
Sudah dua minggu ini Nissa dibawa pulang ke rumahnya karena keadaanya yang memang sudah pulih namun harus tetap cukup istirahat. Awalnya Nissa dan Yusuf diminta untuk sementara tinggal dikediaman Jaya atau Wati. Karena Jumiasih dan Wati rebutan alhasil Nissa memilih pulang ke rumah yang sudah ia tinggali bersama Yusuf.
"Sayang" Yusuf membangunkan Nissa karena memang tadi Nissa yang meminta untuk dibangunkan jika ia ketiduran saat mengasi baby Zen. Ya anak kedua mereka di beri nama Zain Dzuhairi Sucipto. Agar lebih gampang dipanggil Zen.
"Iy ayy…" jawab Nissa dengan mata yang masih mengantuk karena memang semalam mereka bergadang.
"Mau apa minta di bangunkan hem?" tanya Yusuf sambil membelai rambut Nissa penuh kasih.
Nissa langsung membuka kedua matanya sempurna. "Bi asih udah selesai masak belum Ayy, aku lapar”
"Aku kebawah dulu ya, kamu mandi dulu nanti aku bawa ke atas makannya" ucap Yusuf sambil mengusap pucuk kepala nissa. Nissa menganggukkan kepala dan langsung beranjak ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Yusuf sudah kembali dengan membawa nampan berisi semangkok sayur daun katuk, ayam kecap dan segelas susu ibu menyusui.
"Kok nggak ganti baju?" tanya Yusuf sambil meletakkan nampan di atas meja. "Pasti nggak mandi" tebak Yusuf.
Nissa hanya tersenyum malu karena tebakan suaminya benar. "Perut ku laper banget Ayy, kelamaan kalau mandi dulu" rengek Nissa.
"Ya sudah makan dulu" ucap Yusuf sambil duduk di samping Nissa.
"Suapin" pinta Nissa manja.
Sedangkan Yusuf langsung melakukan apa yang di minta Nissa dengan senang hati. Semenjak keluar dari rumah sakit Nissa memang lebih cenderung manja.
Makan minta di suapi, turun ke lantai bawah pun minta gendong dipunggung Yusuf dan terkadang mau ke kamar mandi pun minta digendong. Asli itu cobaan terberat Yusuf. Bukan karena merasa keberatan tapi manjanya Nissa bikin Yusuf gemes sendiri.
Beruntung Yusuf masih sadar kalau istrinya sedang dalam masa nifas. Mungkin saja kalau setelah empat puluh hari Nissa langsung ia terkam karena sangking gemesnya dengan sikap manjanya.
"Ayy udah makan?" tanya Nissa setelah makanan tandas dan kini minum susu.
"Udah kenyang baru inget suami" ucap Yusuf dengan pura-pura marah.
"Oh iya maaf Ayy..." sesal Nissa sambil tepuk jidat. Emang suka lupaan Nissa akhir-akhir ini. "Aku kebawah dulu ambilin Ayy makan ya" ucap Nissa yang ingin beranjak namun tangannya langsung dicekal Yusuf.
Yusuf menarik Nissa hingga terduduk di pangkuannya. Ia memeluk tubuh sang istri dan menenggelamkan wajahnya di dada istrinya. Urusan beginian emang Yusuf tak terbantahkan, pinter banget memanfaatkan momen.
"Ayy aku bau, belum mandi" ucap Nissa sambil berusaha mendorong Yusuf.
"Wangi sayang" ucap Yusuf membuat Nissa berhenti mendorong tubuhnya. "Kangen banget manja-manja sama istri” tambahnya.
"Maaf ya ayy… kalau aku kurang perhatian beberapa hari ini” lirih Nissa. "Apa kita perlu baby sis…”
"Ssstttt…" Yusuf menghentikan ucapan Nissa. "Aku menghargai kamu jika ingin mengurus Zen sendiri tanpa bantuan pengasuh. Bukan kah itu lebih bagus. Namun jangan sampai kamu kelelahan sayang ingatkan kata dokter kalau kamu masih perlu istirahat"
"Aku mengusulkan pengasuh karena kamu baru keluar dari rumah sakit sayang. Aku nggak mau kamu kenapa-napa lagi" jelas Yusuf.
"Tapi…”
"Aku nggak apa-apa. Hal yang wajar kan kalau kamu lebih perhatian sama anak kita. Dengan kamu kembali pada ku saja itu sudah lebih dari cukup” lirih Yusuf.
Nissa terus membelai kepala suaminya dengan penuh kasih dan membalas pelukannya. "Saat itu aku benar-benar takut sayang”
"Saat aku tidur aku mimpi ketemu mbak Ayy… mamanya Amira. Aku benar-benar bahagia bisa memeluknya lagi" Nissa menjeda ceritanya. "Awalnya aku ingin ikut dimana tempat yang benar-benar membahagiakan dari kehidupan sebelumnya. Namun tiba-tiba ada tangan seseorang yang menarik ku paksa dan memeluk ku dalam kegelapan. Awalnya aku memberontak karena seseorang itu tidak mau melepaskan pelukannya. Lalu aku mendengar tangisannya, hatiku ikut merasa nyeri karena pelukan itu rasanya sama seperti saat ini. Hangat dan menenangkan seperti ini. Saat aku memanggil 'Ayy' orang itu semakin memelukku erat sampai aku susah bernafas. Lalu Ayy membisikkan sesuatu ditelinga ku bahwa anak kita butuh Aku. Terimakasih ya Ayy sudah mengajak ku kembali" ucap Nissa. "Aku benar-benar merasa bersalah karena saat itu nggak memikirkan orang-orang yang menunggu ku, membutuhkan ku" Ucap Nissa sambil mengusap air matanya.
"Aku yang harusnya berterimakasih karena kamu sudah nepatin janji untuk terus bertahan dalam keadaan apapun demi aku dan anak-anak” ucap Yusuf lalu mengecup pucuk kepala istrinya.
Nissa memeluk Yusuf dengan sangat erat. Ia sangat bersyukur karena telah dijodohkan dengan lelaki yang tepat lelaki yang kini begitu sangat mencintainya. Sungguh Nissa menjadi perempuan yang sangat beruntung.
"Ayy" ucap Nissa sambil mencengkram lengan suaminya itu.
"Hemmm..." hanya itu yang menjadi jawaban Yusuf. Kemudian tangannya sudah aktif lagi membelai punggung Nissa yang sejak tadi tangannya sudah menyusup ke dalam piyama istrinya. Namanya juga Yusuf selalu memanfaatkan setiap ada kesempatan. Apalagi kini Zen sedang tidur. Tentu saja harus Yusuf nikmati sebaik mungkin.
"Ayy mau apa?" tanya Nisa was-was karena Yusuf melepas pengait aset berharga yang kini menjadi pusat produksi Su*su terbaik tiada tandingannya untuk Zen. Inget ya milik Zen si bayi laki-laki yang kini masih tidur.
Yusuf tersenyum menyeringai menatap Nissa yang kini menatapnya horor. "Mainan" hanya itu jawaban yang di berikan Yusuf sebelum akhirnya ia meraup bibir Nissa.
Nissa yang mudah hanyut dalam perlakuan Yusuf terus saja mengikuti dan menyeimbangi lelakinya itu. Hingga tanpa sadar tubuh bagian atasnya sudah tanpa sehelai benang dan sudah berada dibawah kendali suaminya.
Nissa mengatur nafasnya saat Yusuf melepaskannya. kedua tangannya menutupi bagian dada dan juga perut. Yusuf tersenyum melihat bibir istrinya yang membengkak karena ulahnya. Mata Yusuf turun sambil menarik tangan Nissa agar ia bisa menatap kedua produksi pusat milik Zen yang kini nampak membesar dan penuh.
"Kenapa kamu tutupi sayang?" tanya Yusuf saat melihat kedua tangan Nissa menutupi perutnya.
"Aku malu ayy" lirih Nissa. Bagaimana Nissa nggak malu bahkan rasa percaya dirinya pun redup jika ditatap suaminya seperti ini. Perut yang belum rata dan terdapat bekas sayatan operasi belum lagi stretch Mark yang terdapat di perutnya.
Yusuf paham dengan istrinya yang tidak percaya diri akan fisiknya. "Sayang, ini semua adalah bukti perjuangan mu untuk ku dan Zen Jadi jangan pernah berfikir aku tidak menyukainya hingga membuatmu nggak nyaman seperti ini. ini semua kenangan yang akan jadi saksi betapa besarnya rasa cinta kamu untuk kami" tutur Yusuf membuat Nissa haru.
"Ayy..." pekik Nissa sambil mengangkat wajah Yusuf tanda peringatan.
"Kenapa?" tanya Yusuf yang nggak terima. Bagaimana mau terima coba kalau aktivitasnya di hentikan saat ia sudah mendapatkan lampu hijau tadi.
"Aku kan masih nifas ayy" lirih Nissa nggak enak hati juga merusak mood suaminya.
Krik...
Krik...
Krik...
Yusuf cuma kedip-kedip mata menatap istrinya yang cengar-cengir.
Bersambung...
Aku dapat masukan dari pembaca untuk memvisualkan para tokoh dinovel ini. Dan semoga kalian semua suka ya😊😀
Yusuf Dzuhairi Sucipto
Kita semua tahu karakter Yusuf itu Pendiam, Tegas, Perhatian dan yang paling penting jahil kalau udah sama Nissa.
Zakia Nissa Wardani
Nah kalau ini pawangnya Yusuf ya. Nissa itu emang cantik dan imut ya. Meskipun tomboi tapi dia itu keibuan banget. Pokoknya perfek namanya juga karakter utama.
Adam Dzuhairi Sucipto dan Luna
Reina Dzuhairi Sucipto
Nah kalau ini anak gadisnya om Yusuf ya anak manja pake banget deh pokoknya...
Kalau temen2 disini nggak cocok sama visualnya silahkan mengimajinasikan sendiri ya🥰 Dunai hallu milik kita semua 😀
Rencananya nanti bakal aku buatin cerita khusus kisah cintanya Reina tapi belum tahu kapan ya soalnya sekarang lagi fokus ke kisahnya Zantisya dan Arjuno 🥰 siapa disini yang udah ikutin HUJAN, Beri Aku Cinta cuunggg yang belum melipir kesana ya...
...Mohon tinggalkan jejak ya kasih like dan komennya 🥰 follow akun author juga boleh banget 😘 kasih hadiah dan vote juga uhh terimakasih 💋...