NISSA

NISSA
BAB 42 AKU LAPAR



Tok…


Tok…


Tok…


“niss… nissaaa….”


Luna mengetuk pintu kamar nissa beberapa kali sambil memanggil nama nissa. luna yang belum mengetahui yusuf pulang pun mulai menggedor pintu kamar nissa karena luna mencoba membuka handle pintu namun terkunci dari dalam. suaranya pun sudah tak kalah heboh nya.


Nissa yang samar – samar mendengar luna memanggilnya dan terusik karena suara gedoran itu pun langsung turun dari ranjang. Dengan perlahan namun mencoba mempercepat langkahnya agar segera membuka pintu. Nissa takut tidur yusuf terusik karena ulah luna.


Klek


Pintu terbuka menampilkan wujud nissa dengan muka bantal dan rambut acak – acakan.


“ya allah nissaaa… kamu baru bangun” ucap luna sambil memperhatikan nissa yang hanya menggunakan piyama tidur nya namun kancing bagian atas mengekspos bagian atasnya yang hampir terlihat. Nissa sama sekali tak menyadari kalau saat ia sudah terlelap yusuf melakukan hal nakal saat istrinya sudah terbuai ke alam mimpi lebih dulu.


“sorry aku ngantuk banget “ucap nissa sambil menguap dan mencepol rambut panjangnya asal sehingga mengekspos lehernya yang sudah tak semulus biasanya.


Luna yang melihat bagian dada nissa sudah begitu banyak tanda merah dan sekarang ia melihat leher nissa yang sudah banyak dengan tanda kepemilikan seperti macan tutul, membuat luna membulatkan kedua matanya. “kamu…” ucapan luna terhenti saat ia melihat yusuf berdiri tepat di belakang nissa. “eh maaf mas, luna nggak tau kalau mas yusuf sudah pulang” ucap luna sungkan sedang nissa langsung melihat yusuf yang berada di belakangnya.


“gila… gila… gila… mas yusuf ganas banget” batin luna sambil bergidik ngeri.


“aku nitip tugas ya. aku masih ngantuk banget” ucap nissa lalu menguap lagi. asli saat ini luna ingin sekali menggoda nissa namun ia sungkan karena ada yusuf, mas iparnya.


“ya udah mana tugasnya” pinta luna.


“dimana tugasnya, biar aku yang ambil” ucap yusuf menghentikan nissa yang hendak mengambil tugas.


“di dalam tas om” ucap nissa dan yusuf langsung menuju dimana nissa menunjuk tasnya.


“gila mas yusuf ganas banget niss” bisik luna karena sejak tadi ia melihat bibir nissa yang membengkak.


“ssstttt…”


“cie yang udah berhasil naklukin suami” goda luna sambil berbisik. “anak gadis yang udah nggak perawan lagi” tambah luna.


“awas ya kamu” ancam nissa.


“satu sama ya kita” ucap luna berbisik.


“yang ini?” tanya yusuf sambil mengulurkan sebuah kertas yang telah di jilid.


“iya” ucap nissa langsung menerima tugasnya lalu memberikannya pada luna. “nitip ya lun”


“ok”


Setelah luna pergi yusuf langsung menutup pintu dan langsung menggendong nissa dan di rebahkan tubuh nissa di atas sofa. Yusuf tersenyum melihat hasil karyanya yang ia lakukan. Nissa yang merasa ngeri dengan senyuman yusuf pun langsung menggeser posisi duduknya. Setelah ia sadar piyamanya tak terkancing nissa pun langsung mengancing bajunya.


“om jangan liatin aku kaya gitu dong” ucap nissa sambil menatap yusuf penuh waspada.


“ih bisa – bisa aku kena penyakit jantung kalau kaya gini” batin nissa merutuki detak jantungnya yang terasa tak karuan karena melihat senyum manis yusuf.


Yusuf sendiri berdiri mematung sambil tersenyum melihat ranjang yang menjadi saksi penyatuan cinta mereka semalam dan ia pun terlihat bangga saat melihat ada bercak darah di atas seprai.


“kamu milik ku nissa “ gumam yusuf.


“om ngomong apa?” tanya nissa yang entah sejak kapan berada di samping yusuf. yusuf yang terkejut melihat nissa ada di dekatnya pun langsung mendekap nissa dan menjatuhkan tubuh mereka ke atas ranjang.


“o… om mau ngapain?” tanya nissa gugup saat yusuf mulai membelainya.


“menurut mu?”


“kenapa om suka sekali bertanya saat orang lain sedang bertanya?”


“orang lain?” tanya yusuf menatap nissa tajam saat jarinya terhenti di bibir nissa.


“maksud aku…” ucapan nissa terhenti saat yusuf mulai mel*umat bibir nissa. meskipun nissa terkejut akan serangan yusuf namun sebisa mungkin ia tetap tenang dan mengimbangi perlakuan suaminya itu. Tangan yusuf sudah mulai menyusup ke dalam piyama nissa dan mengabsen setiap inci tubuh nissa. saat yusuf mulai mencium leher nissa membuat suara yang begitu membakar api gairah yusuf pun terdengar senandung di telinganya.


“o… omm… om aku lapar”ucap nissa membuat yusuf yang sudah mode on pun langsung tertawa. “kenapa om ketawa?” tanya nissa heran.


Cup


Yusuf mengecup bibir nissa sekilas lalu bangkit dari atas tubuh nissa. yusuf langsung keluar kamar dan menuju ke ruang makan. Disana sudah ada semua keluarga setelah mencium wati yusuf juga langsung mencium pucuk kepala reina.


“loh mau makan dimana nak?” tanya wati melihat yusuf menata makanan di atas nampan. Setelah tadi Luna tau kalau Yusuf sudah di rumah ia pun langsung memberi tahu semua orang.


“di kamar bun. Yusuf makan sama nissa di atas” jawab yusuf yang langsung berlalu meninggalkan semua orang di ruangan makan. Wati masih bingung namun melihat luna yang tersenyum dengan adam pun semakin membuat wati bertanya – tanya.


“target sudah masuk perangkap bun” ucap luna sambil mengacungkan kedua jempol dan mengedipkan matanya. “berhasil” tambahnya.


“Alhamdulillah” ucap wati bahagia penuh syukur.


Reina yang bingung pun hanya bisa menggaruk kepala yang tak gatal. “ini ada apaan sih?”


“ssttt… anak kecil nggak boleh tau” ucap luna.


“hello tante kita masih seumuran berarti tante juga masih anak kecil”


“ini urusan perempuan anak gadis nggak akan tahu” ucap luna sambil menjulurkan lidah menggoda reina.


“aku juga perempuan tante” sanggah reina tak terima.


“ini urusan wanita bersuami” ucap luna lagi.


“ok ok aku kalah”


“sayang nissa udah kaya macan tutul berbentuk manusia” bisik luna pada adam.


“mohon di maklumi yang, singa kelaparan masuk perangkap” bisik adam juga.