada perlu sama om kamu tapi ya udah lah nanti aja" ucap Yusuf yang langsung berlalu ke kamarnya sedangkan Reina pun iku masuk ke kamarnya sendiri.
"Haus nih, aku turun dulu ya" ucap Nissa yang langsung keluar saat sampai di ambang pintu ia mengingat sesuatu. "Tunggu… kok kaya ada yang salah ya? kemarin kamar Adam bukan kaya gini deh" gumam Nissa sambil melihat lagi ruangan kamar Adam.
"Kenapa Nissa, kok matung disitu?" tanya Adam.
"Tapi kok kaya sama aja seperti yang kemarin" batin Nissa. "Hei kalian keluar dari kamar. Sana ke ruang tv bahaya kalian di sini berduaan" ucap Nissa langsung menuju dapur.
"Eh non Nissa turun. Ini mak Ipah baru aja mau nganterin ini ke atas" ucap mak Ipah sambil membawa 3 gelas jus jeruk dan beberapa camilan di nampan.
"Mak ke atas aja, Nissa mau minum air putih"
"Ya sudah non, mak ke atas dulu" Nissa hanya menganggukkan ucapan mak Ipah. Namun saat mak Ipah masih di tengah-tengah anak tangga Nissa menghentikannya.
"Eh tunggu mak, suruh Adam sama Luna keluar dari kamar ya mak" pinta Nissa.
"Enggeh non"
"Bahaya kalau dua bocah tengik itu kelamaan berduaan di dalam kamar" gerutu Nissa sambil berjalan tanpa menyadari adanya Wati di dapur.
Sedang Wati dari tadi tersenyum mendengarkan ucapan Nissa. Nissa langsung mengambil botol air dingin lalu gelas dan menuangkan air ke dalam gelas. Saat menenggak air minum Nissa membalikkan badan dan langsung tersedak.
Uhuk… uhuk…uhuk...
"Hati-hati Nissa" ucap Wati sambil terus meracik bumbu. Sedangkan Nissa menepuk-nepuk dadanya.
"Tante dari tadi disini?" tanya Nissa yang hanya di anggukkan Wati. "Tante denger nggak ya omelan aku tadi" batin Nissa. "Ehm… ada yang bisa Nissa bantu tante?" Tanya Nissa membuang kecanggungan dirinya sendiri.
"Tante pengen deh ngerasain masakan Nissa. Mau masakin nggak buat tante?" tanya Wati.
Nissa yang memang pintar memasak pun langsung menuruti permintaan Wati.
Bersambung...
Yang baru gabung jika ingin liat visual para tokohnya silahkan lompat ke bab 78 baby Zen ya🥰
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ follow akun author juga ya 🥰