NISSA

NISSA
BAB 21 BALASAN YUSUF



...Warning terdapat sedikit adegan kekerasan...


...Harap bijak dalam membaca....


...Terimakasih...


.


.


.


Semua orang sudah berada di ruang makan kecuali nissa. Mereka belum memulai sarapan karena hari ini semua anggota rumah lengkap jadi harus sarapan dengan anggota yang lengkap pula.


"Pagi…" sapa Nissa dan langsung duduk. "Loh kok belum pada sarapan? Maaf ya semua jadi harus nunggu Nissa"


"Ya sudah karena Nissa sudah datang ayo kita mulai sarapannya" ucap Wati. Ia mengawali mengambil beberapa menu sarapan pagi yang hangat ini.


Nissa yang posisi duduknya di antara seorang ayah dan anak itu pun langsung melayani Yusuf terlebih dulu lalu Reina.


"Kurang nggak Re?" tanya Nissa setelah mengambil nasi.


"Cukup" jawab Reina singkat. Reina sendiri tengah kesal karena kini posisi duduknya bergeser karena adanya Nissa, tapi dia memang harus mengalah karena kini ayahnya sudah memiliki seorang istri. Bagaimana pun dia harus menghormati Nissa sebagai ibu sambungnya.


"Mau sama apa?" tanya Nissa lagi.


"Sama udang goreng, sama oseng buncis dan itu… apa itu… sambel ikan teri" ucap Reina yang langsung di lakukan Nissa.


Begitu pula dengan Luna yang melayani Adam dengan penuh cinta dan sangat romantis selama sarapan.


Yusuf yang lebih dulu selesai makannya ia pun langsung berdiri mengancing jas nya.


"Bun Yusuf duluan karena mau ke Surabaya" ucap Yusuf yang membuat Nissa berdiri dengan mulut yang masih mengunyah. "Nggak perlu antar aku ke depan, kamu selesaikan sarapan mu dulu" Nissa pun bersalaman dengan Yusuf dan ia pun terkejut karena Yusuf mencium pipinya dengan lembut. "Aku berangkat" bisik Yusuf lirih sangat lirih karena hampir tak terdengar namun membuat Nissa bergetar dan mematung karena bibir Yusuf seperti tengah mencium telinganya.


"Apa-apaan ini" batin Nissa yang menatap Yusuf sedangkan Yusuf tersenyum penuh kebanggaan melihat ekspresi Nissa karena merasa berhasil menggoda Nissa. Yusuf melakukan ini karena ia kesal akan kejadian semalam yang membuat Yusuf terjaga semalaman. Balas dendam harus di lakukan. beruntungnya balas dendam yang bikin meremang. Hem...


"Re ayah berangkat dulu" ucap Yusuf sambil mengecup pucuk kepala Reina."Mau di belikan apa?" Reina tak menjawab hanya menggelengkan kepala. "Ya sudah nanti kalau pengen ayah belikan sesuatu telfon ayah ya" ,reina mengangguk.


.


.


.


Setelah usai perkuliahan Nissa dan Luna sengaja berjalan keluar gerbang kampus sambil berbincang – bincang sedangkan Adam mengambil mobil di parkiran. Asik terus ngobrol sambil bercanda tak terasa mereka sampai di luar gerbang.


"Lama banget sih Adam" gerutu Nissa.


"Lah iya. Kenapa dia di tarik-tarik sama itu orang" ucap Nissa sambil berjalan mendekat.


Nissa yang mendengar teriakan Reina meminta tolong karena di paksa masuk mobil pun langsung melepas sepatu boots nya tepat mengenai dahi lelaki yang memaksa Reina. Sedetik itu juga lelaki itu melepaskan tangan Reina dan memegang dahinya nyang berdarah. Reina lari ke arah Luna dan Nissa.


"Kurang ajar siapa yang berani ngelempar sepatu" ucap lelaki itu sambil mendekat ke arah Nissa, Luna dan Reina. Lelaki itu menarik kasar Reina agar mengikutinya.


"Lepasin" ucap Reina. "Aku nggak mau. Kita sudah berakhir"


"Aku nggak terima. Aku mau kamu"


Nissa pun dengan cepat menarik tangan Reina dan langsung terlepas dari cengkeraman lelaki itu. "Kalau dia nggak mau ikut jangan paksa dong. Banci banget jadi laki mainnya paksaan, mana kasar banget lagi" ucap Nissa lantang.


"Ini urusan ku sama pacar ku, kamu jangan ikut campur" ucap lelaki itu sambil mendorong kasar Nissa namun itu tidak membuat Nissa jatuh tersungkur.


"Apapun yang menyangkut Reina itu akan menjadi urusan ku juga" ucap Nissa sambil mendorong lelaki itu. Jelas Nissa tak terima di dorong seperti itu. "Kamu masih pacar Reina kan. Bukan suami? Jadi kamu nggak berhak sejauh ini" terang Nissa lantang.


Lelaki yang tak terima di dorong kasar oleh Nissa pun langsung memberikan pukulan ke Nissa namun Nissa yang sigap pun langsung menghindari tinjuan lelaki itu dan Nissa dengan cepat memberikan tendangan pada kaki lawan hingga membuat lawan mundur beberapa langkah.


"Jangan main-main dengan ku" ucap lelaki itu.


Nissa yang tengah meminta Luna dan Reina menjauh pun tak menyadari serangan lelaki itu


"Awas Nis…" teriak Luna.


Bug


Lelaki itu meninju dada Nissa dengan kuat membuat Nissa terjatuh. Lelaki itu mendekati Nissa hendak mengungkung tubuh Nissa tapi dengan sigap Nissa menendang kuat dada lelaki itu dengan kaki yang masih memakai sepatu menggunakan kekuatan ekstra hingga lelaki itu terjatuh.


Nissa bangun sambil menahan sakit di dadanya. Lelaki di depannya pun bangun. Lelaki itu hendak melawan lagi namun di urungkan karena Adam datang dan langsung keluar mobil.


"Woy" teriak Adam.


"Urusan kita belum selesai" ancam lelaki itu pada Nissa lalu pergi mengendarai mobil dengan secepat kilat. Gak gentle banget sumpah.


"Kamu nggak apa-apa Nis" tanya Adam.


"Nggak apa-apa" Nissa berbalik melihat Luna dan Reina. "Kamu nggak apa-apa kan Re?" tanya Nissa yang hanya dijawab dengan menggelengkan kepala.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 🥰


Ikuti juga novel terbaru ku ya 😊