NISSA

NISSA
BAB 10 MENJALANKAN MISI



Setelah solat subuh Yusuf langsung berganti pakaian olah raga. Yusuf memilih lari pagi untuk menggerakkan seluruh tubuh nya karena sejak beberapa hari di Malang .


Yusuf melewatkan aktifitas yang selalu dia lakukan karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan sang putri hingga bermain tak kenal waktu.


Setelah selesai lari pagi Yusuf pun langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan berganti dengan setelan jas berwarna abu abu dengan kemeja berwarna hitam. Yusuf melihat pantulan tubuhnya di cermin sambil menyungging senyuman.


Setelah menggunakan parfum dengan wangi khas yang maskulin itu pun langsung mengambil ponsel yang baru saja berdering sejak tadi.


"Halo selamat pagi"



"Iya. Semua di atur sesuai permintaan saya yang sudah saya sampaikan semalam"



"Kenapa dadakan?" ucap Yusuf sambil menyambar tas kerja dan juga sepatunya langsung membuka pintu. Yusuf heran melihat Adam mondar mandir di depan kamarnya. "Iya kita selesaikan secepatnya, saya juga nggak mau kalau akibat dari acara itu menciptakan dampak buruk nantinya"



"Ok" setelah mematikan sambungan telpon Yusuf pun langsung menatap Adam yang terpaku berdiri di hadapannya dengan menundukkan wajah frustasi. Mendalami peran.


"Kenapa. Muka mu sudah jelek jangan di buat jelek kaya gini. Mana masih pagi" ucap Yusuf sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jas nya.


"Mas, aku mau bicara sesuatu" ucap Adam sambil menghela nafas frustasi. Deg-degan kali ini bahkan bukan karena Adam jatuh cinta.


"Aku buru-buru ada meeting Dam. Nanti malam saja ya"


"Nggak bisa mas ini penting" ucap Adam sambil menarik Yusuf masuk ke dalam kamar.


"Kamu mau ngomong apa sih Dam?"


"Mas izinin aku nikah mas"


"Tapi masalahnya bunda maunya mas juga harus nikah dulu sebelum aku nikah mas"


"Kalau ini aku tergantung sama keputusan Rere Dam. Kamu sendiri tau kan Rere bagaimana?" ucap Yusuf melihat Adam. "Nanti malam aku bicarakan hal ini sama bunda. Aku beneran harus pergi"


"Mas" cegah Adam saat Yusuf akan membuka handle pintu. "Tolong baca ini dulu. Tolong mas" ucap Adam sambil memberikan ponselnya pada Yusuf.


Yusuf pun langsung menerima ponsel Adam dan langsung membaca semua isi chatting antara Adam dan Luna hingga terakhir chat.


Yusuf Nampak mengeraskan rahangnya matanya memerah sambil menggenggam erat seakan ingin membanting apa yang telah ia genggam.


Adam yang melihat air muka Yusuf pun berlangsung pias tubuhnya bergetar. Mulut terkunci seakan enggan meneruskan apa yang ia dan Wati rencanakan. Ini mah menggali kuburan sendiri.


"Mati aku" batin Adam.


Yusuf yang sudah tersulut emosi dengan apa yang baru saja ia baca pun mulai mengatur nafas untuk meredakan segala kekesalan yang menggerogoti hati di hari secerah ini. Sepagi ini moodnya sudah rusak.


"Adam. Apa semua ini benar?" tanya Yusuf. Sekilas Adam menatap Yusuf kemudian menunduk lagi dan menganggukkan kepala.


"Apa aku mengajarkan kamu hal seperti ini? Sudah berapa kali aku bilang Adam jangan terbuai nafsu. Seharusnya kamu bisa belajar dari semua yang telah aku alami" ucap Yusuf dengan segala penekanannya.


"Maaf mas. Aku harus bagaimana mas?" tanya Adam dengan nada bergetar. Ini asli bukan akting agar misinya berjalan mulus.


"Nikahi Luna secepatnya. Nanti malam aku akan membicarakan semua hal ini pada bunda. Rasanya aku ingin memukul mu hingga remuk" kesal Yusuf sambil menggenggam tangan yang masih memegang ponsel Adam.


"Mas jangan sampai bunda tau tentang masalah ini. Aku takut bunda kenapa-napa gara-gara aku" ucap Adam karena semua orang tahu Wati pernah terkena serangan jantung karena meninggalnya sang suami. Iman Dzuhairi Sucipto.


Bersambung...


Yang mau lihat visual Yusuf, Nissa dan yang lainnya silahkan buka bab 78 baby Zen ya.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ follow akun author juga ya ❤️