NISSA

NISSA
Promosi novel Istri Kecil Milik Mas Ganteng



Malam gaes siap yang nungguin novel Zen (anak om Yusuf dan Nissa) yang super bikin gemes 😂 udah rilis malam ini ya gessss. Awalnya mau aku rilis tanggal 29 bulan ini tapi karena aku males nyetok bab dan takut kelupaan ide y udah lah aku update malam ini juga


cuplikan salah satu bab


Nissa melangkah lebar menghampiri anak lelaki satu-satunya. "Dasar bocah sontoloyo, bisa-bisanya kamu berbuat seperti ini Zen." Nissa melayangkan pukulan menggunakan tas mahalnya ke tubuh anak bujangnya.


"Ampun Nda, sakit." Ucapnya. Sebenarnya pukulan Bundanya itu tidaklah seberapa, tapi Zen harus mengeluh agar Bundanya menghentikan aksinya saat ini.


"Kamu ini di jodohkan nggak mau, malah main sama perempuan seperti ini. Ingat dosa Zen, dosaaa ..." Nissa belum mau mengakhiri pukulannya. "Kalau Ayah sampai tahu kelakuan kamu seperti ini bagaimana Zen? Habis kamu Zen sama Ayah mu." Pekiknya kuat sambil menghajar satu-satunya anak yang lahir dari rahimnya.


Sedangkan perempuan dengan paras cantik di usianya yang cukup matang itu hanya terkekeh melihat adegan penyiksaan seorang ibu pada anaknya. Perempuan dengan tubuhnya yang jelas seksi itu sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan perempuan yang baru ia lihat itu.


"Main apa sih Nda? Zen itu baru selesai meeting dengan klien Zen," ucapnya sambil menerima pukulan yang belum berhenti Nissa lakukan.


"Meeting apa?" Nissa menghentikan aksinya, membuat Zen merasa lega. "Meeting buat anak sama perempuan seperti ini?" sekarang tangan Nissa menjewer telinga Zen untuk meluapkan emosinya.


***


Setelah makan malam, seperti biasanya Arjuno dan Zantisya beserta ke tiga anak mereka akan berkumpul di ruang keluarga. Jika biasanya mereka akan menonton acara televisi, tapi malam ini Arjuno sengaja tidak menyalakan televisi untuk membicarakan sesuatu.


"Ayah dan bunda ingin membicarakan sesuatu pada kalian bertiga, terutama pada kak Ruby," ucap Arjuno membuka obrolan.


Ruby yang baru saja menyambar mainan kubik rubik dan menunduk fokus ingin mengumpulkan semua warna, ia langsung mengangkat wajahnya menatap ayah dan bundanya.


"Ruby?" tanya Ruby menatap serius wajah orang tuanya. "Kenapa dengan Ruby?"


Ruby menatap serius Arjuno yang langsung mengambil sebuah kotak kecil yang terdapat lambang hati dari saku baju muslim yang di kenakannya.


"I-ini apa maksudnya Yah?" tanya Ruby setelah Arjuno menyodorkan sebuah kotak kecil tepat di hadapannya, dan di dalamnya terdapat sebuah cincin yang nampak begitu indah.


"Satu tahun yang lalu, ada seorang lelaki datang menemui ayah dan bunda. Dia secara pribadi melamar By. Meminta By secara langsung dengan kami."


"Tapi ayah, By masih kecil, masih sekolah. By bahkan belum kepikiran tentang hal seperti ini."


"Bunda dan ayah tahu nak, kami menyampaikan hal ini ke By sekarang, karena kami ingin segera memberikan jawaban untuk lelaki itu. Kami tidak mau dia menunggu tanpa kepastian dari By," kini giliran Zantisya yang memberikan penjelasan.


"Tapi Ruby masih sekolah Bun."


"Dia sudah mengatakan akan datang lagi jika By sudah siap."


Ruby terdiam, menatap lekat perhiasan kecil yang sudah pasti mahal harganya. Bukan perkara harga, tapi entah kenapa tiba-tiba saja Ruby sangat tertarik dengan benda kecil yang nampak indah di pandang mata.


"Siapa lelaki itu Bun?"


***


Yang penasaran ayok cus ke lapak, tolong yang pada rajin kasih like dan komennya ya para ayang kesayangan 🥰