NADYA

NADYA
Part 20



Sesuai rencana, Hengki dan Nadya berada di bagian obgyn untuk memeriksakan kandungan nya. Dengan menggunakan kursi roda, Nadya menunggu antrian di ruang tunggu pemeriksaan kehamilan pertama nya.


Hatinya menghangat saat melihat Hengki selalu memegang perutnya yang masih rata.


Seorang perawat memanggil namanya


"Nadya Putri Salma." panggil sang perawat.


"Ayo sayang sekarang giliran kita." Hengki mendorong kursi roda memasuki ruang pemeriksaan.


Diruang pemeriksaan tampak seorang dokter kandungan yang sedang menunggu nya.


"Silakan bu, perkenalkan saya dokter Arum." sapa dokter memperkenalkan dirinya.


"Saya Hengki dan ini istri saya Nadya." ucap Hengki


"Ini pemeriksaan yang pertama ya bu." tanya dokter Arum.


"Iya dokter. Kemarin istri saya pingsan, dokter IGD mengatakan kalau istri saya mengalami dehidrasi berat karena sedang hamil, dan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan obgyn." Hengki menjelaskan


"Jadi belum test kehamilan ya pak." tanya dokter Arum


"Belum dokter." jawab Hengki


Dokter Arum bertanya tentang haid terakhir Nadya, dan mencatat nya


"Baiklah kalau begitu kita akan lakukan pemeriksaan ya bu." ucap dokter Arum dan menyuruh Nadya untuk naik ke atas berangkat, kemudian dokter menggunakan sarung tangan.


"Kita akan lakukan USG ya bu." ucap dokter Arum.


Dokter Arum mengoleskan gel ke atas perut Nadya yang masih terlihat rata.


Lalu dokter Arum mulai menjelaskan kepada Hengki dan Nadya tentang ke kehamilannya.


"Nah bu, selamat ya di kehamilannya sudah 4 minggu ya bu Nadya." Jelas dokter Arum


Setelah mengetahui bahwa dirinya sudah benar benar hamil 4 minggu, Nadya meneteskan air mata. Hengki juga meneteskan air mata ketika dokter Arum mengatakan kalau istrinya hamil 4 minggu.


Dokter Arum menjelaskan bahwa janinnya masih kecil kurang lebih 2 milimeter dan ukuran nya kurang lebih sebesar kacang hijau, sangat kecil. Dan masih di sebut dengan embrio, dan lingkaran yang terlihat ini di sebut dengan rahim. Jadi embrio ini akan.tumbuh di dalam rahim, dan sejauh ini janinnya sehat, karena masih awal harus hati hati." Dokter Arum menjelaskan.


"Tapi kenapa ya dokter saya tidak merasakan apapun seperti kebanyakan orang hamil?" Nadya bertanya


"Mungkin hal ini di sebabkan karena tubuh ibu hamil bisa beradaptasi dengan hormon kehamilan." ucap dokter Arum


"Apakah dimasa kehamilan yang masih muda ini, bisa melakukan hubungan suami istri dokter?" Hengki bertanya


"Mas malu, kok bertanya seperti itu."


"Tidak apa apa kok bu?" Dokter Arum berkata sambil tertawa kecil


"Bapak dan ibu kalau ingin melakukan hubungan suami istri di diperbolehkan kok, asalkan tidak ada masalah dengan janinnya. Jangan menekan bagian perut, dan jangan terlalu sering karena hormon prostaglandin pada cairan pria dapat mengakibatkan kontraksi." Jelas dokter Arum.


"Jika bapak dan ibu takut dan tidak melakukannya itu juga jangan, karena janin juga perlu untuk di tengokin."


Hengki dan Nadya mengangguk.


Setelah selesai dengan pemeriksaan nya dan dokter juga sudah memberikan vitamin untuk ibu hamil dan obat penambah darah. Nadya dan Hengki kembali ke ruang rawat inap dan menunggu keputusan dokter apakah sudah boleh pulang atau masih harus istirahat sehari lagi.


"Mas, aku mau pulang, udah kangen sama rumah, mas bisa tanya sama dokter ga?"


Tidak lama kemudian dokter dan perawat datang untuk pemeriksaan.


"Bagaimana tuan, apakah sudah periksa ke Obgyn?"Tanya dokter


"Sudah dokter, istri saya sudah positif hamil, apakah hari ini sudah bisa pulang?" Hengki bertanya pada dokter yang sedang memeriksa Nadya.


"Kondisi istri anda sudah lebih baik, wajahnya sudah tidak pucat lagi. Hari ini sudah bis pulang." ucap dokter dan berlalu meninggalkan ruang rawat Nadya


"Sayang hari ini sudah bisa pulang, mas mau telpon mamah dulu, sekarang kamu siap siap untuk pulang mas bantu ya."


Nadya mengangguk. Dan bersiap siap untuk pulang. Setelah menyelesaikan administrasi dan menebus obat di apotik, Nadya dan Hengki meninggalkan rumah sakit.


Menggunakan kursi roda, Hengki mendorong Nadya sampai ke lobi rumah sakit, mobil mewah Hengki sudah berada di depan lobi rumah sakit. Hengki menggendong Nadya dan mendudukkan nya di kursi depan.


"Sayang mau langsung pulang atau mau mampir kemana dulu, mungkin kamu mau beli sesuatu?"


"Mas boleh ga kita mampir dulu ke makam ayah dan mamah, aku mau berbagi kebahagiaan ini dengan mereka." pinta Nadya


"Baiklah sayang kita ke sana." Hengki melajukan kendaraan nya menuju ke sebuah komplek pemakaman.


Dengan di gandeng tangan Hengki, Nadya berjalan menuju ke makam ayah dan mamah nya. Membawa dua ikat bunga untuk di lettakan di atas pusara.


"Mah, ayah Nadya datang kemari untuk memberikan kabar bahagia, sekarang Nadya sedang hamil, cucu ayah dan mamah." Nadya terisak


Hengki memegang bahu Nadya yang sedang menangis,


"Sudah sayang, kalau mereka melihat kamu menangis nanti ayah dan mamah akan sedih." Hengki penghibur nya.


Setelah berdo'a untuk ayah dan mamahnya, Nadya dan Hengki pamit pulang.


Perjalanan pulang ke rumah tidak terlalu lama, sudah sampai di rumah. Nyonya Rima sudah menyambut ke datangan mereka di depan pintu.


"Sayang kamu sudah pulang, kita makan dulu ya, amanat masak kesukaan kamu lho."


"Iya mah terima kasih." ucap Nadya


Ketiganya berkumpul di meja makan, Nadya mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Makan yang banyak ya, biar kamu dan bayinya sehat."'ucap nyonya Rima


"Selesai makan, Nadya naik ke kamar yang ada di lantai atas, di bantu Hengki, naik perlahan. Sampai di kamar Nadya berbaring, terasa sangat nyaman.


"Sayang sekarang tidur dulu ya, biar badannya segar dan bayi nya sehat, tapi sebelumnya nya minum obat dulu." ucap Hengki


"Iya mas." Nadya mengangguk


"Mas, aku masih boleh kuliah kan walaupun sedang hamil?" Nadya bertanya sebelum memejamkan matanya.


"Boleh, tapi harus jaga diri, jangan terlalu di paksa. Kalau tidak sanggup bisa cuti dulu sampai kamu melahirkan." Jawab Hengki


Nadya tersenyum mendengar jawaban dari suaminya. Lalu memejamkan mata. Hengky berlalu ke kamar mandi, membersihkan badannya, ganti baju dan naik ke tempat tidur. Badannya ingin di istirahat kan karena selama di rumah sakit menjaga Nadya, tidurnya kurang teratur. Di tariknya tubuh Nadya dan memeluk nya. Keduanya tertidur dalam keadaan saling berpelukan.


Hengki membuka matanya, beranjak ke kamar mandi, kemudian masuk ke ruang kerjanya memeriksa pekerjaannya yang kemarin belum sempat di kerjakan karena waktunya tersita untuk mengurus Nadya di rumah sakit. Lumayan lama Hengki berada di ruang kerjanya, sampai tidak menyadari kalau Nadya sudah terbangun dari tidurnya dan membuat kopi untuk dirinya


...****************...


Hai reader, minta dukungannya ya like dan.koment serta vote favoritnya