
"Nadya...... gue kangen banget, kemana aja lu tiga hari menghilang bak di telan bumi. Di telpon ga aktif. Lu ga apa apa kan?" Tanya.Nisa begitu melihat Nadya turun dari mobil mewah suaminya.
"Gue di villa mas Hengki, mertua gue yang maksa buat bulan madu, tadinya mau di suruh keliling dunia, lu tahu sendiri kuliah kita lagi banyak tugas, mas Hengki lagi banyak kerjaan, jadi gue milih ke villa aja biar ga ribet." jawab Nadya dengan santainya.
"Lu ke villa buat bulan madu, jadi lu sekarang udah resmi jadi nyonya Hengki Atmaja?" Nisa bertanya dengan senyum penuh arti
"Iya...." Nadya mengangguk malu malu
"Duh sohib gue, bentar lagi gue bakal punya ponakan dong." Nisa tertawa ngakak
"Sssssttt, jangan keras keras nanti di dengar semua orang, malu gue."
"Ke kelas yuk, bentar lagi mulai."
"Ayo." Ajak Madya
Mereka berjalan menuju kelas, hari ini jadwalnya dosen yang terkenal killer, sebentar lagi akan di mulai.
Di kelas sudah banyak yang datang, karena.jika.terlambat masuk kelas takut dengan hukuman dosen yang memberikan tugas yang sangat banyak.
Tidak lama.kemudian, dosen datang. Pelajaran di mulai, setelah satu jam. Pelajaran selesai.
"Kita ke kantin yuk, laper gue udah nguras otak, energi jadi terpakai." Ajak Bisa
"Ayo gue juga lapar."
Sampai kantin mereka memesan mie baso yang super pedas yang membuat orang ngeri melihat kuah nya sampai merah.
Drrrrttttt....drrrrtttt...drrrrttt.....
Ponsel Nadya bergetar, terlihat nama My Gerbang
"Hallo mas......"
".........."
"Aku lagi makan baso di kantin baru Nisa."
".........."
"Masih ada dan mapel, jam tiga baru selesai."
".........."
"Iya mas, nanti aku telepon kalau sudah selesai."
".........."
"Ok..."
"Yang telpon tadi suami lu?"
"Iya tadi mas Hengky."
""Gue bahagia kalau lu juga bahagia. Lu orang yang baik, semua orang pasti akan menyayangi lu."
"Lu juga temen gue yang paling baik sejak dulu, selalu ada buat gue."
"Kita kok jadi mata ABG."
Kedua sahabat itu tertawa lepas, seakan tidak ada beban. Orang orang yang ada di kantin saling melirik, melihat kehebohan mereka.
"Udah yu, bentar lagi kelas ke dua kita masuk. Perut sudah ter isi."
Setelah berkutat dengan berbagai mata pelajaran yang lumayan melelahkan. Akhirnya selesai juga. Nisa pamit lebih dulu karena sudah di jemput mamah nya, sementara Nadya menunggu jemputan dari Hengki yang sudah di telponnya beberapa waktu yang lalu.
Suara klakson mobil Hengki sudah datang. Dengan senyum mengembang, Hengki menghampiri istri tercintanya.
"Sayang, sudah lama menunggu, maaf ya baru datang tadi macet."
"Ga apa apa mas, ga lama kok nunggunya"
Mas antar jemput aku terus, nanti malah merepotkan, akan banyak pekerjaan yang terbengkalai."
"Semua mas bisa atasi, kamu jangan khawatir. Mau ikut ke kantor mas ga?"
"Ke kantor mas?"
"Mas ga akan malu bawa aku ke kantor?l
"Kenapa harus malu, kamu itu istriku, justru mas bangga punya istri seperti kamu, udah cantik, lemah lembut, orangnya ga sombong walaupun kamu orang berada tapi tidak malu kuliah pake.bis kota."
"Memangnya mas tahu kalau kuliah suka.naik bis kota?"
"Jauh sebelum kita di jodoh kan, mas sudah pernah bertemu kamu beberapa kali, ketika kamu akan naik bis pulang kuliah bareng Nisa,.memberikan les gratis anak jalanan yang putus sekolah, dan beberapa moment yang mas ga nyangka,."
"Setelah sering melihat kamu, mas menyelidiki kamu, dan ternyata anak om Ridwan sahabat papah."
"Makanya.ketika mamah bilang.Kalau.papah berwasiat menjodohkan mas sama kamu, mas langsung menerima nya. Karena mas tahu siapa yang akan menjadi ibu dari.anak anak aku."
Wajah Nadya merah seperti tomat mendengar pujian dari suaminya. sampai di depan parkiran kantor Atmadja Building. Hengki menggandeng tangan Nadya, masuk ke dalam lobi kantor, banyak karyawan terutama wanita berbisik bisik melihat CEO dingin yang selama ini masih sendiri ternyata menggandeng seorang wanita cantik. Banyak yang merasa patah hati. Melihat hal itu, Nadya hanya tertunduk saja karena menjadi pusat perhatian banyak orang. Kalau istrinya merasa risih dengan bisikan para karyawannya, Hengki berdiri di tengah lobi kantor dan meminta karyawannya untuk mendengar kan pernyataan.
"Selama siang semua, saya Hengki Atmaja ingin memberi tahukan bahwa wanita cantik yang ada di samping saya ini adalah istri sah saya, kami memang belum mengadakan resepsi, kalau tidak ada halangan bulan depan akan kami adakan resepsi. Kalian jangan menduga yang tidak tidak, kami menikah bukan karena istri saya hamil duluan, tapi karena mertua saya ingin agar anaknya menikah sebelum ayahnya meninggal. Untuk itu jangan pernah ada gosip yang membuat istri saya tidak nyaman."ucap Hengky tegas.
"Dan kalau ada orang yang coba coba menyebarkan berita yang tidak benar, maka saya tidak akan segan untuk memecatnya tanpa pesangon, dan saya jamin tidak akan ada perusahaan yang mau mempekerjakan nya.."
"Apa kalian paham?" Hengki berucap dengan nada keras
"Iya pak." sahut mereka serempak.
Hengki membawa Nadya ke ruangannya yang berada di lantai lima belas. Sampai di depan ruangannya, Hengki memperkenalkan Nadya istrinya pada sekretaris.
"Bawakan minuman dan makanan untuk istri saya." Hengki berbicara pada sekretaris nya.
Masuk ke dalam ruangan kantor, Hengki langsung memeluk dan mencium lembut Nadya.
"Mas kangen sama kamu sayang." Hengki berbisik di telinga Nadya yang membuatnya sangat merinding..
Tok...Tok...Tok...
Suara ketukan menghentikan kegiatan Hengki dan Nadya.
Sekretaris nya masuk membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan dalam toples.
"Silakan bu minumannya." ucap Anita sekretaris
"Iya terima kasih." sahut Nadya tersenyum manis.
"Kalau ada yang cari saya, bilang saya tidak ada di tempat, atau buat janji saja."
"Baik Pak." Jawab Anita
Hengki mengunci pintu agar tidak ada orang yang masuk. Duduk di sofa sebelah dengan Nadya.
"Sayang di minum dulu."
"Ya mas, sebentar ."
Hengki terkesiap saat tiba tiba Nadya duduk di pangkuannya.
"Rindu denganku..." tangannya mulai membuka dasi dan melepaskan jas serta kancing kemeja yang di pakai Hengki.
"Sangat rindu sayang,......"
Mereka bercumbu saling memagut, dan berlanjut dengan permainan yang panas, AC yang ada di ruangan tidak terasa dingin, namun terasa panas, peluh berguguran di badan mereka. Deru nafas dan suara kenikmatan yang mereka rasakan
Kegiatan panas yang di lakukan di ruangan kantor tidak membuat mereka berhenti, dan di lakukan beberapa kali.
"Mas baju aku sudah tidak berbentuk lagi, gimana nanti kalau pulang."
"Nanti ada orang butik akan mengantarkan pakaian buat kamu sayang,mas sudah telpon tadi, sebentar lagi sampai."
Tidak lama kemudian ada orang dari butik mengantarkan pakaian untuk Nadya.
"Sayang ini bajunya, di pakai dulu nanti masuk angin."
Nadya mengambil baju yang di berikan Hengki dan segera memakainya.
...****************...
Hai......Hai.... reader jangan lupa ya koment nya like dan juga vote favoritnya.