NISSA

NISSA
BAB 32 KEDATANGAN HENDRI



Keesokan harinya hendri sudah sampai di kota malang. Ia yang sudah memberikan kabar kepada yusuf pun langsung di minta Yusuf menuju ke rumah barunya. Setelah hendri mendapatkan alamat rumah baru yusuf ia langsung meluncur ke alamat yang sudah ia cari di google map.


Sekitar pukul 14.00 hendri sampai di depan gerbang. Setelah menyampaikan kalau ia sekertaris yang bernama hendri pun security segera membuka kan gerbang setelah melihat tanda pengenalnya.


Kediaman yusuf memiliki 4 scurity yang bekerja di bagi 3 shif dalam satu hari sama halnya di kediaman wati. Yusuf memang benar – benar menjaga keamanan keluarganya. Dengan kedudukan yang dimiliki yusuf bukan tidak mungkin hal –hal tak terduga akan terjadi. Maka dari itu, baik adam dan reina tidak pernah terpublikasi demi keamanan terutama kenyamanan keluarganya.


Tak lama kemudian nissa pulang, setelah keluar dari mobil nissa langsung melangkahkan kaki memasuki rumah.


“assalamualaikum…” ucap nissa.


“waalaikum salam” ucap hendri.


Nissa pun langsung menoleh ke sumber suara. Nampak orang asing yang tengah duduk di sebuah sofa yang tampak sedang memunggunginya. Nissa yang jiwa penasaranya bergejolak pun langsung mendekati orang tersebut.


“maaf siapa kamu?” tanya nissa penasaran.


“saya hen” hendri menatap . “kamu nissa kan?” tunjuk hendri ke nissa.


“mas hendri”


Mereka pun saling berjabat tangan. Hendri adalah tetangga rumah nissa berjarak 5 rumah. Mereka dulu dekat karena memang kedua keluarga berhubungan baik.


“mas ngapain disini?” tanya nissa penasaran dan langsung duduk.


“aku mau menemui bos ku. Kamu sendiri?”


“aku disini…” ucapan nissa terputus karena mereka berdua mendengar salam dari yusuf. Nissa dan hendri pun langsung menjawab salam. Nissa langsung mendekat ke yusuf mencium punggung tangannya. Hendri yang melihat pemandangan tersebut pun manautkan kedua alisnya karena heran. seorang Yusuf bersentuhan dengan lain jenis apa lagi itu Nissa yang jelas bukan siapa-siapa bagi Yusuf, bukan kah itu perubahan yang mencolok. Hendri sungguh penasaran.


“sejak kapan bapak yusuf mau bersentuhan dengan perempuan?” batin hendri heran.


“kamu kapan pulang niss?” tanya yusuf setelah nissa mengambil alih tas kerjanya.


“barusan om” yusuf menatap hendri dengan tatapan yang sulit di artikan.


“mas hen, aku ke atas dulu”


“mas?” yusuf menatap nissa. “kamu kenal sekertaris ku sayang” ucap yusuf sambil menarik pinggang nissa mendekat ke yusuf.


Sayang?


Kata itu mampu membuat jantung nissa berdetak cepat


“eh apa hubungan nissa sama pak yusuf” batin hendri heran karena melihat perlakuan tak biasa yusuf yang tidak pernah ia lihat terlebih lagi terhadap seorang wanita dan se mesra itu.


“dulu mas hendri tetangga ku om” jawab nissa. “kenapa semakin erat sih om yusuf” gerutu nissa. Yusuf menatap hendri.


“benar pak, dulu sebelum saya pindah ke Jakarta saya tetangga nissa dulu” jelas hendri karena mendapatkan tatapan tak biasa dari yusuf.


“jadi karena kalian sudah saling kenal, jadi aku nggak perlu repot mengenalkan kalian lagi. Baiklah istri ku sayang, aku masih harus mengurus sesuatu dengan hendri kamu istirahatlah di kamar kita” ucap yusuf yang langsung mencium pipi nissa dan merenggangkan dekapannya.


Deg


Banyak kata yang membuat nissa semakin membuat jantungnya bergejolak. Kata istri ku sayang dan apa tadi, yusuf mengatakan kamar kita seolah memperjelas nissa adalah miliknya.


“istri. Nissa nikah sama pak yusuf” batin hendri sambil menatap kemesraan dua insan. “apa tuan cemburu sampai menunjukkan hal seperti ini di depan ku” batin hendri lagi. ia menyungging senyum di sudut bibirnya karena akhirnya ia bisa menyaksikan bosnya bucin sampai nampak cemburu ini.


“istri ku! Om yusuf ini lagi cemburu atau apa sih. Tapi kenapa dia mengatakan status ku sama mas hen?” batin nissa. “ya sudah om… eh ayy aku ke atas dulu. Mas hen, aku ke atas ya. selamat bekerja” ucap nissa membuat yusuf memandang hendri tajam.


“terima kasih” ucap hendri. “akhirnya aku bisa melihat si bos bucin” batin hendri terkekeh geli.


Nissa pun langsung naik ke atas. Sedang yusuf dan hendri langsung membicarakan soal pekerjaan. Setelah semua urusan selesai baru mereka berdua berbincang santai.


Pertama kali hendri bertemu dengan yusuf pada saat hendri kecopetan. Ia yang pertama menginjakkan kota metropolitan itu pun bertanya tempat penginapan murah pada seorang lelaki yang ternyata preman. Aksi kejar mengejar antara hendri dan pencopet pun terjadi, hingga tak sengaja preman itu terhalang yusuf yang baru keluar dari sebuah proyek pembangunan.


Lalu pertemuan kedua hendri dengan yusuf kala dompet yusuf tertinggal di sebuah toilet restoran. Hendri yang bekerja sebagai cleaning servis pun menemukan dompet yusuf hingga mengantarkan dompetnya ke perusahaan yusuf.


Sejak saat itu yusuf langsung terkesan dengan hendri dan langsung menjadikannya sekertaris ke dua sebelum akhirnya menjadi satu – satunya tangan kanan yusuf.


“maaf pak, apa tidak sebaiknya bos mengumumkan secara resmi pernikahan bos dengan niss ehmm… dengan bu nissa”


“belum saat nya. Kau tau sendiri akibat yang akan terjadi bukan?”


“tapi mungkin dengan begitu tidak akan ada yang berharap lagi, terlebih maya pak” ucap hendri sambil mengingat insiden maya menjebak yusuf di sebuah kamar hotel. Yang ada di pikiran maya jika berdua di sebuah ruangan mungkin saja setan yang baik hati akan membantu memuluskan niatnya untuk menggoda yusuf. namun rencana maya tak berjalan mulus karena yusuf membuat maya menangis dengan berbagai omongan yang di lontarkan yusuf.


“sudah biarkan saja dia. Aku malas membahasnya. Kau sekarang pergilah ke hotel. Aku tidak bisa menampung mu disini”


awalnya Yusuf berniat untuk meminta Hendri menginap di rumahnya. tidur di ruang tamu. namun karena ia tahu kalau ternyata Nissa dan Hendri saling mengenal akhirnya ia urung menampung Hendri karena takut istrinya akan banyak berbincang dengan sekertaris itu.


“cih! Apa rasa cemburunya masih di perpanjang” batin hendri. “baik pak, kalau begitu saya permisi”.