NADYA

NADYA
WISUDA



"Zikri nggak ngasih jilbabnya sekalian?" Tanya Mbak Riska saat membantu Nadya bersiap ke acara wisuda Zikri. Nadya sudah selesai memakai gamis yang kemarin diberikan oleh Zikri untuk hadir di acara wisuda.


"Ada kayaknya, Mbak. Bentar," Nadya membongkar kembali paperbag yang kemarin diberikan oleh Zikri.


"Ini jilbab?" Tanya Nadya seraya menunjukkan sebuah jilbab segiempat yang masih dikemas plastik.


"Iya, itu!"


"Bawa sini, Mbak pasangin!" Titah Mbak Riska yang sudah sedikit susah bergerak karena perutnya yang sudah semakin besar.


"Eh, dandan dulu sedikit, Nad! Masa ke wisuda calon suami muka pucet," ujar Mbak Riska sedikit terkekeh.


Mbak ipar Nadya itu segera mengambil peralatan make up di kamar Nadya yang amat sangat jarang disentuh.


"Tipis-tipis saja, Mbak! Jangan menor!" Pesan Nadya pada Mbak Riska yang sudah mulai mengaplikasikan make up ke wajah Nadya.


"Iya! Kayak pas wisuda kamu kemarin itu, kan? Itu menor, nggak?" Tanya Mbak Riska meminta pendapat Nadya.


"Menor dikit itu. Ibu tukang riasnya nggak dengerin Nadya udah disuruh tipis-tipis malah dibikin menor," cerita Nadya sedikitpun merengut.


"Tapi Zikri nggak protes. Malah bisik-bisik ke Mbak kalau kamu terlihat beda pas wisuda kemarin. Manglingi katanya karena kamu jarang dandan," ujar Mbak Riska yang langsung membuat wajah Nadya bersemu merah.


"Masa, sih, Mbak?" Nadya masih sok-sokan tak percaya.


"Iya. Besok kalau udah jadi istrinya Zikri, banyak-banyakin dandan di depan Zikri! Biar makin disayang," Nasehat Mbak Riska yang sudah selesai mengaplikasikan lipstik warna soft di bibir Nadya.


"Ajarin, Mbak! Nadya nggak bisa dandan," pinta Nadya pada sang mbak ipar.


"Gampang kalau itu," jawab Mbak Riska santai.


Mbak Riska mulai memasangkan jilbab segiempat berwarna abu-abu yang senada dengan gamis yang sudah dikenakan oleh Nadya. Mbak ipar Nadya itu cekatan sekali membentuk jilbab segiempat dan tak terlihat kesulitan sama sekali. Sepertinya sudah ahli.


"Sudah cantik!" Puji Mbak Riska seraya memasangkan satu bross bunga agak besar sebagai pemanis dan sentuhan akhir.


"Cantik kamu kalau pakai jilbab begini. Zikri pasti pangling," celetuk Mbak Riska yang kembali membuat wajah Nadya bersemu merah.


"Nad! Sudah siap belum?" Tanya Mas Reza yang sudah ikut masuk ke kamar Nadya.


"Lhadalah! Ini siapa, Ris? Nadya mana?" Tanya Mas Reza dengan raut wajah lebay saat melihat Nadya yang wajahnya memang terlihat beda dan manglingi.


"Bidadari tersesat ini, Mas!" Jawab Mbak Riska yang selalu nyambung dengan banyolan serta kelakaran mas Reza. Pasangan suami istri itu memang semakin klop dan serasi.


"Ckckckck! Pantesan sampai bikin calon dokter kepincut. Cantik begini ternyata," puji Mas Reza yang langsung membuat Nadya merengut.


"Heleh! Gombal mu ki yo, Mas!" Sahut Nadya tetap merengut.


"Gombal Mas Reza di BTC banyak, Nad!" Celetuk Mbak Riska yang langsung bisa membuat Nadya ganti tergelak.


"Bakul gombal, Mbak! Masih hobi nggombal juga ke Mbak Riska?" Tanya Nadya kepo.


"Ck! Kamunya juga suka digombalin, Ris!" Sahut Mas Reza mencari pembenaran.


"Iya, Mas! Iya!" Jawab Riska yang akhirnya berhenti tertawa.


"Ayo, Mas! Jadi nganter Nadya, nggak?" Tagih Nadya pada Mas Reza yang malah ngusel-usel perut Mbak Riska.


"Iya, kamu ke mobil duluan saja, Nad! Mas pamitan sebentar sama Mbakmu," jawab Mas Reza yang langsung dijawab Nadya dengan cibiran.


"Pergi bentar doang, pamitannya jam-jaman!" Cibir Nadya seraya keluar dari kamar meninggalkan Mas Rez dan Mbak Riska.


****


Zikri hampir tak berkedip melihat Nadya yang pagi ini terlihat anggun mengenakan gamis dan jilbab yang dibentuk sedemikian rupa. Wajah gadis dua puluh tiga tahun itu terlihat kalem, ayu, dan manglingi.


"Zik! Kedip!" Goda Mbak Syifa pada sang adik yang sepertinya terpesona sekali melihat Nadya yang tampil beda.


"Pak calon dokter sudah nggak sabar mau meminang bidadari Nadya kayaknya," celetuk Mbak Nisa ikut-ikutan menggoda Zikri.


"Apa, sih, Mbak!" Kilah Zikri yang sudah tersipu malu.


"Assalamualaikum, Tante, Om," Nadya menyapa kedua orang tua Zikri terlebih dahulu sebelum lanjut cipika cipiki dengan kedua kakak perempuan Zikri. Dan terakhir, Nadya baru menyapa Zikri yang tampil gagah dan keren pagi ini.


"Calon mantunya Mama beneran cantik ternyata," puji Mbak Syifa seraya merangkul Nadya.


"Mbak Syifa juga cantik," Nadya balik memuji kakak pertama Zikri tersebut.


"Kemarin katanya habis wisuda juga, Nad?" Gantian Mbak Nisa yang bertanya.


"Iya, Mbak! Alhamdulillah. Udah lega, udah selesai yang kuliah. Tinggal cari-cari lowongan aja ini," jawab Nadya sedikit bercerita.


"Sama tinggal married sama Zikri, ya!" Goda Mbak Syifa yang sekali lagi membuat Nadya harus tersipu.


Namun Nadya tetap mengaminkan dalam hati agar semua niat baiknya bersama Zikri bisa secepatnya terlaksana.


"Nad! Ayo foto sama Mama!" Panggil Mamanya Mas Zikri pada Nadya yang masih asyik ngobrol bareng Mbak Nisa dan Mbak Syifa.


"Iya, Tante!" Jawab Nadya yang segera bergegas menghampiri sang calon mama mertua.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.